GADIS BERCADAR Bermata Hijau V DUDA BERANAK Kembar Empat.

GADIS BERCADAR Bermata Hijau V DUDA BERANAK Kembar Empat.
MENENTUKAN PILIHAN.


__ADS_3

•⊶⊷❉্᭄͜͡💚 Mutiara Hikmah 💚❉্᭄͜͡⊶⊷•


Urusan Dunia selalu Melalaikan, Padahal ia tidak Menjanjikan (Belum Pasti di dapatkan) , Sedangkan Akhirat yang lebih Utama (Jelas Kepastiannya) Sering di Abaikan/Lupakan.


إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً وَفِتْنَةُ أُمَّتِي الْمَالُ


"Sesungguhnya setiap Ummat Memiliki Fitnah, dan Fitnah Bagi Ummatku adalah Harta".


[HR. Imam Tirmidzi].


Jangan Takut dan Bersedih ketika kalian Belum Mendapatkan apa yang menjadi Keinginanmu di Dunia, karena kelak Allah pasti akan memberikannya dengan segala Sesuatu yang lebih Sempurna dari Sekedar apa yang ada di Dunia.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💚❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷•


Naazwa amat terkejut tatkala Rio memberi sepapan pil KB padanya. Dan ia langsung menatap wajah suaminya, yang tadi terlihat begitu hangat. Kini sudah berubah, menjadi dingin. Ia seperti tidak percaya pada pengelihatannya. Padahal tadi ia sempat berpikir, kalau dirinya telah berhasil menaklukkan pria es tersebut. Tetapi ternyata ia salah.


Rio mengerenyitkan dahinya, saat melihat kediaman Naazwa, sambil menatap dirinya, "Kenapa hanya menatapku? Bukankah aku menyuruhmu untuk meminum obat itu? Sekarang minumlah," tanyanya, dengan tatapan datar pada Naazwa.


"Tapi kenapa Bang? Kenapa, Zwa harus meminum ini Bang?" tanya Naazwa kembali, yang terlihat begitu penasaran, dan dengan tatapannya Yang juga terlihat begitu sendu.


"Jangan banyak bertanya! Lakukan apa yang aku suruh! Dan kamu tidak boleh membantahku!" tegas Rio, dengan tatapan datarnya.


"Maaf Bang, tapi Zwa tidak bisa melakukannya! Karena Zwa seorang muslim! Dan bagi umat muslim, aturan Islam adalah yang utama. Sehingga semua urusan harus bersandar pada hukum agama. Tentunya, itu semua dilakukan harus sesuai dengan syariat Islam sebagaimana disampaikan dalam Alquran:

__ADS_1


“Hai orang-orang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul-Nya yang mengajak kamu kepada suatu yang memberi (kemaslahatan/kebaikan) hidup bagimu.” (QS Al-Anfal: 24)


"Dan asal Abang tahu, Para ulama memiliki pandangan bahwa hukum KB dalam Islam adalah haram jika tujuannya untuk membatasi kelahiran. Allah Subhanahu Wa Ta'ala memberikan perintah agar para perempuan dan keluarganya bisa memiliki keturunan yang banyak dan kuat untuk Islam.


Menentukan halal dan haram dalam Islam harus berdasarkan keterangan yang bisa dipertanggungjawabkan. Jika dilihat tujuannya, KB memiliki orientasi yang berbeda-beda. Ini juga dapat menentukan hukum KB dalam Islam dilihat dari peruntukannya.


Dalam sebuah hadis, Anas bin Malik berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:


تَزَوَّجُوا الْوَدُودَ الْوَلُودَ فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمُ اْلاُمَمَ


“Nikahilah perempuan yang penyayang dan banyak anak karena aku akan berlomba dalam banyak jumlahnya umat.” (HR Abu Daud)


Hal ini berbeda jika tujuannya untuk kesehatan. Membatasi kelahiran demi kesehatan tentu bisa berefek kepada kesehatan seorang istri atau ibu, mengganggu kesehatan rahim, dan juga pada aspek-aspek organ tubuh lainnya.


Untuk itu, jika memang mampu maka berikhtiar sekuat mungkin untuk bisa memiliki rezeki dan bukan untuk melakukan sterilisasi. Tetapi jika memang dibutuhkan dan karena ketidakmampuan diri, maka bisa untuk melakukan KB. Hal ini juga didasari oleh ayat berikut:


“Hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka, yang mereka khawatir terhadap kesejahteraannya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.” (QS An-Nisa: 9)


"Jadi kalau KB dalam arti pembatasan kelahiran yaitu program nasional dari pemerintah untuk membatasi jumlah anak dalam sebuah keluarga maka ini hukumnya haram. Kenapa haram? Karena bertentangan program tersebut dengan akidah Islam. Karena akidah Islam itu menjelaskan dalam Alquran adanya jaminan rezeki dari Allah untuk seluruh makhluknya," jelas Naazwa panjang lebar. Karena sepertinya ia sedikit salah paham.


