
•⊶⊷❉্᭄͜͡💚 Mutiara hikmah 💚❉্᭄͜͡⊶⊷•
Jangan pernah menyesali dan menangisi apa yg sudah terjadi. Percayalah, ada rembulan di kegelapan, dan ada pelangi setelah hujan.
Jangan terus-terusan terpuruk dan menyalahkan diri sendiri. Kmu harus bangkit, bangkit dan bangkit..!!
Biarkanlah itu semua menjadi pelajaran untuk kita memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi. Ambil hikmahnya dari masalah yang sudah terjadi, dan terlewati. Berterima kasihlah pada pengalaman yang pahit. Karena ia adalah guru yang terbaik yang telah membentuk kita agar menjadi insan yang kuat dan tegar, dikala gelombang cobaan yang telah datang menghampiri kita.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💚❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷•
Setelah puas bermain di pantai, Rio pun mengajak keluarganya memasuki Villanya Cindy. Dan ketika semua sudah berada didalam Villa, Quadruplets, dan Naazwa terlihat terkesima tatkala mereka melihat isi dalam Villa tersebut.
"Waah, kok banyak banget foto-foto Mamah di Sini Dad?" tanya Yumna, dengan mata yang terlihat sedang terfokus pada dinding-dinding vila. Karena disana terdapat vigura-vigura foto yang tertempel di dinding.
"Iya Sayang, karena villa ini milik orang tuanya Mamah, yaitu milik Kakek dan Nenek kalian Nak," balas Rio, seraya mengelus kepalanya Yumna.
"Itukah, foto Kakek dan Nenek, Yah?" tanya Si kecil Yunda, seraya jari telunjuknya menujuk sebuah vigura yang didalamnya terdapat Foto seorang pria yang sedang merangkul seorang wanita yang sedang menggendong anak perempuan yang terlihat masih kecil. Sedangkan didepan mereka, terdapat anak laki-laki, yang usianya sekitar sepuluh tahu.
"Benar Nak, itu Kakek dan nenek kalian," balas Rio, yang kini ia juga mengusap kepalanya Yunda.
"Siapa kedua anak kecil itu Yah?" tanya Rasya, yang ternyata ia juga sedang melihat foto itu juga.
__ADS_1
"Anak kecil yang laki-lakinya Ayah Nak, yang digendong nenek Mama kalian," balas Rio, yang kini ia juga ikut menatap foto tersebut.
"Ooh, jadi Bibei dan Kak Cindy sudah bertemu sedari kecil yaa?" tanya Naazwa yang kebetulan sedang berdiri disampingnya Rio.
"Iya Sayang, kami dipertemukan oleh takdir. Pada saat itu, Bibei dan Papah, mengalami tragedi yang mengerikan kapal pesiar yang membawa kami tenggelam di tengah-tengah lautan. Dan anehnya, Cindy seakan tahu akan hal itu, dia yang saat itu belum bisa berbicara, hanya menangis sambil tangannya menunjuk kelaut, seakan ia ingin memberi tahukan pada orang tuanya, bahwa ada kami dilaut tersebut. Itulah yang dikatakan oleh Ayah dan Bundanya Cindy."
Rio pun akhirnya bercerita pada Naazwa dan quadruplets. Dari awalnya ia bertemu Cindy untuk pertama kalinya. Hingga mereka sempat terpisah ketuka masih kecil. Namun akhirnya dipertemukan kembali ketika mereka telah dewasa dan akhirnya keduanya pun menikah. Hingga pada akhirnya takdir kembali memisahkan untuk selamanya.
Mendengar kisah perjalanan cinta Rio dan Cindy. Membuat air mata Naazwa mengalir begitu saja. Begitu juga dengan quadruplets, mereka ikut merasakan kesedihan yang telah dilewati oleh kedua orang tua mereka. Bahkan tangisan Yumna sampai terdengar terisakkannya.
"Hiks..hiks.. Maafkan kami ya Dad? Hiks gara-gara melahirkan kami, Mamah jadi ninggalin Daddy hiks..hiks.." ucap si kecil Yumna yang akhirnya tangisnya pecah hingga kesegukan.
