GADIS BERCADAR Bermata Hijau V DUDA BERANAK Kembar Empat.

GADIS BERCADAR Bermata Hijau V DUDA BERANAK Kembar Empat.
MENDAPATKAN EJEKAN DARI BABY BOY.


__ADS_3

•⊷⊶⊷❉্᭄͜͡💚 Mutiara hikmah 💚❉্᭄͜͡⊶⊷⊷•


YANG SEDIKIT BISA MENYELAMATKANMU


Jangan sibuk membuktikan kepada orang-orang kalau kamu adalah orang baik tapi sibuklah memberi manfaat, sibuklah berbuat baik, menolong sesama dan tunjukkanlah akhlak yang baik.


Niatkan semua itu karena Allah, bukan karena agar manusia mengenal dan menyukaimu karena sungguh kita akan mendapatkan sesuai apa yang kita niatkan.


Bila air yang sedikit bisa menyelamatkanmu dari rasa haus, tak perlu meminta air lebih banyak, yang mungkin akan membuatmu tenggelam.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


••┈┈•┈┈••┈••✾•◆❀💚❀◆•✾••┈••┈┈•┈┈••


Mendengar suara tangisan bayi membuat Naazwa dengan spontan mendorong tubuh suaminya. Dan tanpa berkata apapun ia langsung menghampiri box bayinya. Hal itu membuat wajah Rio langsung dirundung kekesalan. Pasalnya saat itu hasratnya sedang memuncak-muncaknya. Sehingga ia terpaksa harus menyelesaikan kekamar mandi.


"Haiis..! Sepertinya sekarang aku bersaing pada laki-laki kecil itu! Kenapa juga harus bangun sih!" gerutu Rio, setelah ia menuntaskan hasratnya dikamar mandi. Setelah ia membersihkan dirinya ia pun langsung kembali lagi ke kamar tidurnya. Dan terlihatlah olehnya Naazwa yang sedang menyusui bayinya ditempat tidur mereka.


"Maaf ya Bei! Karena panik Zwa jadi mendorong Bibei!" ucap Naazwa terlihat dari wajahnya ia sedang merasa bersalah.


"Tidak apa-apa Sayang, Bibei maklum kok, kan Anak kita masih bayi, jadi masih butuh perhatian kamu!" balas Rio, seraya ia menghampiri Naazwa yang saat ini, sedang duduk di sisi tempat tidurnya, seraya ia memangku baby yang sedang menyusui, "Haiiis.. enak benar yang lagi nyusu ya? Itukan punya Ayah Nak! Kok kamu rebut sih!" gumam Rio, Namun masih terdengar oleh Naazwa.


"Iiih, apaan sih Bibei! Nggak malu banget sih ngomongnya kayak gitu!" tegur Naazwa. Membuat Rio langsung menyengir.


"Kan emang benar sayang. Sebelum ada Baby Boy kan Bibei yang memiliki bukit kembar kamu duluan yee," balas Rio, tanpa rasa malu sedikit pun.

__ADS_1


"Apaan sih Bei! Kayak Anak kecil aja deh! Udah akh sana Bibei makan sama Anak-anak, pasti mereka sedang menunggu diruang makan," ujar Naazwa, yang mulai merasa risi karena, Suaminya jadi selalu melihat kearah dadanya yang saat ini sedang dipegang oleh Baby Boy yang sedang menyusu.


"Tapi Sayang, Bibei mau itu!" kata Rio ngasal.


"Hah?! Bibei!! Sana akh Zwa malu dilihatin kayak gitu!" tegur Naazwa, seraya ia mendorong tubuh suaminya.


"Hehehe, bercanda Sayang. Tapi kalau nanti baby boy sudah tidur lagi, kita sambung lagi ya yang tadi?" pinta Rio, dengan tatapan yang terlihat begitu berharap sekali. Melihat hal itu, Naazwa pun tak tega melihatnya.


"Iya In shaa Allah, sekarang pergilah makan," balas Naazwa dengan lembut.


