GADIS BERCADAR Bermata Hijau V DUDA BERANAK Kembar Empat.

GADIS BERCADAR Bermata Hijau V DUDA BERANAK Kembar Empat.
PERTEMPURAN!


__ADS_3

•⊷⊶⊷❉্᭄͜͡💚 Mutiara hikmah 💚❉্᭄͜͡⊶⊷⊷•


HARGAI PROSES


Setiap orang sudah punya jatah terbaiknya, tidak perlu iri terhadap pencapaian orang lain, tidak pula sedih atas yang kau capai.


Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain, jangan pula tidak menghargai hasil kerjamu meski hanya maju selangkah


Berterimakasihlah kepada dirimu karena tak menyerah saat yang lain diam, tak bergerak dan mengeluh. Ajak dirimu terus berproses.


Apresiasi dirimu jika berani bergerak. Lalu optimalkan dan maksimalkan dirimu untuk menjadi versi terbaikmu di hadapan Allah.


Yakinlah Allah Yang Maha Baik, selalu ada buat dirimu, dekati saja dengan terus mempersembahkan yang terbaik karena-Nya.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


••┈┈•┈┈••┈••✾•◆❀💚❀◆•✾••┈••┈┈•┈┈••


Karena niatnya yang selalu saja gagal membuat Rio, jadi patah semangat. Apa lagi setelah melihat mata si bocil yang terlihat cerah, setelah menangis, membuat mood Rio pun hilang. Dan akhirnya ia memilih pergi keruang kerjanya, meninggalkan Naazwa yang terlihat masih menggendong baby boy. Sedangkan Naazwa yang melihat hal itu, membuat ia merasa bersalah.


"Kasian Bibei, pasti beliau kecewa banget, karena keinginannya selalu di tunda lagi," gumam Naazwa, saat ia menggendong buah hatinya.


"Nak, Mymah kelonin ya ditempat tidur? Tapi kamu harus bobo ya Nak?" katanya lagi, pada si kecil. Seraya ia melangkah menuju ke tempat tidurnya. Setelah sampai ia pun meletakkan si bungsu diatas tempat tidurnya. Lalu ia pun membaringkan tubuhnya tepat disebelah baby boy. Setelah itu ia pun mulai menyusui buah hatinya. Seraya ia mengusap-ngusap kepala si kecil. Berharap ia segera tertidur.

__ADS_1


Cukup lama Naazwa menyusui bayinya. Namun tak kunjung jua si bocil tertidur. Malahan justru Naazwa yang akhirnya tertidur tanpa ia sadari. Dan belum lama ia tertidur Rio pun, kembali masuk ke dalam kamar mereka.


"Ay.. dia kok malah tidur sih? Apa Aku bangunin saja ya?" gumam Rio, saat melihat istrinya yang sedang tertidur pulas, "Aah, kasian.. kayaknya dia capek banget deh? Ya sudahlah Rio, urungkan saja niat kamu! Istri kamu capek tau! Dia ngurus kamu! ngurus anak-anak kamu! Jadi wajarlah kalau dia kecapean!" gumamnya lagi pada dirinya sendiri.


"Hmm.. sudahlah biarkan tidur! Dan sebaiknya Aku tidur di ruang kerja sajalah! Biar tidak ingat sama hal begituan!" gumamnya lagi. Lalu ia pun langsung beranjak dari kamarnya tersebut dan langsung menuju ke ruang kerjanya.


Sesampainya ia di ruang kerja, ia bukannya langsung tidur, melainkan ia kembali ke meja kerjanya. Tuk beberapa saat ia terlihat sudah fokus pada layar laptopnya. Hingga akhirnya rasa kantuk pun mulai menyerangnya juga.


"Aah sudahlah! Lanjut besok saja! Sekarang sebaiknya aku tidur sajalah!" gumamnya, lalu ia pun bangkit dari duduknya, lalu ia pun berjalan menuju kesebuah tempat tidur yang berukuran empat kaki, yang berada di ruang kerjanya itu. Setibanya di tempat tidur tersebut, Rio pun membaringkan tubuhnya di sana. Dan bahkan ia langsung memejamkan matanya.


Namun baru dua puluh menit ia tertidur, tiba-tiba tubuhnya seperti ada yang meraba-rabanya. Membuat ia langsung tersentak dan langsung membuka matanya, "Sayang! Kamu kok disini?" sentak Rio sedikit terkejut. Karena ternyata yang meraba-rabanya adalah istrinya sendiri.


"Eh, Bibei kaget banget ya? Maaf ya Bei, Zwa jadi membangunkan Bibei," ujar Naazwa dengan suara lembutnya.


