
•⊷⊶⊷❉্᭄͜͡💚 Mutiara hikmah 💚❉্᭄͜͡⊶⊷⊷•
🌹BAIK DAN BURUKNYA SESEORANG🌹
jika Allah menghendaki seseorang menjadi orang baik maka Allah cintakan hatinya kepada orang-orang baik dan yang mendapatkan petunjuk dari Allah. dan bila Allah menghendaki seseorang menjadi jelek maka Allah cintakan hatinya kepada orang-orang fasiq, bermaksiat dan orang-orang kafir, maka ia masuk ke lembah kemaksiatan, kelalaian dan kekufuran. Tak ada yang tersisa dari kenikmatan dunia ini, kecuali sahabat yang dapat engkau ambil kebaikan darinya dan meluruskanmu ketika engkau menyimpang.
{~Imam Hasan Al-Bashri R.A`)
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•⊷⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💚❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷⊷•
Keesokan harinya di sekolah Bintang.
Sesuai dengan kesepakatan akhirnya, Ali dan Budi menyanggupi menjadi bodyguard anak-anak dari enam sekawan. Pada awalnya, mereka sedikit keberatan karena mereka berpikir, yang namanya anak-anak pasti akan miliki sifat nakal. Namun ketika Yumna dan Farah memberikan mereka semangat akhirnya. Mereka pun menyanggupinya. Dan hari ini adalah hari pertama mereka bertugas menjadi Bodyguard anak-anak enam sekawan.
"Om, Ali, Om Budi, kenapa pada tegang begitu sih, lihatin kaminya?" tanya Yumna, ketika mereka berada di taman sekolah, di jam istirahat sekolah bintang.
"Eh, kelihatan ya Non? Iya sih kami lagi tegang, karena takut nggak amanah, Non. Soalnyakan kami harus menjaga kalian semuanya," balas Ali, yang memang terlihat sekali dirinya begitu tegang.
"Iya Non, saya juga tegang sekali. Tapi syukurnya kalian tidak, seperti anak-anak itu yang berlari kesana-kemari, jadi rasa tegang saya mulai berangsur hilang kok Non," sambung Budi juga.
"Hihihi... wajah Om bodyguard Budi jadi lucu ya kalau tegang begitu? Jadi mirip Om Sule yang di tv," celetuk Shafa, putrinya Andi.
"Ho'oh mirip ya Shafa! Dan Om bodyguard Ali, juga mirip sama Om Parto, yang ada di tv jugakan Shafa?" sambung Zahwa putrinya Dika. Mendengar perkataan dua gadis kecil, yang baru dikenalnya hari, Budi dan Ali, langsung saling bertatapan.
"Hah.. mirip Parto?" kata Ali mengulangi perkataan Zahwa
__ADS_1
"Aah..Aku malah dibilang mirip Sule?" kata Budi, teringat perkataan Shafa.
"Salah! Dua-duanya salah tau! Om Ali, dan Om Budi, itu nggak mirip siapa-siapa! Ingat kata Ustadzah Khanza, kita itu tidak boleh membanding-bandingkan orang orang lain tau!" timpal Hanifah putrinya Wira.
Eeeeh, sudahlah tidak usah didebatkan, lagiankan Zahwa dan Shafakan hanya bercanda, agar Om Bodyguard nggak tegang lagi," kata Farah, menenangin Hanifah, yang terlihat ia tak suka dengan perkataan kedua Sahabatnya.
"Ingat loh apa yang dikatakan Ummah Ana, kita tidak boleh mengikuti sifat setan. Dan sifat setan itukan, suka iri, suka melihat orang marah, menghasut orang dan akhirnya menimbulkan perdebatan, dan akhirnya menjadi permusuhan, hingga memutuskan tali silaturahmi Naudzubillah Min Dzalik. Jangan sampai kita memutuskan tali silaturahmi! Karena itu hal yang Amat dibenci oleh Allah dan Rasul-Nya " lanjut Farah lagi, yang terlihat ia lebih dewasa. Bahkan ia amat mirip dengan Ibunya Anisah.
"Memangnya kenapa Non, kok sampai di benci sama Allah dan Rasul-Nya?" tanya Budi, yang entah mengapa semenjak ia mendapatkan pencerahan dari Farah, ia jadi seperti haus akan ilmu pengetahuan tentang agamanya yang selama ini sempat ia Abaikan.
