
•⊷⊶⊷❉্᭄͜͡💚 Mutiara hikmah 💚❉্᭄͜͡⊶⊷⊷•
Rasulullah ﷺ telah mengabarkan kepada kita bahwa waktu luang merupakan salah satu di antara dua kenikmatan yang telah diberikan Allah kepada manusia. Rasulullah ﷺ bersabda : “Ada dua kenikmatan yang banyak dilupakan oleh manusia, yaitu nikmat sehat dan waktu luang.”
(Muttafaqun ‘alaih)
Waktu adalah laksana pedang, jika kita tidak mampu memanfaatkannnya, waktu sendiri yang akan menebas kita. Semangatlah dalam memanfaatkan waktu untuk kebaikan dan ketaatan, bukan untuk kemaksiatan. Karena jika kita tidak disibukkan untuk kebaikan, tentu akan beralih pada hal-hal sia-sia.
Jangan sia-siakan Nikmat yang dianugerahkan Allah kepada kita. Allah berfirman, “Dan jika kalian menghitung nikmat Allah, niscaya kalian tidak mampu untuk menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari ni’mat Allah.”
(QS. Ibrahim : 34)
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
••┈┈•┈┈••┈••✾•◆❀💚❀◆•✾••┈••┈┈•┈┈••
Karena keadaan yang tidak memungkinkan untuk Inayah melahirkan secara normal. Akhirnya Inayah pun melakukan operasi sesar, setelah Hans menanda tangani surat persetujuannya. Tampak Hans terlihat begitu tegang saat menantikan kabar dari ruang operasi. Saking tidak tenangnya ia, membuat Mbok Iyem yang kebetulan sedang duduk di kursi tunggu, menjadi pusing. Pasalnya Hans selalu mondar-mandir didepannya. Terkadang duduk sebentar, lalu kembali mondar-mandir lagi.
"Aduuh Den, si Mbok pusing loh melihat Aden mondar-mandir begini. Mbok Yo duduk yang tenang gitu Den. Sambil ngedoain Istri Aden semoga dilancarkan operasinya, jadi Allah akan memberikan keselamatan untuk istri dan anak-anaknya Adenkan?" tegur Mbok iyem yang tampaknya ia mulai tidak tahan melihat tingkah Hans tersebut.
"Inikan juga lagi ngedoain Mbok! Tapi tetap saja saya tidak tenang Mbok," balas Hans, seraya ia duduk disebelahnya Mbok Iyem. Namun belum lagi satu menit ia duduk, ia sudah kembali berdiri lagi, bahkan ia kembali berjalan mondar-mandir lagi.
"Owalah Den-Den! Sini biar si mbok ajarkan doa untuk menenangkan hati," kata Mbok iyem, sambil ia menarik tangan Hans, agar ia duduk disebelahnya.
"Eh, doa apa Mbok?" tanya Hans, yang akhirnya ia kembali duduk walaupun dengan terpaksa.
"Doa menenangkan hati Den, sekarang ikuti si Mbok ya?" kata Mbok Iyem, dan dianggukan oleh Hans. Setelah melihat anggukan dari majikan yang sudah ia anggap anaknya itu. Iyem pun langsung membaca doa agar mendapatkan hati yang tenang.
__ADS_1
"Bismillahirrahmanirrahim, Allahumma inni as-aluka nafsan bika muthma-innah, tu'minu biliqo-ika wa tardho bi qodho-ika wataqna'u bi 'atho-ika."
Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepadaMu jiwa yang merasa tenang kepadaMu, yang yakin akan bertemu denganMu, yang ridho dengan ketetapanMu, dan yang merasa cukup dengan pemberianMu.” (HR Thabrani).
Setelah Mbok Iyem melapaskan doa penenang hati, Hans pun langsung mengikutinya, bahkan ia mengulanginya sebanyak tiga kali. Dan efeknya terlihat jelas. Kini Hans, terlihat jauh lebih tenang, apalagi setelah Mbok Iyem mengajarkan salah satu dzikir pada Hans, membuat ia semakin tenang.
Hasbunallahu wa ni’mal wakilu ‘alallahi tawakkalna.
Artinya: Cukuplah Allah sebagai pelindung kami, dan Dia sebaik-baik pelindung. Hanya kepada Allah kami berserah diri.
