
•⊷⊶⊷❉্᭄͜͡💚 Mutiara hikmah 💚❉্᭄͜͡⊶⊷⊷•
KEINGINAN
Abu Thoyib al-Muntanabi bersya'ir :
"Tidak setiap harapan seseorang harus ia dapatkan. Terkadang angin berhembus menuju arah yang tak diinginkan perahu."
Ya.. Tak semua harapan harus menjadi kenyataan.Terkadang kenyataan tak sesuai dengan harapan. Namun ketika hati ridha dengan ketentuan Allah. Maka itulah seindah-indahnya harapan..
Keinginan yang terbaik adalah yang mengikuti apa yang diinginkan oleh Allah. Walau terasa pahit dan getir.. Namun hasilnya manis dan indah..
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
••┈┈•┈┈••┈••✾•◆❀💚❀◆•✾••┈••┈┈•┈┈••
Malam harinya divilla Rio.
Seperti malam-malam sebelumnya. Keluarga Rio, pasti selalu berkumpul diruang keluarga, selepas mereka makan malam bersama. Dan seperti biasanya juga Naazwa, selalu mengajak anak-anak sambungnya untuk bercerita, tentang giatan mereka disekolahnya. Sedangkan Rio, akan menjadi pendengarnya mereka saja. Sambil ia menggendong si bungsu dan sesekali mengajaknya bercanda.
"My, Dad.. besok kami libur sekolah loh selama satu minggu. Terus teman Umna, mau ngajak Umna Pergi liburan. Boleh nggak My, Dad?" tanya si kecil Yumna membuka pembicaraan untuk pertama kalinya. Mendengar permintaan Yumna. Rio yang masih menggendong si bungsu langsung terkejut mendengarnya.
"Apa, liburan sama teman?" tanyanya, sambil ia menatap wajah Yumna dengan wajah penasarannya.
"Iya Dad, boleh ya? Soalnya mereka mau kepantai katanya, kan seru bermain di pantai," balas Yumna sambil memasang mata puppy eyesnya, kepada Rio, agar ia mendapatkan izin dari sang Ayahnya.
__ADS_1
"Tidak boleh!" bentak Rio, membuat tubuh Yumna tersentak kaget. Lalu ia pun langsung menundukkan kepalanya. Melihat hal itu Naazwa pun merasa kasian, dan ia pun langsung menegur suaminya.
"Bei, bisa nggak sih, nggak pakai main bentak?Kan kasian anaknya sampai kaget begitu," tegur Naazwa, sedikit berbisik agar tak didengar oleh Yumna, kalau dirinya sedang membelanya.
"Maaf Sayang, Bibei hanya tidak suka saja mendengar inginannya itu. Padahal kalau dia bilang kepingin liburan dipantai jugakan, in shaa Allah, Bibei akan turutin. Ini kok dia malah Ingin liburan sama orang lain sih?" balas Rio, dengan wajah yang masih terlihat sangat kesal.
"Yaa sabar dong Bei, namanya juga Anak-anak. Jadi kita sebagai orang tua, harus ekstra sabar dong," ujar Naazwa dengan lembut, seraya ia mengelus punggung suaminya, bermaksud ingin meredamkan kekesalannya Rio.
"Aah, baiklah Sayang," balas Rio, yang kini wajahnya sudah kembali biasa lagi.
"Ya sudah Ayah minta maaf ya, karena ayah kurang peka pada kalian. Untuk itu sebagai permintaan maaf ayah pada kalian. Besok pagi kita akan berangkat ke kota JK. Lalu kita akan pergi liburan ke villa Mama yang di KNYR! Disana kalian akan puas bermain di pantai," ujar Rio lagi. Dan dengan spontan quadruplets yang mendengarnya langsung bersorak gembira.
"Horree.. horree.. kita ke villa Mamah" sorak quadruplets secara bersamaan. Sambil meloncat-loncat kegirangan.
"Aduh, aduh.. segitu senangnya ya kalian yang mau liburan? Ya sudah sekarang pergilah kalian berkemas-kemas biar besok pagi tinggal berangkat sajakan? Minta bantuan Mbok surti ya?" ujar Naazwa, yang terlihat ia ikut senang, melihat anak-anak sambungnya tampak begitu bahagia.
"Bahagiakan Bei? Kalau melihat mereka bahagia?" tanya Naazwa, dengan tatapan masih melihat punggung-punggung anak-anak yang masih berlari menuju kamar, sambil berlari kecil dan loncat-loncat kecil, terlihat lucu di mata Naazwa.
"Iya Sayang, Bibei juga merasa hal yang sama," balas Rio, yang terlihat ia juga sama, sedang menatapan kepergian anak-anaknya.
"Nah, makanya Bei, kalau ingin melihat mereka selalu bahagia, berikanlah sesuatu yang membuat mereka senang. Lagian, yang mereka suka tidak harus sesuatu yang berharga kok Bei, lihat saja sekarang, hanya mengatakan mau ke pantai, mereka senangnya minta ampun iyakan?" ujar Naazwa, yang kini tatapannya sudah beralih ke wajah suaminya.
"Iya juga sih. Ya sudah deh, mulai hari ini Bibei, hanya memberi sesuatu yang benar-benar mereka sukai saja, Sayang. Habis sebenarnya bebei masih sedikit kecewa, saat membelikan mereka oleh-oleh dari luar negeri kemarin tidak dihargai. Padahal Bibei bukan sedikit Bibei mengeluarkan uangnya, tapi sampai disini hanya disambut dengan wajah yang biasa-biasa saja. Huh, Bibei kecewa banget kemarin," keluh Rio, dengan memasang wajah sedih dan kecewanya.
