
•⊶⊷❉্᭄͜͡💚 Mutiara Hikmah 💚❉্᭄͜͡⊶⊷•
"Allah Azza WA Jalla menguji keikhlasan kita dikala sendiri. Dia memberi kedewasaan disaat masalah berdatangan. Dia melatih ketegaran dalam setiap cobaan. Semakin sulit masalah, maka semakin terbuka pintu kemudahan. Sebagaimana semakin gelap malam,pertanda cahaya pagi akan segera tiba."
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💚❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷•
"Hans!!! Lepaskan tangan istriku!!"
Mendengar suara teriakkan yang begitu lantangnya, membuat Naazwa, maupun Hans, langsung menoleh ke sumber suara. Dan terlihatlah kemarahan wajah Rio, yang baru saja turun dari mobilnya. Walaupun ia sudah tidak memakai kursi roda lagi. Namun ia masih dibantu dengan sebuah tongkat. Karena ia belum di bolehkan sepenuhnya menumpukan kakinya yang belum lama ini giftnya baru dibuka.
Naazwa yang melihat wajah suaminya yang terlihat begitu marah ia pun segera menghampirinya, dan langsung melingkarkan tangannya ke lengannya Rio, "Bie jangan salah paham yaa?" katanya dengan suara lembutnya.
"Apa sekarang kamu sedang membelanya hm?" tanya Rio, dengan tatapan datarnya pada Naazwa.
"Tidak Bie! Tadi Bang Hans seperti itu karena dia refleks saking senangnya. Karena Zwa tadi memberitahukan keberadaan istrinya, Bie," jelas Naazwa, agar suaminya berhenti salah paham padanya, maupun pada Hans.
"Benar Pak! Tadi Saya benar-benar tidak sengaja! Saya refleks, karena saya kini telah mengetahui keberadaan istri Saya berkat Yumna Pak! Jadi tadi.." timpal Hans ikut membela diri. Namun perkataannya langsung dipotong oleh Rio.
"Diam kamu! Jangan sementang kamu pernah berbaik padaku! Lalu kamu seenaknya saja memegang-megang istriku hah?! Kamu pikir.." sergah Rio, yang terlihat ia sudah diselimuti dengan kemarahannya terhadap Hans.
"Astaghfirullah Bie! Bisa nggak sih kamu jangan emosi seperti itu? Ingat Bie, kemarahan itu hanya sifatnya syetan! Karena marah termasuk godaan yang datang dari setan. Untuk itu, Allah Azza wa Jalla, memerintahkan hamba-Nya untuk berlindung kepada-Nya dari godaan setan. Sebagaima termaktub dalam QS. Al A'raf ayat 200 sebagai berikut:
وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ ۚإِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
__ADS_1
"Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar Maha Mengetahui."
"Jadi redamkanlah amarahnya Bei! Asal Bibei tahu, Rasulullah ﷺ pernah menyampaikan, orang yang kuat bukanlah orang yang jago gulat. Namun orang yang mampu menahan amarahnya.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، قال: "لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرُعة، وَلَكِنَّ الشَّدِيدَ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ".
Artinya: "Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi Saw. yang telah bersabda: Orang yang kuat itu bukanlah karena jago gulat, tetapi orang kuat ialah orang yang dapat menahan dirinya di kala sedang marah." (HR Bukhari dan Muslim).
Didalam Hadits lainnya, Dari Mu'adz bin Anas Al-Juhani RA, Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ كَظَمَ غَيْظًا وَهُوَ قَادِرٌ عَلَى أَنْ يُنْفِذَهُ دَعَاهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى رُؤُوْسِ الْخَلاَئِقِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُخَيِّرَهُ اللهُ مِنَ الْحُوْرِ الْعِيْنِ مَا شَاءَ.
Artinya: "Barangsiapa menahan amarah padahal ia mampu melakukannya, pada hari Kiamat Allah akan memanggilnya di hadapan seluruh makhluk, kemudian Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang ia sukai." (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah)."
Mendengar penjelasan istrinya, Rio yang melihat Hans, tersenyum kagum pada istrinya. Langsung berdengus kesal. Ingin saja ia meninju wajah tampannya itu. Tapi apalah daya, karena ia tak ingin istrinya kecewa. Apalagi istrinya, sudah capek-capek memberikan penjelasan tentang menahan amarah. Jadi mau tak mau ia pun harus berusaha menahan Amarahnya. Tapi tetap saja dia masih kesal melihat wajah Hans.
"Aah, iya Pak saya akan pergi sekarang!" balas Hans yang ternyata ia memahami maksud perkataan Rio.
