
•⊶⊷❉্᭄͜͡💚 Mutiara hikmah 💚❉্᭄͜͡⊶⊷•
“LIDAH memang sangat kecil dan ringan, tapi ia bisa mengangkatmu ke derajat paling tinggi atau justru menjerumuskanmu ke dalaman terendah.” ( Imam Al-Ghazali ).
Saat kita mengeluarkan perkataan, maka sulit untuk ditarik kembali. Oleh karena itu jadikan lidah sebagai alat untuk menyampaikan kebenaran dan kebaikan, sehingga lidahmu akan mengantarkan pada derajat paling tinggi. Jangan sampai kita gunakan lidah untuk menyampaikan keburukan, karena akibatnya orang lain dan alam akan merendahkan harga dirimu.
Ingat....!!! Kita dinilai dari yang kita ucapkan. Karena apa yang keluar dari mulut kita, mencerminkan apa yang ada didalam isi hati kita. Dan tidak pandainya kita dalam menjaga lisan adalah bukti tidak pandai menjaga hati. Maka jaga hatimu, maka lisan juga ragamu akan terjaga.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💚❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷•
Hans masih didalam perjalanannya menuju rumah sakit yang berada di kota M. Alasannya ia membawa Inayah kesana, agar ia bisa langsung membawa ke rumah baru mereka. Akan tetapi saat ini Pikiran Hans, begitu kacau, pertanyaan demi pertanyaan selalu muncul di hati serta pikirannya, setelah ia mengetahui kalau istrinya sedang hamil, walaupun pada akhirnya janinnya tak dapat dipertahankan.
"Hufft! Kenapa pikiranku jadi kacau gini sih! Aakh.. sudahlah sebaiknya aku secepatnya membawa Inayah ke rumah sakit! Jangan pikirkan hal yang lainnya dulu Hans!" gumam Hans, mengingatkan dirinya sendiri. Lalu ia pun kembali mempercepat laju mobilnya. Dan satu jam kemudian, mobil Hans pun berhenti tepat di depan rumah sakit.
Setelah mobil terparkir dengan sempurna, Hans pun bergegas turun dari mobilnya. Dan langsung membuka pintu mobil bagian belakangnya. Lalu ia pun menggedong Inayah, dan membawanya keruangan UGD. Setibanya diruang UGD Inayah pun langsung ditangani oleh para dokter ahli kandungan.
Sedangkan Hans diminta menunggu diluar. Dan kini, sedang berada disebuah kursi tunggu, yang berada di koridor rumah sakit. Disaat ia sedang melamun memikirkan Inayah, tiba-tiba saja pundaknya ditepuk oleh seseorang.
"Hans? Kamu kok ada di sini? Bukankah kamu sedang berada didaerah ST ya?" tanya seorang pria seraya menepuk pundaknya Hans. Dan seketika Hans terlihat tersentak, tatkala pria menyapanya.
"Pak Dika!" sentak Hans ketika ia menoleh ke arah pria tersebut. Dika langsung mengerenyit saat ia melihat wajah kacaunya Hans
__ADS_1
"Ada apa Hans? Siapa yang sedang sakit? " tanya Dika, yang langsung menebak, pasti ada seseorang yang sedang sakit, makanya Hans datang ke rumah sakit tempatnya bekerja.
"Inayah Pak! Tadi dia terjatuh di perkebunan teh. Dan ternyata dia sedang hamil, namun janinnya tak bisa diselamatkan," jelas Hans, dengan wajah yang terlihat sedih.
"innalillahi wa inna ilaihi rojiun, yang sabar ya Hans. Mungkin belum Rezki kalian, karena Allah lebih menyayangi anak kalian, dan in syaa Allah, dia akan menjadi penolong kalian di akhirat nanti Hans," ucap Dika, seraya memeluk tubuh Hans.
"Aamiin, in shaa Allah Pak. Terima kasih, atas penjelasannya," balas Hans, ketika masih berada di dalam pelukannya Dika.
"Oh iya, siapa yang menangani istri kamu Hans?" tanya Diika lagi.
"Dokter spesialis kandungan Pak, Dokter Inne kalau tidak salah pak," balas Hans.
