GADIS BERCADAR Bermata Hijau V DUDA BERANAK Kembar Empat.

GADIS BERCADAR Bermata Hijau V DUDA BERANAK Kembar Empat.
KESEDIHAN INAYAH.


__ADS_3

•⊶⊷❉্᭄͜͡💚 Mutiara hikmah 💚❉্᭄͜͡⊶⊷•


MENCINTAI ALLAH


Nikmatnya ibadah, nikmatnya sholat, nikmatnya shaum, nikmatnya sedekah, nikmatnya ikhlas, hanya akan terasa bagi orang-orang yang sangat senang untuk dekat dengan Allah.


Demikian juga dengan kesabaran menghadapi episode kepahitan hidup, kesabaran menghadapi bertubi-tubinya cobaan, kesabaran menerima kenyataan yang tidak sesuai dengan keinginan, ini juga hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang senang cinta dengan Allah Swt.


*Semakin cinta kepada Allah, maka semakin bisa menikmati apapun yang Allah sukai.*


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💚❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷•


Setelah mendapatkan penjelasan Dika, gelisah Hans pun menghilang. Namun kini berganti dengan kesedihan, karena pada akhirnya ia harus kehilangan anaknya, yang belum diketahui jenis kelaminnya itu. Ditambah lagi saat melihat istrinya yang belum juga sadar membuat hatinya semakin mengIba.


"Kenapa kamu belum juga sadar Sayang?" ucap Hans, seraya tangannya mengelus pipi Inayah sambil pandangannya tak luput dari wajah pucatnya Inayah, "Sayang Bangunlah, mengapa kamu begitu betah sekali sih mejamkan mata? Apakah kamu tidak kasihan melihat suami kamu sendirian begini Sayang," ucapnya lagi. Dan saat bersamaan tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar.


Karena saat ini istrinya sedang tidak memakai cadar. Hans sengaja mengunci pintu ruang rawatnya Inayah, karena ia takut, kalau-kalau yang datang adalah seorang pria. Dan saat pintu terketuk, Hans pun langsung bergegas menghampiri pintu dan langsung membukanya. Dan terlihatlah dua orang wanita bercadar serta dua orang pria sedang berdiri tepat di depan pintu ruang rawatnya Inayah.


"Assalamu'alaikum?" ucap mereka secara bersamaan.


"Wa'alaikumus salam Pak Diyan, Pak Dimas, Uty Nisah, Ty Lisa?!" balas Hans sedikit terkejut, dengan kedatangan mereka. Dan ia langsung teringat kalau saat itu istrinya tidak memakai cadar. Sehingga ia nampak bingung, antara membiarkan mereka masuk atau membiarkan mereka tetap berada di luar.

__ADS_1


"Kenapa Hans? Apakah kami tidak diperbolehkan masuk hm?" tanya Ardiyan yang nampaknya ia menangkap wajah bingungnya Hans.


"Eh, Anu Pak boleh kok, hanya saja saat ini Inayah tidak memakai cadar Pak, jadi bisakah Anda tunggu sebentar Pak?" balas Hans yang akhirnya ia pun mengungkapkan rasa kebingungannya.


"Ya sudah kami saja yang masuk kalau begitu, Bang Diyan dan Bang Dimas tunggu saja diluar ya?" ujar Anisah pada Ardiyan dan Dimas.


"Baiklah Sayang, kamu saja sama Lisa yang masuk, biar kami tunggu disini saja," balas Ardiyan, seraya ia melangkah menghampiri sebuah kursi yang berada didepan ruangan Inayah.


"Syukron By, ya sudah kami masuk ya?"


"Iya Sayang, masuklah."


Setelah mendapatkan jawaban dari suaminya. Akhirnya Anisah dan Lisa pun memasuki kamar rawatnya Inayah, mengikuti langkah Hans, yang lebih dahulu masuk. Setibanya mereka di dalam, Anisah langsung mendekati pembaringan Inayah.


"Sudah lebih dari lima jam Bu," balas Hans, yang terlihat ia juga ikut menatap wajah pucat istrinya.


"Sebenarnya apa yang terjadi Hans? Ceritakanlah pada Ana," tanya Anisah, yang terlihat begitu penasaran.