Dua jam telah berlalu, lampu berwarna merah yang berada diatas pintu ruang operasi seketika mati. Membuat Hans langsung berdiri dan langsung mendekati pintu tersebut. Karena ia tahu matinya lampu tersebut, menandakan operasi telah selesai. Dan benar saja, tak berapa lama ia berdiri disana, pintu ruang operasi tersebut pun terbuka, dengan dibarengin keluarnya salah satu dokter yang menangani persalinannya Inayah.
"Gimana Dok, apa operasinya berhasil? Dan bagaimana keadaan istri dan anak-anak saya Dok?" tanya Hans, dengan wajah penasarannya.
"Alhamdulillah Pak, operasi berjalan dengan lancar. Selamat Baby Anda keduanya laki-laki. Dan keadaan Istri dan anak-anak Bapak juga dalam keadaan baik-baik saja. Sebentar lagi mereka juga akan dipindahkan ke ruang rawat inap. Jadi sebaiknya Bapak tunggu sebentar ya? Sampai suster menyiapkan bayi-bayi Anda bila ingin diAdzani," jelas sang Dokter membuat Hans langsung bernafas lega.
"Sama-sama Pak! Kalau begitu saya permisi," pamit sang Dokter.
"Silahkan Dok,"
Setelah mendapatkan jawaban dari Hans sang dokter pun langsung berlalu meninggalkan Hans. Sedangkan Hans, kembali menghampiri Mbok Iyem yang terlihat masih menunggu di kursinya.
"Alhamdulilah mereka Selamat ya Den? Si Mbok ikut senang mendengarnya. Selamat ya Den, Akhirnya Aden menjadi seorang Ayah juga," ujar Iyem, yang ternyata ia mendengar percakapan antara Hans dan dokter tersebut.
"Terima kasih Mbok. Alhamdulillah saya juga sangat senang mendengarnya Mbok," balas Hans, saking senangnya ia langsung memeluk Mbok Iyem. Dan disaat bersamaan seorang wanita berseragam putih mendekati mereka.
"Permisi Pak! Saya mau menyampaikan bahwa bayi Anda sudah siap, bila Bapak ingin mengadzani, mari ikuti saya keruangan bayi Pak," ujar wanita itu dengan ramah.
__ADS_1
"Ooh baiklah Sus!" balas Hans singkat, "Ayo Mbok ikut saya biar sekalian melihat Anak-anak Saya!" ajaknya lagi pada Mbok iyem. Bahkan ia juga merangkul lengan Mbok Iyem. Lalu keduanya pun langsung mengikuti langkah suster tadi.
Sesampainya di ruang bayi, Hans langsung tertegun melihat kedua bayinya.
"Maa shaa Allah, tampan banget Anak-anak Aden, hidungnya mancung banget!" ujar Mbok Iyem terlihat senang saat melihat anak-anaknya Hans.
"Benarkah ini anak-anakku Mbok?" tanya Hans, seperti tidak percaya pada apa yang sedang ia lihat. Akan tetapi, matanya terlihat sudah berkaca-kaca saat melihat kedua bayi yang ada dihadapannya.
"Benar Den, ini adalah anak-anak Aden! Lihat saja itu nama ibunya juga tercantum disana," balas Iyem, meyakinkan Hans. Seraya ia menujuk tulisan yang berada didekat kepala sang Bayi.
"Aaah.. iya! Ternya mereka memang anak-anakku Mbok," ujar Hans terlihat begitu terharu saat melihat kedua putranya.
"Benar Den! Sekarang sudah waktunya Aden mengadzani mereka Den," kata Mbok Iyem lagi
"Baik Mbok! Sekarang saya ngadzanin mereka dulu ya?"
"Iya Den." balas Mbok Iyem, seraya ia mundur untuk memberi ruang untuk Hans, dan kedua putranya.
"Assalamu'alaikum Anak-anak Ayah? Sekarang kalian dengarkan ya Adzan Ayah. Semoga kalian kelak menjadi anak yang Sholeh," kata Hans, pada kedua putranya. Lalu setelah itu ia pun mulai mengadzani kedua putranya, dengan suara yang terdengar bergetar. Karena ia sedang menahan rasa harunya. Setelah selesai ia mengadzani kedua putranya. Hans melanjutkannya dengan komat. Setelah itu ia pun memberikan kecupan lembut pada kedua putranya.
"Selamat datang my Twin baby boys," ucap Hans, setelah ia mengecup keduanya.
...•┈••┈••✾•◆❀💚❀◆•✾••┈••┈•...
Terus dukung author ya guys dan jangan lupa berikan 👉 ⭐ ⭐⭐⭐⭐ + 👍 serta komentarnya oke 😉 Syukron 🙏🥰
__ADS_1