Karena sepertinya Naazwa berpikir, kalau Rio memberikan pil KB padanya karena ia tak sanggup memberikan kebutuhan untuk anak-anaknya nanti, atau ia berpikir karena Rio takut Naazwa akan mengabaikan anak-anak sambungnya.


"Abang juga tidak perlu khawatir tentang anak-anak, Zwa janji akan tetap menyayangi mereka, walaupun Zwa punya buah hati sendiri," kata Naazwa, sembari ia menggenggam tangannya Rio, sembari ia menatapnya dengan lembut. Namun Rio hanya diam dan hanya membalas tatapan Naazwa dengan dingin.


"Bang? Kenapa Diam? Dan kenapa menatap Zwa seperti itu?" tanya Naazwa lagi. Yang kini tatapannya terlihat sedih.

__ADS_1


"Kamu pikir aku menyuruh kamu KB karena aku tidak sanggup menghidupi, kamu dan anak-anakku hm?" balas Rio, sembari ia mencengkram pipi Naazwa yang mendekati dagunya, sembari ia mendekati wajahnya, dengan tatapan tajamnya.


Mendapatkan perlakuan seperti itu membuat hati Naazwa sedikit sakit, hingga tanpa terasa air matanya pun mengalir. Membuat Rio yang melihat Air mata istrinya, ia pun langsung melepaskan cengkraman tangannya.


"Sebaiknya sekarang cepat lakukan yang ku perintahkan dan jangan membantah lagi! Kamu mengerti!" tegas Rio, sembari ia membelakangi tubuh Naazwa.


"Beri Ana alasannya? Mengapa Ana harus meminumnya?" tanya Naazwa, yang kini nada bicaranya sudah berubah, kini terdengar datar. Rio, menoleh kearahnya. Namun Naazwa langsung membuang pandangannya, dengan tatapan terlihat kesal.


"Kamu mau tahu alasannya? Itu karena aku tak ingin melihat anak-anakku kehilangan ibunya! Apa kamu sudah puas?!" balas Rio.


Naazwa tersentak mendengarnya. Dan seketika ia pun teringat cerita dari Ayah mertuanya, kalau ibunya quadruplets meninggal dunia karena melahirkan mereka. Mengingat hal itu akhirnya Naazwa paham, kalau saat ini suaminya memiliki trauma. Makanya ia tak mau memiliki anak lagi. Naazwa pun menjadi kasihan pada suaminya, dan ia pun memeluk Rio dari belakang


"Bang Maafin Zwa ya? Tapi Bang, kematian itu.." Naazwa bermaksud memberikan pengertian pada suaminya, namun langsung di potong oleh Rio.


"Aku tak ingin mendengar penjelasan apapun dari kamu! Sekarang kamu tentukan pilihananmu mau meminum itu atau tidak? Jawab sekarang!" tanya Rio, tanpa ingin melihat wajah istrinya. Naazwa pun melepaskan lingkaran tangannya yang berada dipinggangnya Rio.


Naazwa nampak bingung karena disuruh menentukan pilihannya. Namun ia berpikir kalau ia memilih meminum pil KB tersebut, maka sama saja ia membiarkan trauma Rio berlanjut terus menerus, makanya ia bertekad untuk tidak mengikuti keinginan suaminya.


"Bismilah, Maaf Bang, Zwa memilih untuk tidak meminumnya!" jawabnya dengan tegas.


"Bagus! Maka mulai sekarang aku tak akan menyentuhmu lagi!" pungkas Rio, yang dengan tegas ia meninggal Naazwa, yang masih tercengang setelah mendengar ucapannya. Jelas sekali Rio amat marah, setelah mendengar jawabannya Naazwa. Bahkan ia membanting pintu kamarnya dengan keras. Dan pergi begitu saja, meninggalkan Naazwa diVilanya yang di daerah BT. Tanpa memberi pesan apapun pada pembantunya.


Sedangkan Naazwa, hanya melihat kepergian Rio dari kaca jendelanya yang berada di lantai dua. Ia tak bisa berkata apapun, hanya tangisannya yang mewakili kesedihannya.


...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...

__ADS_1


__ADS_2