"Tadi pagi saya tidak tahu kalau Inayah menyusul saya ke perkebunan teh Bu. Dan saat saya memberi penyuluhan pada pekerja pemetik teh. Tiba-tiba saya mendengar jeritannya, dan ketika saya lihat dia sudah terperosot kebawah," jelas Hans yang akhirnya ia pun menceritakan semuanya, sampai pasca kegugurannya. membuat Anisa dan Lisa ikut merasakan kesedihan Hans dan inayah.


"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, yang sabar yang Hans ini ujian bagi kalian berdua. Seberapa sabar kalian menghadapi ujian ini. Tetapi apabila kalian selalu bersabar Insya Allah Kebahagiaan akan menghampiri kalian," ucap Anisah, memberi support pada Hans. Agar ia kuat dalam menghadapi ujian yang telah diberikan oleh Sang Maha pemberi ujian. Dan belum lagi membalas perkataan Anisa tiba-tiba..


"Keguguran? Apa maksudnya ini Bang Hans? Apakah Nayah Hamil Bang?" tanya Inayah dengan suara yang terdengar begitu lemah. Yaa ternyata Inayah telah tersadar, ketika Hans, sedang bercerita pada Anisah dan Lisa. Hanya saja, ia tetap memejamkan matanya, agar ia bisa mendengar semuanya.

__ADS_1


"Nayah? Alhamdulillah, akhirnya kamu sadar juga, apakah ada yang sakit, Aku panggil dokter dulu ya?" ujar Hans terlihat senang saat melihat istrinya telah sadar. Sehingga ia tak sadar sudah mengabaikan pertanyaannya Inayah.


"Kenapa tidak menjawab pertanyaan Nayah? Apakah Abang sengaja ingin mengalihkan pertanyaan Nayah?" tanya Inayah, lagi yang kini Air matanya terlihat telah mengalir kesamping, sehingga mengenai telinganya.


"Tidak Nayah, Aku tidak bermaksud seperti itu. Hanya saja aku tadi begitu senang saat melihat kamu tersadar sampai aku lupa dengan pertanyaanmu Maaf Nayah, aku tidak sengaja," jelas Hans, tampak dari raut wajahnya ia merasa bersalah. Karena telah mengabaikan pernyataan Istrinya. Melihat Istrinya terdiam dan hanya menatap wajahnya, Hans pun langsung paham, kalau istrinya sedang menunggu jawaban darinya.


"Iya Nayah, kamu hamil, tapi karena kecelakaan itu, kamu mengalami keguguran Nayah," jelas Hans lagi. Dan seketika tangis Inayah pun langsung pecah, setelah mendengar perkataan dari suaminya.


"Heu-heu-heu, hiks.. mengapa Ana begitu bodoh! Hiks.. sampai hamil saja Ana hiks..hiks..tidak mengetahuinya hiks.. hiks..heu.. heu.." tangis Inayah pecah, hatinya terasa sakit. Hans yang melihat itu ingin sekali memeluk istrinya. Hanya saja karena disana Ada Anisah dan Lisa, ia tak bisa berbuat apa-apa.


"Sabar Nayah, kamu jangan seperti ini. Ikhlaskan semuanya, In shaa Allah, anak kamu, anak surga. Yang nantinya jadii penyelamat kamu diakhirat Nayah, dia tabung kamu. Jadi ikhlaskanlah dia Nayah," ujar Anisah sambil memeluk tubuh Inayah sambil mengelus punggungnya.


Hans yang melihat kesedihan Inayah. Membuat ia tak kuasa juga menahan air matanya. Dan karena tak ingin yang lain melihatnya akhirnya ia pun bergegas keluar, sembari ia menepis air matanya.


"Ya Allah berikanlah kesabaran yang lebih untuk istri hamba dan juga hamba ya Allah"


┈━━◎❅❀❦ 🍃🍃 ❦❀❅◎━━┈


Dear Readers ♥️


Author mau bikin syukuran untuk novel terbaru ini. Dan Author ingin ngadain Giveaway. Dan hadiahnya berbentuk pulsa untuk tiga orang. Syaratnya gampang kok, cukup dukung novel terbaru Author ini. Dan Author akan memberikannya pulsa pada tiga orang teratas top fans. GA dimulai dari hari ini, sampai tanggal 5 Oktober loh. 😉 Jadi yuk semangat kasih dukungannya pada novel baru Author yang dibawa ini 👇 ya..Syukron 🙏🥰.


__ADS_1


__ADS_2