"Astaghfirullah Bie? Mengapa seperti itu lagi sih?" tegur Naazwa, yang seakan membela Hans.
"Huh! Bela saja mantan kamu itu! Aku tak perduli lagi!" pungkas Rio, seraya ia berlalu pergi memasuki villanya dalam keadaan sangat kesal. Karena nampaknya ia sudah terbakar dengan rasa cemburunya. Hans yang melihat itu jadi merasa bersalah.
"Maaf ya Yum, gara-gara saya kamu jadi bertengkar dengan suami kamu," ucapnya dengan tatapan sendunya.
"Nggak papa Bang, hanya salah paham saja kok. Justru Ana yang sepatutnya minta maaf, karena sikap Bang Rio yang sangat kasar pada Abang. Jadi Ana mewakili Bang Rio, meminta maaf ya sama Bang Hans," balas Naazwa terdengar tulus.
__ADS_1
"Sudah di maafkan kok Yum. Ya sudah kalau begitu saya permisi ya? Oh iya terimakasih juga atas informasinya tadi Yum. Ya sudah Saya Pamit Assalamu'alaikum," Pamit Hans,
"Iya sama-sama Bang, wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatu,"
Setelah mendengar jawaban salamnya dari Naazwa, Hans pun langsung menuju ke mobilnya. Dan tak berapa lama kemudian mobil Hans pun mulai melaju meninggalkan Vila Rio. Setelah mobil Hans, menghilang dibalik gerbang Villa, Naazwa pun bergegas masuk. Karena ia tahu suaminya saat ini sedang marah. Jadi ia harus secepatnya mengklarifikasinya. Dan saat ini sudah pasti suaminya sedang berada di kamarnya. Makanya ia pun langsung bergegas ke kamar mereka.
Setibanya didalam kamar, Naazwa melihat suaminya, sedang duduk di sebuah sofa, yang berada dikamar mereka, sambil melipat tangannya, dengan wajah yang terlihat masih kesal. Naazwa yang melihat suaminya itu, malah tersenyum lucu. Karena ia langsung teringat pada si kecil Yumna dikala ia sedang merajuk.
"Maa shaa Allah, gantengmya Suamiku kalau sedang merajuk. Uluh..uluh..uluh... bikin gemas deh," rayu Naazwa, seraya ia berjongkok didepan suaminya, sambil ia hendak mencari tangan suaminya. Namun Rio langsung menepis, tanpa mengeluarkan suaranya.
Lagi-lagi Naazwa tersenyum lucu melihat Suaminya, apalagi saat melihat bibir suaminya yang sedang manyun itu membuat ia gemas melihatnya, "Hmm... Bibei masih marah ya? Wah rugi banget dong! Padahal dalam sebuah hadits mengatakan
Dari Abu Darda RA, Rasulullah bersabda:
لاَ تَغْضَبْ وَلَكَ الْجَنَّةُ
Artinya: "Jangan kamu marah, maka kamu akan masuk Surga." (HR Ath-Thabrani). " kata Naazwa lagi. Namun Rio melah melengos, dengan bibir yang masih nampak cemberut.
"Iiikh..Bibei! Kok malah melengos begitu sih! Huh! Seperti harus merayu dengan tindakan!" kata Naazwa, ia langsung duduk dipangkuan Rio, dan langsung meraih bibir Rio, membuat mata Rio membulat sempurna. Melihat keberanian istri kecilnya itu. Namun penyatuan itu hanya sebentar saja, "Hehehe.. langsung meresponkan? Jangan marah lagi ya suamku?" lanjut Naazwa dengan wajah polosnya, yang terlihat sedang cengengesan.
"CK! Kamu! Berani sekali kamu menggoda Bibei! Sekarang rasakan ini!" kata Rio, yang langsung meraih bibirnaya Naazwa, sedangkan tangannya menahan tengkuknya Naazwa. Membuat Naazwa, terkunci, sehingga ia tak bisa menghindari serangan dari suaminya.
Pada awalnya, ciuman Rio, bercampur dengan rasa kesalnya. Namun lama-kelamaan ciuman itu semakin panas, menandakan hasrat Rio mulai bangkit. Bahkan tangannya sudah mulai liar, kesana-kemari. Sehingga menciptakan suara yang merdu dari Naazwa. Namun disaat keduanya mulai terhanyut tiba-tiba pintu kamar mereka terbuka.
"Daddy! Mymah! Kalian ngapain!"
__ADS_1
GEDUBRAAAK!!!
...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...