GADIS BERCADAR Bermata Hijau V DUDA BERANAK Kembar Empat.

GADIS BERCADAR Bermata Hijau V DUDA BERANAK Kembar Empat.
SEDANG SAYANG-SAYANGNYA DIAMBIL ORANG.


__ADS_3

•⊶⊷❉্᭄͜͡💚 Mutiara Hikmah 💚❉্᭄͜͡⊶⊷•


"Allah Azza wa Jalla yang menciptakan kebahagiaan dan kesedihan agar manusia menyadari nikmatnya kebahagiaan, sehingga ia bersyukur dan berbagi. Dan sempitnya kesedihan diciptakan agar ia tunduk bersimpuh di hadapan Allah yang maha pemberi rahmat dan mengasihi, serta tidak menyombongkan diri. Hinggalah ia mengadu harap di hadapan Allah. Bersimpuh, merendah, merengek di hadapan Allah.


Seperti aduannya Nabi Ya’qub saat lama berpisah dengan putra tercinta; Yusuf ‘alaihi wa sallam,


“Sesungguhnya hanya kepada Allah aku mengadukan penderitaan dan kesedihanku.”


(QS. Yusuf: 86)


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💚❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷•


Dikantin Rumah Sakit.


Disalah satu meja disudut Katin rumah sakit, terlihat tiga orang Pria tampan duduk menghadap meja tersebut. Dua diantaranya nampak sedang mengobrol. Sedangkan yang satunya lagi, sedang fokus pada layar Handphonenya, yang sepertinya ia sedang melihat sebuah foto, dengan wajah yang terlihat senang saat melihat foto tersebut.


"Lo lihat apa sih Roy? Curiga gue! Jangan-jangan Lo lagi lihat film Unyil ya?" tanya salah satu pria yang sedang duduk dihadapan Pria yang dipanggil Roy itu.


"Lo bilang apa Benny? Film Unyil? Emangnya dijaman sekarang masih ada film Unyil?" tanya Pria yang duduk dikursi yang bersebelahan dengan kursi Pria yang dipanggil Benny tersebut.


"Haiiis Rendi! Lo terlalu polos ya jadi anak! Film Unyil yang gue maksud itu, bukan film Unyil anak-anak tahun sembilan puluhan bro! Tapi film Unyil sekarang..." jelas Benny, Namun karena melihat tampang Rendi terlihat polos ia langsung menghentikan penjelasannya, "Aaah.. sudahlah! Gue nggak mau ngerusak Pria polos seperti Lo! Jadi lupakanlah!" lanjutnya sambil mengibaskan tangannya.


Yaa ternyata ketiga Pria tersebut, adalah para Asistennya dari lima sekawan. Yaitu Roy Asistennya Dimas, Benny Asistennya Andi, serta Rendi Asistennya Wira. Seperti halnya para Bos mereka yang begitu akrab tali persahabatannya. Maka begitu juga dengan para Asisten mereka. Yang terlihat sangat akrab satu dengan yang lainnya. Bahkan mereka juga sudah seperti saudara juga.

__ADS_1


"Kalian bisa diam nggak sih? Berisik tau!" tegur Roy, dengan tatapan dinginnya.


"Aah.. bilang aja Lo nggak mau diganggu karena lagi asik lihat film Unyil! Cih kenapa gue jadi ikut penasaran ya? Coba sini guy lihat!" balas Benny seraya ia merebut handphonenya Roy, dengan cepat, "Hah ..? Poto cewek sama anak kecil?" ucap Benny terlihat sedikit kaget melihatnya.


"Sompret Lo! Main rampas aja! Gue hajar Lo ya!" Roy nampak kesal karena benda pipihnya, direbut oleh Benny. Sehingga tangannya langsung menarik kerah baju Benny.


"Woy..woy..! Santai Bro! Guekan hanya penasaran! Nih barang Lo! Cuma karena ginian Lo mau menghajar teman Lo hah?" ujar Benny seraya ia meletakkan handphone milik Roy diatas meja.


"Bodo amat! Emang gue pikirin!" balas Roy seraya ia melepaskan kerah baju Benny, lalu ia pun segera mengambil benda pipihnya.


"Huh! Dasar teman nggak ada akhlak!" gerutu Benny seraya ia membenarkan kerah bajunya.


" Ben? Perasaan yang nggak ada akhlak itu Lo dah! Kan Lo yang merampas hpnya Bang Roy," tegur Rendi, mengingatkan Benny.