"Eeeeh.. kata siapa Mamah pergi karena kalian? Itu tidak benar Nak, Mamah pergi karena memang sudah menjadi takdirnya Nak. Benarkan Mymah?" balas Rio, seraya ia menekukan lututnya, mensejajarkan dirinya pada anak-anaknya. Lalu ia pun mengusap air matanya Yunda dan Yumna
Itu juga yang di sebut Takdir Mubram, sendiri secara bahasa bermakna sesuatu yang tidak dapat dielakkan atau sudah pasti. Sebab itulah, takdir mubram erat kaitannya dengan sunatullah terhadap alam hingga kehendak (iradah) maupun kekuasaan (qudrah) Allah SWT.
Contoh takdir mubram banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, takdir soal kelahiran seseorang, kematian manusia, jodoh, hingga hari kiamat. Hal ini sesuai dengan keterangan dari firman-Nya dalam surat An Nisa ayat 78 yang berbunyi,
أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكْكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ ۗ وَإِنْ تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَقُولُوا هَٰذِهِ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۖ وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَقُولُوا هَٰذِهِ مِنْ عِنْدِكَ ۚ قُلْ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۖ فَمَالِ هَٰؤُلَاءِ الْقَوْمِ لَا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ حَدِيثًا
Artinya: "Di manapun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kukuh. Jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan, "Ini dari sisi Allah," dan jika mereka ditimpa suatu keburukan, mereka mengatakan, "Ini dari engkau (Muhammad)." Katakanlah, "Semuanya (datang) dari sisi Allah." Maka mengapa orang-orang itu (orang-orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan (sedikit pun)?"
Termasuk pula segala musibah dan bencana yang terjadi di muka bumi ini yang menjadi contoh takdir mubram. Seperti, gempa bumi, kekeringan, gunung meletus, dan lain-lain. Allah SWT berfirman dalam surat Al Hadid ayat 22,
__ADS_1
مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ
Artinya: "Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah." (QS Hadid ayat 22) " jelas Naazwa panjang lebar, dengan penuturan yang begitu lembut, agar anak-anaknya memahami perkataannya.
"Kalian sudah pahamkan Nak?" tanya Naazwa, dan quadruplets langsung mengangguk kepala mereka secara bersamaan. "Alhamdulillah, jadi sekarang kalian tidak boleh berpikir seperti tadi lagi ya? Dan ingatlah, apapun yang terjadi semuanya sudah ditentukan oleh Allah Azza wa Jalla, dan semuanya sudah tertulis di Lauh Mahfudz, yaitu kitabnya Allah. Kalian pahamkan?" kata Naazwa dan mereka kembali mengangguk.
"Alhamdulillah, sekarang kalian mandi ya sama Mbok surti. Biar nanti kita bisa sholat Maghrib berjamaah," kata Naazwa lagi.
"Baiklah Mymah kalau begitu kami mandi dulu ya?" balas Yumna dan Yunda. Dan akhirnya mereka pun bergegas pergi meninggalkan Rio dan Naazwa yang saat ini sedang duduk di lantai.
"Terima kasih ya Sayang. Kamu memang istri yang terbaik untukku," ucap Rio, seraya ia mengecup lembut dahi istrinya itu.
"Sama-sama Bei. Ya Sudah sekarang kita mandi juga yuk Bei," ajak Naazwa, seraya ia bangkit dari duduknya, lalu ia pun menarik tangannya Rio.
"Ayoo, siapa takut! Kita mandi barengkan Sayang?" tanya Rio dengan penuh semangat.
"Eh! Tidak-tidak, kita mandi masing-masing saja! Bisa gawat kalau mandi berdua sama Bibei!" gerutu Naazwa sambil ia berjalan terlebih dahulu dengan sedikit tergesa-gesa.
"Loh kok gitu sih Yank? Bukankah tadi kamu duluan ya yang ngajak Bibei mandi? Sekarang harus tanggung jawab dong, Sayang!" kata Rio, sambil ia mengikuti langkahnya Naazwa.
...⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💚❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶...
Jangan lupa Dukung author ya 😉 Berikan VOTE, LIKE, HADIAH, & KOMNTAR. Biar Author semangat UP Oke😉
__ADS_1