GADIS BERCADAR Bermata Hijau V DUDA BERANAK Kembar Empat.

GADIS BERCADAR Bermata Hijau V DUDA BERANAK Kembar Empat.
JODOH YANG DITITIPKAN.


__ADS_3

•⊶⊷❉্᭄͜͡💚 Mutiara Hikmah 💚❉্᭄͜͡⊶⊷•


Latihlah diri agar senantiasa berbuat baik. Latihlah hati agar senantiasa berprasangka baik, dan latihlah lisan untuk senantiasa berkata yang baik. Karena kebaikan yang kita lakukan akan mengundang rahmat Allah, dengan kebaikan itu pula kita akan mudah melakukan kebaikan yang lainnya.


So lakukan semuanya dengan hati yang ikhlas, agar harimu menjadi indah karena Rahmat Allah senantiasa menyertai kita.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💚❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷•


"Hah? Apa artinya waktu itu memang sudah salah jodoh?!"


Hans benar-benar kaget tatkala mendengar cerita sesungguhnya dari Bosnya. Dan ia juga tak menyangkalnya, karena memang saat mereka ta'aruf, ia begitu terpesona melihat matanya Yumna. Apalagi disaat ia diberi kesempatan untuk melihat wajahnya. Seketika itu juga ia langsung mengatakan setuju untuk menikahinya.


"Ya benar! Dari awal memang sudah salah semuanya Hans. Maka dari itu, sudah seharusnya kita perbaiki kesalahan itu!" balas Ardiyan terdengar tegas, dan dengan tatapan serius pada Hans.


"Maaf Pak! Sepertinya saya sudah tidak berminat lagi! Karena saya tidak ingin berurusan dengan yang namanya pernikahan lagi!" ujar Hans, sama seperti Ardiyan, ia juga menyatakan ucapan dengan tegas juga. Yang artinya, ia benar-benar sudah tidak berminat untuk menikah lagi.


"Sudah tidak berminat? Apakah kamu sadar apa yang kamu ucapkan Hans? Apa itu artinya selama kamu mengikutiku belajar dipondok Bang Fahmi, tidak ada satupun ilmu yang nyankut diotak kamu hm?" tanya Ardiyan, dengan tatapan tajamnya. Ia terlihat kesal, karena sebenarnya ia selalu mengajak asistennya itu, berharap agar ia menjadi manusia yang lebih baik lagi. Dan memahami ilmu agama, walaupun belum sempurna, tapi ia akan mengikuti syariatnya.


"Maaf Pak!" balas Hans, sambil menundukkan wajahnya.


"Haiis..sepertinya aku harus memancing ingatan Lo dulu ya? Tapi Baiklah kalau begitu, gue akan ingatkan lagi," ujar Ardiyan pasrah.

__ADS_1


"Hans? Emang sih pernikahan itu selalu menjadi pertanyaan. Apakah menikah itu wajib ataukah sunnah? Tapi kamu tahukan? Kalau isi Al Qur'an adalah perintah dari Allah? Nah ddalam Al Qur'an surat An-Nur ayat 32, Allah memperintahkan hamba-Nya untuk menikah seperti yang dikatakan dalam firman-Nya.


Allah Ta’ala berfirman:


وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ


“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui” (QS. An Nur: 32).


Dalam ayat ini terdapat perintah untuk menikah. Namun para ulama berbeda pendapat mengenai apakah menikah itu wajib ataukah sunnah menjadi 3 pendapat:


Pendapat pertama


Madzhab zhahiri berpendapat bahwa hukum menikah adalah wajib, dan orang yang tidak menikah itu berdosa. Mereka berdalil dengan ayat di atas, yang menggunakan kalimat perintah وَأَنْكِحُوا (dan nikahkanlah..) dan perintah itu menunjukkan hukum wajib.


Mereka juga mengatakan bahwa menikah adalah jalan untuk menjaga diri dari yang haram. Dan kaidah mengatakan:


“kewajiban yang tidak sempurna kecuali dengan sesuatu, maka sesuatu tersebut hukumnya wajib”


Pendapat kedua


Madzhab Syafi’i berpendapat bahwa hukum menikah adalah mubah, dan orang yang tidak menikah itu tidak berdosa. Imam Asy Syafi’i mengatakan bahwa menikah itu adalah sarana menyalurkan syahwat dan meraih kelezatan syahwat (yang halal), maka hukumnya mubah saja sebagaimana makan dan minum.