"Nggak papa kok Sayang. Tapi bukannya tadi kamu sudah tertidur ya? Kok bangun lagi sayang?" tanyanya lagi terlihat penasaran.


Mendengar perkataan Naazwa Rio pun terlihat senang. Namun tiba-tiba ia teringat pada si buah hatinya yang masih kecil, "Tapi Sayang, Bibei takut baby boy terbangun? Apalagi kita disini pasti kita tidak akan kalau dia terbangunkan? Jadi lebih baik kamu kembalilah, Bibei nggak papa kok, asalkan kamu tidak didekat Bibei," ujar Rio, yang wajahnya antara ikhlas dan tak ikhlas.


"Bibei tenang saja, in shaa Allah dia tidak akan terbangun kok, kan sekarang dikamar kita sedang hening, lagian tadi Zwa sudah menyusuinya cukup lama kok. Jadi Bibei bisa sudah bisa melakukannya sekarang," balas Naazwa, menyakinkan Suaminya.


"Benarkah itu Sayang? Kamu benar-benar Yakin, salingan ku tidak akan bangun? Maaf Sayang, Bibei hanya tidak mau, saat sedang memuncak, tau-tau tak sampai, itu sangat menyiksa Bibei makanya, lebih baik tidak usah dari pada tersiksa," ujar Rio, lagi yang terlihat ia masih ada keragu-raguan.


"Zwa paham kok Bei, makanya itu, Zwa kesini agar tak mengganggu Baby Boy bobo! Dan insya Allah Dia tidak akan terbangun kok, jadi Bibei bebas hari ini," balas Naazwa, seraya ia naik keatas tubuh Rio, dan langsung meraih bibir suaminya itu membuat mata Rio langsung membulat sempurna, melihat keberanian istirnya.

__ADS_1


Mendapat serangan mendadak, Rio pun tak mau, tinggal diam. Dan akhirnya, ia pun membalas serangan tersebut. Namun tak berapa lama Naazwa melepaskan tautannya, membuat Rio langsung tersentak.


"Aakh..! Kok dilepas Sayang?" tanya Rio, yang terlihat ia seperti tidak rela Naazwa melepaskannya begitu saja.


"Bibeikan belum baca doa!" balas Naazwa apa adanya.


"Aah iya Maaf Sayang! Kalau begitu kita baca doa dulu ya," balas Rio


"Na'am Bei," balas Naazwa dan keduanya pun menengadahkan kedua tangan mereka. Lalu mereka pun doa bersihgama.


بِسْمِ اللهِ العِلِيِّ العَظِيْمِ، اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنْ قَدَّرْتَ أَنْ تَخْرُجَ مِنْ صُلْبِيْ، اَللَّهُمَّ جَنِّبْنِي الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنِيْ


Bismillahil 'aliyy al-azhim. Allahumma ij`alhaa dzurriyatan thayyibah, in kunta qaddarta an tukhrija dzaalika min shulbi. Allahumma jannibni asy-syaithaan wa jannib asy-syaithaan maa razaqtanaa.


Artinya: "Dengan nama Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. ya Allah, jadikanlah ia keturunan yang baik bila Kau takdirkan ia keluar dari tulang punggungku. Yaa Allah jauhkan aku dari setan, dan jauhkan setan dari benih janin yang Kau anugerahkan padaku."


Setelah melakukan ritual doanya, Rio pun mengikuti aturan Sunnahnya. Yaitu mencumbui Istrinya setelah membaca doa bersihgama. Di mulai dengan kecupan lembut pada dahinya Naazwa lalu turun ke kedua matanya, turun kembali menuju ke dua pipinya, lalu singgah ke pucuk hidungnya dan terakhir ia pun meraih Bibir ranumnya Naazwa. Untuk sesaat ia begitu menikmatinya. sehingga suara kecapannya terdengar begitu jelas.


Rio terlihat begitu bersemangat, apalagi saat Naazwa mulai melingkarkan tangannya ke lehernya. Membuat hasrat semakin membara. Sehingga jiwa pertulangannya pun meronta ingin segera melabuhkan hasratnya. Apalagi sudah cukup lama ia tak mendapatkannya membuat pertempuran tersebut terkesan begitu ganas. Sehingga rasa dingin yang di timbulkan dari AC di ruangan tersebut, tak berasa lagi, karena keduanya sudah kini telah bermandikan keringat, saking hotnya pertempuran percintaan mereka.


Dan akhirnya GOOLL!! satu sama!


...┈••┈••✾•◆❀💚❀◆•✾••┈••┈...

__ADS_1


Terus dukung author terus ya guys 🙏


Oh iya mana nih? Kok baru satu orang yang chat Author? Ayo dong kirimkan nomor kontaknya, biar secepatnya Author isi.


__ADS_2