"Aah! Berisik Lo! Jangan ikut campur!" kesal Benny pada Rendi.


"Istri dan anak? Kapan gue nikah? Bukan lagi, ini Adik gue dan Anaknya,' kata Roy, sambil menyimpan benda pipihnya kedalam saku jasnya.


"Eh, berati Abang dilangkahi sama adiknya? Emangnya Abang nggak punya pacar ya untuk dijadikan istri?" tanya Rendi lagi.


"Pacar? Cih! Wanita cuma bikin repot saja! Jadi nggak nggak tertarik!" cetus Roy sambil melipat kedua tangannya didadanya, seraya ia menyandarkan tubuhnya disandaran kursinya.


"Cih! Sok cool Lo! Dulu Bos Lo juga gitu! Tapi lihatlah sekarang, bahkan dia jadi budak cinta!" celetuk Benny, yang mengetahui perjalanan Dimas.


"Itukan dia bukan gue!" balas Roy, dengan mata yang terpejam.

__ADS_1


"Jadi ingat bang Hans," timpal Rendi, "Diantara kita dia yang paling cool pada wanita. Sehingga banyak wanita menangis dibuatnya. Tapi ketika pak Ardiyan menjodohkan sama Ustadzah Yumna, dia juga langsung berubah menjadi orang yang hangat. Tapi setelah dia mengikhlaskan Ustadzah Yumna sama pak Brian. Dia kembali coll bahkan lebih dingin! Saking dinginnya yang dekat sama dia bisa langsung beku Bro," lanjut Rendi, saat ia teringat pada Hans Asistennya Ardiyan.


"Gue mah maklum sama sikap Hans sekarang! Siapa juga yang nggak sedih dan kesal coba? Bila orang yang sedang di sayang-sayangnya diambil orang. Eh kok kayak judul lagu ya?" kata Benny seraya menaiki bola matanya keatas, seperti sedang mengingat sesuatu. Di saat ia sedang berpikir.


"Apakah kalian seorang wanita? Yang hobinya menggosipkan orang lain hah?"


Mendengar suara bariton, yang tiba-tiba muncul dari belakang mereka, membuat Rendi mau Benny menoleh kebelakang. Dan terlihatlah seorang pria tampan, yang sedang berdiri dengan tatapan dingin pada Benny dan Rendy.


"Hans?"


"Bang Hans?" ujar Benny dan Rendy secara bersamaan, setelah mereka melihat wajah pria tersebut, yang ternyata dia adalah Hans.


"Ada apa dengan wajah Lo?" tanya Benny saat melihat wajah dinginnya Hans.


"Berisik Lo!" ketus Hans, seraya ia duduk dikursi kosong yang berada disebelah kursinya Roy, yang saat ia sedang memejamkan matanya. Entah ia sedang tertidur, atau hanya sekedar memejamkan matanya saja.


"Oh iya? Ngomong-ngomong Lo tadi jadikan jemput para teman-teman Ustadzah Yumna? Udah Lo sampaikan belum salam gue sama Ayang Zahro?" tanya Benny terlihat antusias.


"CK! Jangan tanyakan hal yang bodoh sama gue! Bikin gue muak!" bentak Hans, seraya ia bangkit dibarengi ia mengebrak meja juga. Membuat Roy yang sedang memejamkan mata langsung terbelalak kaget. Begitu juga dengan Rendy, yang terlihat ia sedang fokus melihat layar hpnya, seketika benda pipih tersebut terlepas dari tangannya, karena suara keras yang diciptakan Hans.


Sedangkan Hans langsung pergi meninggalkan para sahabatnya yang sedang terperangah melihat ulahnya yang tak biasa mereka lihat.


"Apa yang terjadi Guys? Ada apa sih?" tanya Roy, terlihat bingung, dengan mata yang terlihat memerah. Yang berarti ia tadi sedang tertidur makanya ia tak mengetahui apa yang sedang terjadi pada teman-temannya.


" Ada malaikat pencabut nyawa lewat. Dan ingin mencabut nyawa Lo!" ujar Benny terdengar ketus. Seraya ia bangkit dari duduknya dan pergi begitu saja. Membuat mulut Roy langsung terpelongo mendengar perkataan Benny.

__ADS_1


"Malaikat pencabut nyawa? Apa maksudnya?" tanya Roy, dengan tatapan Kini beralih pada Rendi yang wajahnya terlihat tegang. Mendapatkan tatapan dari Roy, ia hanya mengangkat kedua bahunya saja, tanda ia tidak tahu.


...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...


__ADS_2