GADIS BERCADAR Bermata Hijau V DUDA BERANAK Kembar Empat.

GADIS BERCADAR Bermata Hijau V DUDA BERANAK Kembar Empat.
ANCAMAN MEMBAWA KEBAHAGIAAN.


__ADS_3

•⊷⊶⊷❉্᭄͜͡💚 Mutiara hikmah 💚❉্᭄͜͡⊶⊷⊷•


Sudahkah kejujuran menjadi prinsip utama kehidupan kita? Jujur bukan hanya kepada orang lain namun terutama jujur kepada Allah dan diri sendiri. Ketika kita sering membohongi diri dan melazimkan perbuatan yang keliru, kita akan terbiasa untuk berbuat yang tidak benar pada orang lain.


Saat kita merasa diri masi banyak berdosa pasti ada dorongan dalam diri untuk mencari pengampunan, mencari jalan taubat. Tapi jika diri sudah merasa yang paling benar, maka nasihat bahkan teguran dari kalamullah pun tak diindahkan, naudzubillaah mindzalik..


Jadikan kejujuran sebagai modal utama diri yang harus selalu dipelihara, apapun resikonya, karna kejujuran itulah mungkin Allah masih menyelamatkan kita dari siksa api neraka, mungkin Allah membuka jalan kebaikan untuk kita dan keluarga, mungkin juga jalan rezeki akan terbuka di depan mata.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


••┈┈•┈┈••┈••✾•◆❀💚❀◆•✾••┈••┈┈•┈┈••


Satu Minggu telah berlalu dari pasca operasi Caesarnya Inayah. Bahkan kini Inayah berserta bayinya sudah diperbolehkan pulang oleh Dokter yang menangani mereka. Dan kini Hans telah membawa istri serta anak-anaknya pulang rumah mereka. Bahkan tanpa sepengetahuan Inayah, Hans sudah menyiapkan acara syukuran karena ia bisa melewati masa-masa genting ketika menjalani operasi. Dan Syukuran tersebut akan dilanjutkan dengan acara pengukuhan nama untuk Twin baby boys mereka.


"Alhamdulillah.. akhirnya yang dinanti-nanti datang juga. Selamat ya sayang akhirnya Anti sekarang telah menjadi Umi juga," ujar Anisah, saat menyambut kepulangan Inayah dirumahnya. Bahkan Anisah langsung memeluknya begitu ia turun dari mobilnya.


Inayah yang memang tidak mengetahui kalau dirumahnya sedang diadakan acara syukuran untuknya. Membuat ia terlihat begitu terkejut, tatkala melihat para temannya ternyata sudah berkumpul di rumahnya. Bahkan mereka turut menyambut kepulangan dirinya.


"Alhamdulillah.. Terima kasih Ustadzah," balas Inayah dengan wajah yang terlihat masih bingung. Namun ia tetap membalas pelukan dari Anisah.

__ADS_1


"Selamat ya Nayah, atas kelahiran si kembar. Semoga mereka menjadi anak-anak yang sholeh," ucap Lisa istrinya Dimas. Dan ia juga memeluk Inayah, setelah Anisah melepaskan pelukannya.


Begitulah, satu persatu para teman maupun para Ustadzahnya Inayah. Memberikan ucapan selamat disertai juga dengan doanya. Membuat Inayah yang tadi masih dalam kebingungannya. Kini berubah dengan wajah yang terlihat begitu bahagia. Karena ia tak menyangka ternyata ia disambut oleh para sahabat-sahabatnya serta para guru-gurunya.


Setelah ia mengetahui kalau acara syukuran tersebut telah dipersiapkan oleh suaminya. Inayah langsung menatap suaminya yang saat ini sedang menggendong salah satu Baby twinsnya. Ia seakan ingin mengucapkan terima kasih kepada Hans, lewat isyarat matanya. Hans yang sepertinya paham akan tatapan istrinya. Ia pun langsung membalasnya, dengan cara mengedipkan keduanya tanda ia mengatakan iya.


Setelah semua para sahabat memberikan ucapan selamat. Mereka pun langsung membawa Inayah dan baby twins masuk karena acara syukuran doa selamat akan di mulai. Dan Hans sengaja meminta Ustadz Khairul yang akan memimpin doanya. Setelah selesai membaca doa selamat, Ustadz Khairul langsung melanjutkan dengan pengukuhan nama untuk Twins. Yang keduanya kini telah di beri nama *Fauzan Daffa Syahir dan Fauzi Daffi Syahar*


Setelah pengukuhan selesai, para undangan pun berpulangan dengan membawa bikisan yang memang sudah di persiapkan. Kini tinggallah beberapa orang saja yang tinggal di sana. Dan itu termasuk enam sekawan berserta para istri-istri mereka yang dibagi dua kubu.


