
•⊶⊷❉্᭄͜͡💚 Mutiara Hikmah 💚❉্᭄͜͡⊶⊷•
"Tak semua keinginan harus ditakdirkan sampai pada genggaman. Dan tidak semua mimpi tergesa-gesa hadir dalam kenyataan.
Bagaimana mungkin seorang hamba memperoleh kesabaran yang tiada bertepi jika tidak diuji?
Layaknya mentari membiarkan hujan hadir membelenggu sinarnya disiang hari.
Semua akan hadir pada saatnya. Pada tempatnya dan pada takarannya.
Jadi ingatlah, ketika Sabar tiada terbatas. Maka Ikhlas pun tak akan tersisikan."
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💚❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷•
Setelah memberikan pengertian pada Anak-anak Sambungnya. Naazwa pun membawa suaminya, ke kamar mereka, yang kini Rio berada dilantai dasar. Karena tidak mungkin Naazwa harus membawa suaminya kelantai dua dalam keadaan kaki yang belum diperbolehkan untuk digunakan. Untuk itu, mereka, terpaksa harus pindah kamar untuk sementara waktu. Setibanya di dalam kamar, Naazwa pun membantu suaminya untuk Mandi. Pada awalnya, Rio tak pernah mau dibantu oleh Naazwa dan ia selalu meminta bantuan Gilang.
Namun lama-kelamaan akhirnya Rio menerima bantuan dari istrinya. Karena tidak mungkin juga Gilang selalu berada didekatnya. Dan kini ia mulai terbiasa dibantu oleh Naazwa. Dari Mandi, memakaikan baju, Sampai menyisirkan rambutnya. Naazwalah yang melakukannya. Seperti seorang ibu, yang selalu membantu Anaknya dikala mereka kecil. Setelah selesai Naazwa akan membiarkan suaminya ditempat tidurnya sambil menunggu ia mandi dan segala macamnya.
Setelah dilihatnya istrinya telah rapi, Rio yang sejak tadi kepikiran, akan rasa bersalahnya. Ia pun meminta Naazwa agar ikut duduk di ranjang mereka, "Naaz? Kemarilah," panggilnya, sembari ia menepuk spring bednya tepat disisinya saat ini. Yang terlihat ia sedang duduk bersandar di kepala tempat tidurnya.
"Baiklah Bei," Naazwa pun menuruti keinginan suaminya, ia pun duduk disebelah kirinya Rio. Dan tangan Rio pun menyambut pundak istrinya agar kepala Naazwa bisa bersandar didada baguan bahunya. Untuk beberapa saat mereka hanya saling diam. Hingga akhirnya Rio yang membuka suara duluan.
"Naaz?" panggilnya begitu lembut.
__ADS_1
"Hmm?"
"Maafkan Bibei ya?" kata Rio lagi.
"Maaf buat apa Bei?" tanya Naazwa seraya mendongakkan wajah penasarannya ke Rio.
"Maaf, karena perkataanku yang waktu kita di BT. Ketika aku memintamu meminum pil kontrasepsi itu, yang akhirnya malah menjadi bala untukku. . Mendengar penjelasanmu pada anak-anak tadi. Akhirnya aku sadar. Bahwa perkataanku tidak akan menyentuhmu waktu itu, seakan menjadi doa, untukku. Dan Kini, bukan hanya tak bisa menyentuhmu. Bahkan aku sudah membuat diri kamu susah. Untuk itu, Bibei meminta maaf padamu Naaz. Jadi maafin Bibei ya Naaz," kata Rio begitu tulus, dan dengan wajah penyesalan.
Naazwa tersenyum lembut pada Rio, lalu ia mengubah posisi duduknya. Seraya ia melepaskan rangkulan tangan Rio yang ada di pundaknya. Lalu tangan itu ia raih dan kemudian ia pun mengecupnya dengan lembut.
"Bei? Zwa sudah memaafkan Bibei kok, jauh dari sebelum Bibei memintanya. Tapi sebenarnya perkataan itu terucap, bermula dari Zwa, yang tak ingin mengikuti keinginan Bibei, karena itu, Zwa juga minta maaf ya Bei," balas Naazwa, yang terlihat ia kembali mengecup tangan suaminya.
