
•⊷⊶⊷❉্᭄͜͡💚 Mutiara hikmah 💚❉্᭄͜͡⊶⊷⊷•
Bersangka baiklah walaupun keadaannya tidaklah sebaik yang kita sangka. Bukan menyangkal realita tetapi demi ketenangan hati yang dijaga."
Segala tingkah laku makhluk adalah dengan izin Allah juga. Jika ada orang “menghadiahkan” air mata pada kita, itu tandanya Allah sedang mendidik kita tentang sifat sabar.
Manusia yang menyakiti itu hanyalah sebagai “asbab” saja. Jika kita di sakiti oleh dia, maka DIA sedang mengajar kita arti ridha.
Keimanan kepada ALLAH Ta'ala akan menimbulkan rasa sabar untuk kita menghadapi setiap prilaku orang-orang terhadap kita.
Orang yang buruk sangka pasti akan merasa tersiksa dua kali, pertama dengan sangkaannya di atas segala keburukan yang belum terjadi,dan segala kesakitan dan kepedihan setelah apa yang terjadi.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
••┈┈•┈┈••┈••✾•◆❀💚❀◆•✾••┈••┈┈•┈┈••
"Ooh.. jadi ceritanya Bang Hans lagi kangen yaa? Sama ukhty Yumna?" tanya seorang wanita.
Mendengar pertanyaan itu, jantung Hans, seketika berdetak begitu kencang. Apalagi ia begitu mengenali pemilik suara tersebut. Sehingga membuat ia sedikit ragu ingin menoleh ke sumber suara tersebut. Namun karena takut terjadi salah paham akhirnya ia pun menoleh juga kebelakang.
"Eh, Sayang, kamu dari mana? Katanya kamu berada didalam pondok, kok ada disini?" tanya Hans, bermaksud mendekati wanita tersebut, yang tak lain adalah Inayah.
__ADS_1
Melihat Hans mulai melangkahkan kakinya ke arah dirinya, Inayah pun melangkah mundur, "Emangnya kalau sudah didalam pondok tidak boleh keluar lagi ya? Oooh.. Atau jangan-jangan Nayah sudah mengganggu Bang Hans, yang lagi teringat sama Ukhty Yumna ya. ? Kalau begitu maaf deh, karena sudah mengganggu Abang!" balas Inayah, seraya ia melangkahkan kakinya menuju ke arah pondoknya berada.
Mendengar perkataan Inayah, Hans amat terkejut sekali, "Eh! Sayang, kamu kok ngomong seperti itu sih? Kamu sudah salah paham terhadap Abang, jadi please dengarkan dulu penjelasan Abang Sayang," ucap Hans, seraya ia mengikuti langkah kaki istrinya yang menuju ke pondoknya.
"Salah paham apa sih Bang? Jangan khawatir deh, Nayah bukan orang yang seperti itu! Jadi Abang bebas kalau Abang ingin menikmati masa-masa kenangan Abang saat bersamaan Ukhty Yumna kok! Lagian Nayah inikan hanya sebagai pengganti sajakan! Karena wanita yang sebenarnya Abang cintai adalah ukhty yu..." balas Inayah, yang kini suaranya terdengar sedikit bergetar. Sembari ia masih terus berjalan tanpa menoleh sedikitpun pada Hans.
Namun tatkala Inayah ingin menyebutkan namanya Naazwa, tiba-tiba saja, tangan kanan Hans langsung menarik tangannya. Sehingga tubuh Inayah membalik kebelakang dan dengan cepat tangan kirinya Hans langsung menyambut pinggangnya Inayah dan saat bersamaan bibirnya langsung meraih bibirnya Inayah, karena memang kebetulan areanya adalah area wanita membuat ia membuka cadarnya.
Inayah yang mendapatkan serangan mendadak. Membuat matanya langsung terbelalak melihat suaminya yang seakan tak memiliki kesalahan sedikitpun padanya, terlihat begitu menikmati bibirnya tanpa rasa bersalah sedikitpun. Melihat hal itu malah membuat hati Inayah malah menjadi panas,
"Ummm!! Umm...!!" protes Inayah, seraya ia memukul-mukul dada bidang suaminya itu. Karena pukulan istrinya terasa semakin kencang membuat Hans langsung melepaskan tautannya.
"Iiikh..! Bang Hans! Sembarang aja sih! Kalau dilihat para santriwati kan malu! Ingatlah kita ini sedang berada di pondok tau!" protes Inayah, seraya ia melihat disekitarnya, karena ia takut, kalau-kalau ada santriwati yang melihat.
"Eh! Abang mau bawa Nayah kemana?" tanya Inayah heran. Namun ia tetap mengikuti langkah suaminya. Ia semakin heran tatkala langkah Hans berhenti tepat di depan pondok miliknya, "Eh, dari mana Abang tahu kalau ini pondok Nayah?" tanyanya lagi, dengan wajah herannya.
"Haiis.. bisakah Abang menjawabnya didalam hm? Atau disini ada larangan, yang tidak memperbolehkan seorang suami masuk kedalam kamarnyakah?"' tanya Hans, seraya ia mengerenyitkan dahinya.