"Sabar ya Bei, merekakan masih anak-anak. Dan hal itu juga bisa Bibei jadikan pemblajarankan? Kalau ingin membahagiakan anak-anak kita itu hanya sederhana kok, benar tidak?" ujar Naazwa dengan lembut.
__ADS_1
"Benar Sayang! Kamu benar. Terima kasih ya Sayang, kamu selalu mengertiin mereka. Bahkan kamu selalu tahu, setiap detilnya tentang mereka. Terkadang Bibei, malu sendiri sama kamu Sayang. Karena Bibei yang ayah kandung mereka, tidak pernah tahu, apa yang mereka sukai dan yang tidak mereka sukai, kayaknya Bibei tidak pernah memberikan mereka kebahagiaan deh. Sementara, kamu yang beru beberapa tahun saja menjadi ibu mereka, tapi Kamu sudah memahami mereka. Bahkan mereka selalu bahagia bila bersama kamu. Rasanya Bibei seperti..." keluh Rio. Namun perkataannya langsung terhenti karena Naazwa, menutup mulutnya dengan jari telunjuknya.
"Sssth.. jangan berkata seperti itu Bei. Kata siapa BiBei, nggak pernah memberikan kebahagiaan? Justru karena Bibeilah kebahagiaan kita semua menjadi lengkap. Kan Bibei juga yang selalu mengwujudkan apa yang menjadi kebahagiaan kamikan? Jadi Bibei jangan merasa kecil hati ya? Karena Bibei sumber kebahagiaan untuk kami," ujar Naazwa, Seraya ia menyandarkan kepalanya di bahu, suaminya. Setelah ia memberikan kecupan pada pipinya Rio.
"Aah.. Bibei selalu kehabisan kata-kata, setiap kamu mengatakan sesuatu, yang membuat hati Bibei, meleleh. Kamu memang istri yang selalu pengertian, selalu membuat hati Bibei luluh, Karena mu Sayang," balas Rio seraya ia mengecup lembut dahi istrinya, yang kebetulan sangat dekat dengan wajahnya. Karena memang Naazwa masih menyandarkan kepalanya di bahu Rio.
"Bibei benar-benar sangat bersyukur, banget sama Allah. Karena Dia telah mempertemukan Bibei, dengan kamu, Sayang. Terima kasih, kamu sudah mau menerima Bibei, dan anak-anak Bibei dengan setulus hatimu. Terima kasih juga kamu telah memberikan satu harta lagi, yang sangat berharga buat Bibei. Terima kasih Sayang, atas semua kebahagiaan yang tulus ini untuk Bibei dan quadruplets. Semoga ketulusan yang kamu berikan tak akan pernah padam, ya Sayang," ucap Rio terdengar begitu tulus. Tampak sekali ia memang sangat bahagia telah mendapatkan Naazwa yang memiliki hati yang tulus.
"Sama-sama Bei, Zwa juga kok sangat bahagia banget, memiliki Bibei. Bahkan Zwa mendapatkan empat bonus, yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng. Zwa benar-benar bersyukur banget Bei. Kebahagiaan Zwa tambah lengkap setelah kehadiran Baby Boy. Alhamdulillah...ini benar-benar kebahagiaan yang tiada taranya, yang tidak bisa Zwa ucapkan hanya dengan kata-kata saja. Sekali lagi terimakasih ya Bei," balas Naazwa, seraya ia memeluk suaminya dengan penuh rasa bahagia yang tak bisa digambarkan oleh siapapun.
"Alhamdulillah.. Bibei senang, mendengarnya. Semoga Allah, senantiasa memberikan kebahagiaan-Nya untukmu Sayang," balas Rio, seraya ia menyambut pelukan istrinya, lalu ia memberikan kecupan lembut pada dahinya dengan penuh kasih sayang, seraya ia berdoa.
rabbanā ātinā fid-dun-yā ḥasanataw wa fil-ākhirati ḥasanataw wa qinā ‘ażāban-nār
Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.”
"Aamiin ya Allah," ucap Naazwa, sambil tersenyum lembut penuh rasa bahagia. Begitu juga dengan Rio, yang membalas tatapan istrinya. Dengan wajah yang diselimuti rasa syukur dan penuh bahagia karena telah memiliki wanita yang memiliki hati yang mulia.
•••┈┈••┈••✾•◆❀💚E.N.D.💚❀◆•✾••┈••┈┈•••
Alhamdulillah.. Akhirnya Author meyelesaikan juga ♥️ Gadis Bercadar Bermata Hijau V Duda Beranak kembar Empat ♥️nya.
Maaf ya guys kalau kalian merasa tak terpuaskan dari hasil akhirnya. Tapi Author memang sudah berusaha mempersembahkan yang terbaik. Namun kalau belum terpuaskan, Author minta maaf ya🙏. Oh iya yang ingin tahu kisah para Anak-anak lima sekawan dan quadruplets setelah dewasa, tunggu aja ya, karena Author sedang mempersiapkan kisah mereka Ok.
Dan Ramanda juga minta maaf, apabila selama Novel ini berlangsung, tanpa sengaja ternyata Ramanda telah menyinggung hati para Readers. Untuk itu maafkan ya Guys. Dan terimakasih banyak atas dukungannya selama ini. Semoga para Readers Fillahku selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan didunia ataupun diakhirat. Aamiin.
__ADS_1
Sekali lagi terimakasih 🙏 Sampai jumpa di karya Ramanda yang terbaru nanti oke. 😉
SEE YOU 😘😘😘.