"Kamu nggak salah kok Naaz, akulah yang salah. Karena telah memaksakan kehendakku. Tapi aku melakukan itu, karena ada alasannya, mengapa aku tak menginginkan kamu hamil. Itu karena aku tak ingin kamu..." jelas Rio. Namun belum lagi ia menyelesaikan penjelasannya, tangan Naazwa langsung mulut Riio, seraya berkata.
"Bei? Tiap ayat yang diturunkan Allah SWT mengandung pesan masing-masing yang perlu dibawa rasul-Nya untuk para hamba-Nya. Salah satunya Allah SWT berfirman tentang tiap makhluk yang berjiwa akan menemui kematian. Seperti di dalam surat Ali Imran ayat 185.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
Artinya: "Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya."
(QS Ali Imran ayat 185)
Itu berarti, tiap manusia memiliki masanya yang telah ditakdirkan masing-masing. Dan itu sudah tertulis dalam Lauh Mahfudz. Sebab itu, takdir kematian tersebut tidak akan mengenal usia muda atau pun tua, tidak pula mengenal jenis kelamin baik perempuan maupun laki-laki.
__ADS_1
Dan Ayat 185 ini juga mengandung pesan agar umat muslim dapat mengingat kematian dan mempersiapkan diri untuk segala yang akan mereka hadapi di akhirat kelak. Umat muslim yang mampu mengaplikasikan pesan inilah yang disebut sebagai mukmin cerdas. Seperti yang dikatakan dalam salah satu sabda Rasulullah ﷺ
Dari Ibnu 'Umar, ia berkata,
كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَجَاءَهُ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- ثُمَّ قَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ قَالَ : « أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا ». قَالَ فَأَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ قَالَ : « أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الأَكْيَاسُ ».
Artinya: Aku pernah bersama Rasulullah SAW, lalu seorang Anshor mendatangi beliau, ia memberi salam dan bertanya,
'"Wahai Rasulullah, mukmin manakah yang paling baik?" Beliau bersabda, "Yang paling baik akhlaknya."
"Lalu mukmin manakah yang paling cerdas?" ia kembali bertanya. Beliau bersabda, "Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk alam berikutnya, itulah mereka yang paling cerdas." (HR Ibnu Majah).
"Jadi Bibei jangan kaitkan, meninggalnya ibu quadruplets, dikarenakan ia melahirkan. Tapi itu karena, memang takdirnya hanya sampai disana, Bibei. Seperti halnya Bibei ketika, mobil Bibei yang masuk jurang. Bahkan mobil itu hancur berantakan, kalau kita lihat kondisi mobil tersebut. Kayaknya tidak mungkin Bibei akan selamatkan? Tapi lihatlah? Takdir Allah berkata lainkan? Bibei masih diberi kesempatan untuk hidup. Dari sini Bibei pahamkan?"
Penjelas Naazwa yang panjang lebar. Membuat hati Rio langsung menghangat, itu menandakan bahwa ia membenarkan perkataan istrinya.
"Terima kasih Naaz, terimakasih untuk semuanya," kata Rio, seraya tangan kirinya menarik tangan istrinya. Sehingga Naazwa langsung masuk ke dalam pelukan Rio.
"Sama-sama, Bei. Terima kasih juga, karena Bibei mau mendengarkannya," balas Naazwa, karena sebenarnya waktu di daerah BT, ia bermaksud menjelaskan itu juga. Namun terhenti karena kemarahan Rio, yang langsung pergi meninggalkannya. Setelah selesai mengatakan itu Naazwa langsung mengecup pipi Rio. Membuat darah Rio Seketika berdesir.
"Naaz? Kamu menggoda Bibei! Lihatlah adikku langsung terbangun! Gimana ini, aku belum bisa melakukan itu!" ujar Rio, sambil matanya memberi isyarat kebagian bawahnya.
"Hah?! Hanya kecup pipi langsung bereaksi?"
...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...
__ADS_1