"Om, Silaturahmi memiliki arti jalinan kasih sayang dan persaudaraan, baik dengan kerabat maupun orang lain. Silaturahmi sangat dianjurkan dalam Islam. Sebagaimana perintah Allah SWT yang tercantum dalam surat An Nisa ayat 1 berikut," balas Farah, dan ia pun mulai melantunkan ayat Alquran dengan merdunya.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَٰحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَآءً ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِى تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
"Nah, jadi Silaturahmi merupakan ibadah yang sangat mulia karena dapat menyempurnakan rasa cinta dan memperkuat persatuan. Memutuskan silaturahmi sama saja dengan melanggar perintah Allah SWT dan orang yang melakukannya akan mendapatkan balasan.
Bagaimana hukum memutuskan tali silaturahmi menurut Islam? Hukum memutuskan silaturahmi dalam Islam adalah dilarang. Seseorang yang memutuskan tali silaturahmi akan dilanda kecemasan dalam hidupnya. Bahkan Allah ﷻ dan Rasulullah ﷺ sangat membenci orang yang memutuskan hubungan silaturahmi. Allah bahkan mengancam pemutus silaturahmi dengan sanksi yang berat, baik di dunia maupun di akhirat. Berikut ancaman yang diterima orang yang memutuskan tali silaturahmi
1). Amalnya tidak diterima “Sesungguhnya amal ibadah manusia diperlihatkan setiap hari Kamis malam Jumat, maka tidak diterima amal ibadah orang yang memutuskan hubungan silaturahmi.” (HR. Ahmad)
2).Tidak mendapat rahmat Allah ﷻ
“Rahmat Allah tidak akan turun kepada kaum yang padanya terdapat orang yang memutuskan tali silaturahmi.” (HR. Muslim)
3). Mendapatkan azab “Tidak ada dosa yang lebih percepat siksaan kepada pelakunya di dunia serta yang tersimpan untuknya di akhirat selain perbuatan zalim dan memutuskan tali silaturahmi.” (HR. Tirmidzi)
__ADS_1
4). Dilaknat Allah SWT
وَٱلَّذِينَ يَنقُضُونَ عَهْدَ ٱللَّهِ مِنۢ بَعْدِ مِيثَٰقِهِۦ وَيَقْطَعُونَ مَآ أَمَرَ ٱللَّهُ بِهِۦٓ أَن يُوصَلَ وَيُفْسِدُونَ فِى ٱلْأَرْضِ ۙ أُو۟لَٰٓئِكَ لَهُمُ ٱللَّعْنَةُ وَلَهُمْ سُوٓءُ ٱلدَّارِ
Artinya: “Orang-orang yang merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mengadakan kerusakan di bumi, orang-orang itulah yang memperoleh kutukan dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (Jahannam).” (QS. Ar Rad ayat 25)
Melihat Farah yang menjelaskan tentang makna tali silaturahmi, terlihat bak seorang Ustadzah, bagi siapapun yang melihatnya. Membuat Ali mau pun Budi, semakin kagum padanya.
"Apa kalian semua sudah paham sekarang?" tanya Farah lagi, setelah ia menyelesaikan penjelasannya.
"Paham Ustadzah Farah!" teriak Yumna, Yunda, Hanifah,Zahwa, dan Shafa, secara bersamaan. Membuat Farah terkejut, dan ia pun langsung tersenyum malu, karena teman-temannya telah menyebut dirinya Ustadzah.
"Eh, hehehe...Ana jadi malu, Anakan bukan Ustadzah, lagian Anakan masih kecil," sangkal Farah, masih terlihat tersipu malu-malu.
"Tapi Nona Farah, sudah cocok kok, kalau dibilang Ustadzah. Apalagi Nona, sangat pintar sekali saat melantunkan ayat. Bahkan Nona juga hafal hadits-hadits, jadi saya rasa, Nona sudah dikategorikan seorang Ustadzah. Tapi Ustadzah kecil, betul nggak Bang Ali," timpal Budi, yang ia juga teringat ketika ia pertama kalinya mendapatkan pencerahan dari Farah ketika ia masih menjadi anak buahnya Bram.
"Benar apa yang dikatakan Om Budi. Dan saya juga setuju kalau Nona itu sudah cocok dipanggil Ustadzah kecil kok," sambung Ali sambil ia mengacungkan jari jempolnya pada Farah.
"Tuhkan? Om Bodyguard aja setuju! Kalau begitu mulai sekarang kita, panggil kak Farah Ustadzah kecil saja ya? Kalian setuju nggak teman-teman?" tambah Yumna, terlihat begitu bersemangat.
"Setujuuu!!"
...⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💚❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶...
Jangan lupa Dukung author ya 😉 Berikan VOTE, LIKE, HADIAH, & KOMNTAR. Biar Author semangat UP Oke😉
__ADS_1