"Eh, apaan sih! Jangan mengada-ada deh! Ya udah Abang boleh masuk!" balas Inayah dengan ketus. Seraya ia membuka pintu pondoknya, dan belum lagi, pintu terbuka lebar, Hans sudah main nyelonong masuk.
Bahkan Hans langsung memeriksa isi pondok Inayah, yang terlihat memiliki kamar tidur satu, dengan dapur yang terbilang kecil karena menempel dengan kamar mandinya. Sedangkan diruangan depan hanya ada sebuah karpet bulu saja tidak ada kursi satupun. Namun suasana terasa nyaman bagi Hans, apalagi saat melihat tempat tidurnya, yang berukuran empat kaki itu, membuat Hans teringat ketika mereka tinggal di daerah ST.
__ADS_1
"Abang mau ngapain sih? Kok malah kesana-kemari? Bukannya menjawab pertanyaan Nayah! Padahal katanya mau jawab! Ini udah didalam malah..." protes Inayah, merasa heran dengan tingkah laku suaminya. Namun belum lagi ia menyelesaikan perkataannya, Hans malah kembali menarik tangan Inayah dan otomatis, tubuh Inayah masuk kepelukannya Hans. Seraya bibirnya kembali meraih bibirnya Inayah.
Sekali lagi mata Inayah terbelalak melihat kelakuan suaminya yang tanpa memberi aba-aba langsung mencium Bibinya, "Ummm...!!" protesnya lagi, namun tak dihiraukan oleh Hans. Ia malah asyik menikmati bibir Inayah. Pada awalnya, ciumannya terasa kasar makanya Inayah protes. Namun karena tautannya semakin terasa begitu lembut. Membuat tangan Inayah yang tanpa sadar kini sudah melingkar di leher Suaminya.
Melihat istrinya yang yang sudah ikut terhanyut, Hans pun langsung menggendong tubuh istrinya ala bridal style. Dan tanpa basa-basi lagi, ia pun langsung membawanya kekamar Inayah yang hanya tertutup oleh kain tirai saja. Dan dikala Hans sudah meletakkan tubuh istrinya diranjangnya. Dan bermaksud ingin mencumbui Istrinya, tiba-tiba tangan Inayah langsung mendorong tubuhnya Hans.
"Apa yang mau Abang lakukan? Bukankah Abang bilang Abang tidak mau melakukan itu! Sampai-sampai Abang tega membentak Nayahkan?Jadi sebaiknya jangan..." ujar Inayah, Mengingatkan Hans, kala ia membentak Inayah. Mendengar perkataan istrinya Hans langsung menyelanya.
"Maaf Sayang! Abang yang salah, itu karena Abang tidak tahu kalau, ternyata melakukan ia sangat bagus untuk kandungan kamu, jadi maafin Abang ya Sayang," balas Hans, seraya memasang wajah iba, agar Inayah mau memaafkannya.
"Untuk apa Abang minta maaf, orang Abang nggak salah kok! Lagian sekarang Nayah sadar kok, kalau Nayah hanya seorang pengganti jadi, tidak boleh meng..." ujar Inayah. Namun tangan Hans langsung menutup mulutnya. Karena ia paham arah pembicaraannya. Pasti saat ini istrinya sedang menyinggung hubungannya dengan Naazwa.
"Siapa yang bilang kamu hanya pengganti hm? Kamu bukanlah pengganti Sayang. Karena yang sebenarnya orang yang akan di jodohkan pada Abang saat itu memang kamu Sayang. Hanya saja Umi salah memanggil orang. Itu yang diceritakan oleh pak Ardiyan pada Abang. Jadi kamu bukanlah pengganti, seperti yang kamu katakan." balas Hans yang akhirnya ia pun menceritakan semua yang ia dengar dari Ardiyan pada Inayah. Membuat Inayah tak bisa berkata apapun lagi, ia hanya bisa terdiam mendengar ceritanya Hans.
"Sekarang kamu sudah tahukan? Jadi jangan pernah berpikir hal seperti tadi lagi ya?" lanjut Hans lagi.
"Hum.. walaupun ceritanya seperti itu, tapi Abang sukakan? Sama ty Yumna? Malahan tadi Abang menyebutkan namanya segala! Jadi Artinya Abang lagi kangen..." protes Inayah, Namun lagi-lagi perkataannya kembali terhenti, karena bibir Hans sudah kembali mendarat kebibirnya Inayah. Namun ciuman itu hanya sesaat.
"Abang tidak pernah merasa kangen sama Dia. Abang tadi hanya teringat tempat itu saja. Karena Yumnakah yang membawa Abang kesana. Tapi yang Abang Kangenin saat ini hanya kamu Sayang," balas Hans, yang kemudian ia pun langsung mencumbui Istrinya.
...•┈••┈••✾•◆❀💚❀◆•✾••┈••┈•...
__ADS_1
Terus dukung author ya guys dan jangan lupa berikan 👉 ⭐ ⭐⭐⭐⭐ + 👍 serta komentarnya oke 😉 Syukron 🙏🥰