Pendapat ketiga

__ADS_1


Pendapat jumhur ulama, yaitu madzhab Maliki, Hanafi dan Hambali berpendapat bahwa hukum menikah itu mustahab (sunnah) dan tidak sampai wajib.


Akan tetapi hukum nikah menjadi wajib apabila seseorang telah mampu untuk membangun berumah tangga, baik secara fisik, mental maupun finansial. Selain itu, menikah bisa membantu seseorang terhindar dari perbuatan zina yang dilarang dalam Islam.


Sementara itu, hukum menikah bagi perempuan adalah wajib menurut Ibnu Arafah. Hal tersebut dikatakan wajib apabila seorang perempuan tidak mampu mencari nafkah bagi dirinya sendiri dan jalan satu-satunya, yakni dengan menikah," jelas Ardiyan panjang lebar memberikan pengertian pada Hans, yang sejak tadi hanya diam saja. Menyimak perkataa Ardiyan.


"Hans, kalau mengikutin hukum, kamu wajib untuk menikah. Kenapa? Karena dalam segi, fisik, umur, mental, dan finansial. Untuk itu kamu tidak bisa berkelit lagi Hans. Jadi menikahlah dengan Inayah, Hans," lanjut Ardiyan, sembari ia memegang tangan Hans yang berada di meja saat itu.


"Beri saya alasannya Pak! Mengapa saya harus menikahinya?" tanya Hans, terdengar lirih. Sebenarnya sudah amat jenuh sekali dengan pembahasan prihal jodohnya. Namun ia tak punya keberanian untuk melawan Bosnya itu. Karena mau bagaimana pun Bos, pernah berjasa dikeluarganya. Makanya ia seperti tak punya pilihan lain, kecuali menuruti keinginan Bosnya itu.


"Alasannya, karena dia anak yatim-piatu Hans. Ditambah lagi, dia orangnya bergitu tertutup. Makanya istriku selalu saja memikirkannya. Dan alasan yang menakutkan bagiku ialah, Aku disuruh menikahinya, bila sampai umurnya mencapai dua puluh lima tahun belum juga menikah. Gilakan bini guekan? Dia rela berbagi suami saking sayangnya dia sama gadis itu!" jelas Ardiyan, yang dikalimat terakhirnya, ia menyempilkan senyuman yang terlihat sedih Dimata Hans.


"Baiklah kalau begitu saya akan menikahinya Pak?" balas Hans, tanpa ingin berpikir lagi. Membuat wajah Ardiyan seketika berubah senang.


"Alhamdulillah.. terima kasih Hans, kamu telah menyelamatkan nyawaku!" ucap Ardiyan, sembari ia bangkit dan dengan spontan juga Hans ikut bangkit, membuat Ardiyan dengan memudah memeluk Asistennya itu.


"Sama-sama Pak!" balas Hans terlihat pasrah saat di peluk Bos.


"Oke kalau begitu kita nanti akan menentukan hari dan tanggalnya! Dan kamu tidak perlu memikirkan apapun. Karena aku yang akan menyiapkan semuanya, Oke!" kata Ardiyan lagi, yang memang terlihat sekali ia begitu senang, mendengar kesediaan Hans, untuk menikahi Inayah, mantan santriwatinya Anisah. Yang kini ia sudah menjadi seorang Ustadzah di pondok pesantren An-Nur, milik orang tua Anisah.


"Baiklah Pak, saya akan mengikuti sesuai keinginan Anda!" balas Hans sembari tersenyum keterpaksanya.


"Bagus! Kalau begitu ayo kita pulang!" kata Ardiyan, lalu ia pun beranjak dari sana dan diikuti oleh Hans dari belakang.

__ADS_1


"Yaa Allah, Semoga keputusan ini tidak salah lagi! Dan semoga dia memang benar-benar jodoh yang dititipkan untukku!" batin Hans.


...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...


__ADS_2