"Alhamdulillah terima kasih Sayang," kata Rio, seraya ia mengecup lembut dahi istrinya, "Ya sudah Bibei makan dulu ya Sayang," lanjutnya lagi.


"Hu'um, Pergilah Bei," balas Naazwa seraya tersenyum manis pada Rio.


Setelah mendapatkan jawaban dari istrinya Rio pun langsung bergegas pergi meninggalkan Naazwa yang sedang menyusui tersebut. Dan ia juga langsung melangkah menuju keruang makan yang terlihat, disana sudah ada putra-putrinya yang sedang menyantap makanannya.


"So pasti Enak dong Dad," balas Yumna, dengan mulut yang terlihat sedang penuh dengan makanannya.


"Sudah pasti Enak dong Yah, masakan Mymah mah tiada duanya tau," sambung Yunda tak mau kalah.


"Alhamdulillah, kalau kalian suka. Ya sudah cepat habiskan makannya. Setelah itu kalian langsung Istirahat ya, karena kan jam tiga kalian mau ngaji,' balas Rio, seraya ia mengambil makanannya juga.


"Oke Yah! Tapi boleh nggak kami bermain sebentar sama Dede Embul Yah, soalnya kami udah kangen banget sama Dede! Secara si Dede Embul memang ngangenin!" kata Yunda, terlihat berharap.


"Boleh kok! Nih Dede Embulnya udah bangun," kata Naazwa, yang ternyata ia sudah berada di sana juga sambil menggendong baby boy.

__ADS_1


"Yeeee... Dede Embulnya sudah bangun!" Sorak gimana kesenangan.


"Horree.. Dede Embulnya sudah bangun!" sambung Yunda juga, yang terlihat ia tak kalah senangnya dari Yumna.


"Eeeeh.. habiskan dulu dong makanannya Nak! Nanti kalian tersedak loh! Mulutnya masih penuh kok bersorak sih!" tegur Rio.


"Okay Yah!"


"Okay Dad!" balas Yumna dan Yunda secara bersamaan lalu mereka kembali melahap makanan yang masih tersisa di piring mereka. Sementara Rio langsung melirik ke arah Naazwa yang kini sudah duduk di dekatnya sambil memangku baby Boy.


"Sayang, kok nggak ditiduri lagi, sih Baby Boynya?" tanya Rio, terlihat sedikit heran.


"Gimana mau tidur lagi Yah, kan Baby Boy baru bangun. Masa di suruh tidur lagi sih?" balas Naazwa berkata apa adanya.


"Yaah, jadi yang itu gimana? Masa gagal lagi sih Sayang?" tanya Rio, yang sepertinya ia sudah terlalu berharap sekali ingin segera menyentuh istrinya.


"Sabar dong Yah, kan nanti malam juga bisakan?" kata Naazwa, yang sebenarnya ia paham akan keinginan suaminya itu.


"Haiis, ya sudahlah kalau begitu! Bibei akan sabar menanti malam," balas Rio pasrah, sambil matanya melirik ke arah putra bungsunya tersebut. Dan betapa terkejutnya Rio saat melihat wajah si baby boy terlihat sedang tersenyum sambil menjulurkan lidahnya seakan ia sedang meledek dirinya.



"Eh! Kenapa kamu melet begitu? Ooh kamu sedang meledek Ayah Nak? Karena merasa menang iyakan?" tanya Rio, dengan wajah yang terlihat kesal karena mendapat ejekan dari Baby Boy. Mendengar hal itu Naazwa pun langsung tertawa, kekeh.


"Hehehe.. sabar ya Bei, baby boykan masih bayi,"

__ADS_1


...┈••┈••✾•◆❀💚❀◆•✾••┈••...


Oh iya Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 😉🙏 Serta jangan lupa berikan 👉" ⭐⭐⭐⭐⭐ serta ulasan Oke 😉 Dan tak lupa juga Vote serta Hadiahnya ya 🤭 biar memicu Author update kembali oke guys 😉 Syukron 🥰.


__ADS_2