"Ooh, baguslah kalau begitu, Dokter Inne orangnya cekatan kok, jadi kamu tidak usah khawatir Hans," ujar Dika yang berpikir, wajah murung Hans, karena ia sangat mengkhawatirkan istrinya.
"Baik Pak! Hmm...Pak! Boleh saya berbicara dengan Anda secara pribadi Pak? tanya Hans, sedikit ragu
ruangan, Dika pun mempersilahkan Hans duduk.
"Sekarang katakanlah Hans!" ujar Dika, yang sepertinya ia tahu, kalau Hans sedang dilanda kebingungan.
"Ini pak, saya mau bertanya, kehamilan pertama wanita biasanya berapa lama Pak setelah berhubungan? Maksud saya, adakah wanita yang belum lama berhubungan langsung hamil Pak?" tanya Hans, terlihat agak canggung.
Mendengar pertanyaan Hans, Dika langsung mengerti, akan keresahannya Han, dan ia pun langsung tersenyum, seraya berkata.
__ADS_1
"Hans? Cepat atau lambatnya proses pembuahan terjadi dapat ditentukan oleh dua hal. Hal pertama adalah sel telur sudah turun ke tuba falopi. Selain itu, kecepatan ****** untuk mencapai tuba juga sangat menentukan.
Makanya menurut riset dari The BMJ, ****** bisa berenang secepat 2—15 menit menuju tuba falopi untuk bertemu sel telur. ****** yang bergerak dalam 15 menit memiliki peluang sukses yang lebih besar. Namun, kesuksesan pembuahan ini juga dipengaruhi oleh umur dari masing-masing sel.
Sel ****** bisa bertahan di saluran reproduksi wanita hingga 5 hari. Sementara itu, sel telur bisa hidup selama 12—24 jam setelah ovulasi. Artinya, pembuahan bisa terjadi kapan pun dari beberapa hari sebelum dan sehari setelah ovulasi. Lantas, berapa lama kehamilan akan terjadi setelah berhubungan ****?
Jarak terjadinya kehamilan setelah berhubungan intim terhitung sejak zigot (hasil dari pembuahan sel telur dan ******) menempel di dinding rahim (endometrium). Proses penempelan bakal janin ini disebut juga implantasi. Implantasi akan dimulai dalam waktu 8—10 hari setelah pembuahan. Artinya, prediksi jarak kehamilan setelah berhubungan adalah sekitar 15 hari atau 2 minggu setelah berhubungan intim," jelas Dika panjang lebar. Membuat Hans, nampak menghelakan nafas leganya.
"Haah.. syukurlah kalau begitu," gumma Hans. Namun terdengar oleh Dika.
"Kenapa? Apakah kamu sempat menuduh istri kamu melakukan hal-hal yang kotor ya?" tebak Dika.
"Eh, saya tadi hanya bingung Pak, saat pihak puskesmas menyatakan Inayah hamil. Karena setahu saya, kami belum lama melakukan itu Pak, jadi saya.. Astaghfirullah, saya sudah su'udzon pada Inayah," balas Hans, yang terlihat ia nampak menyesal.
"Makanya sebelum kamu su'udzon pada istri kamu, seharusnya kamu bertanya dulu pada Dokter setempat Hans. Jadi kamu nggak berpikir yang macam-macam pada istri kamu. Ya sudah nanti kalau dia sudah sadar kamu harus minta maaf padanya, oke!" ujar Dika, sambil menepuk pundaknya.
"Oke Pak, in shaa Allah, saya nanti minta maaf pada Inayah," balas Hans, yang terlihat sedikit malu, pada Dika.
"Bagus! Ya sudah, sebaiknya kamu temui istri kamu! Mungkin Dokter Inne telah selesai menangani istri kamu,"
"Baik Pak, sekali terimakasih atas penjelasannya. Kalau begitu saya permisi Assalamu'alaikum,"
"Wa'alaikumus salam !" Hans pun langsung pergi meninggalkan Dika, yang terlihat masih tersenyum melihat kepergian Hans.
__ADS_1
"Heh..Ternyata pria dingin itu tokcer juga ya?"
...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...