Para istri menemani Inayah yang kini sudah berada di kamarnya maklumlah pasca operasi baru terlewatkan satu Minggu. Jadi sudah pasti Inayah masih membutuhkan istirahat yang lebih.


Sementara para lelaki terlihat sedang mengobrol di ruang tamu sambil memakan cemilan yang memang sudah disiapkan oleh Mbok Iyem.


"Sebenarnya itu salah kalian tau!" balas Wira, membuat dahi Dimas dan Andi langsung berkerut.


"Lah kok malah nyalain kami sih?" tanya Andi, terlihat heran.


"Ya iyalah salah kalian! Coba kalian seperti Ardiyan, yang sungguh-sungguh mencarikan jodoh untuk Hans setelah itu memaksanya dengan ancaman pastikan Asisten Lo pada udah berbini kali sekarang," ujar Dika menimpali percakapan tersebut. Padahal ia tak memiliki Asisten.

__ADS_1


"Tuh benar yang dikatakan Dika! Kalau kalian memang ingin melihat Asisten kalian seperti Hans. Ikuti tuh jejaknya Ardiyan, gampangkan?" sambung Wira juga.


"Lah Lo bilangin kami lagi! Asisten Lo apa kabarnya Wir? Bukankah dia juga belum kawinkan?" tanya Andi, menyindir Wira.


"Lah Lo kan tahu kalau Rendi umurnya baru dua puluh enam tahun! Jadi menurut gue umur segitu masih terbilang muda, untuk memikul tanggung jawab bro! Tapi Lo tenang aja, kalau Asisten gue mah, sebenarnya sudah ada calonnya kok jadi lo tinggal tunggu tanggal tayangnya aja deh," balas Wira, sambil menaik turunkan kedua alisnya pada Andi.


"Cih! Kayak film aja! Tunggu tanggal tayang!" balas Andi dengan ketus. Dan hanya dibalas dengan tawa kecil oleh Wira.


"Oh iya ngomong-ngomong, emangnya benaran Hans, Lo pakai dingancam dulu sama Ardiyan, kalau Lo nggak mau kawin?" tanya Andi pada Hans, karena ternyata ia masih belum percaya dengan perkataanya Dika.


"Iya bisa dibilang begitu sih Pak! Bahkan, kami termasuk dijebak. Karena pada saat, itu saya hanya disuruh jemput Inayah, tapi ternyata sampai di rumah Pak Ardiyan, kami malah langsung disuruh Nikah hari itu juga," balas Hans apa adanya.


"Oooh.. jadi Lo nyesal karena gue sudah menikahin kalian dengan secara paksa iya Hans?" tanya Ardiyan, dengan tatapan datar pada Hans.


"Eh..! Nggak kok Pak! Justru saya sangat bersyukur sekali, karena berkat Bapak, kini saya merasa hidup saya menjadi sempurna. Memiliki istri dan sekarang kami juga sudah memiliki Baby twins, rasanya saya benar-benar sangat bahagia Pak. Untuk itu saya ucapkan ribuan Terima kasih Pak! Karena berkat ancaman Anda membawa kebahagiaan untuk saya," balas Hans, penuh rasa syukur. Memang ia akui kalau kebahagiaan yang ia miliki saat ini, tak lain, adalah atas campur tangan dari Ardiyan.


"Sama-sama Hans! Tapi kamu salah Hans! Karena sebenarnya itu berkat saya! Tetapi semua yang kamu rasakan dan kamu dapatkan saat ini adalah berkat Allah Hans. Karena apapun yang terjadi semuanya adalah bagian dari rencana-Nya Hans! Untuk itu banyak-banyaklah kamu bersyukur kepada-Nya!" ujar Ardiyan, seraya ia menyunggingkan senyumnya pada Hans.


"Aah iyaa.. benar yang bapak katakan.. semuanya adalah rencana-Mu ya Allah, untuk itu saya ucapkan terimakasih ya Allah, terimakasih atas kebahagiaan yang telah engkau berikan kepadaku terima kasih ya Rabb," balas Hans, seraya ia menengadahkan kedua tangannya.

__ADS_1


...•┈••┈••✾•◆❀💚❀◆•✾••┈••┈•...


Terus dukung author ya guys dan jangan lupa berikan 👉 ⭐ ⭐⭐⭐⭐ + 👍 serta komentarnya oke 😉 Syukron 🙏🥰


__ADS_2