
•⊶⊷❉্᭄͜͡💚 Mutiara Hikmah 💚❉্᭄͜͡⊶⊷•
"Cinta memiliki banyak makna dan arti, tapi hanya satu yang tampak jelas ialah Cinta dapat menghilangkan segala kegundahan dalam hati."
[ Al Habib Umar Bin Hafidz ]
اَللّٰهُمَّ صَلِّی عَلَى مُحَمَّدْ اَللّهُمَّ صَلِّی عَلَيْهِ وَسَلِّمْ
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💚❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷•
Setelah Rio, menghilang dibalik pintu Villa. Nazwa pun, mulai melangkahkan kakinya menuju pintu Villa. Setibanya di depan pintu ia langsung disambut oleh seorang wanita paruh baya.
"Assalamu'alaikum?" salam Naazwa, ketika ia sudah berada di depan pintu Villa.
"Wa'alaikumus salam. Selamat datang Nyonya muda, mari masuk Nyonya," sambut wanita tersebut, terlihat begitu sumringah. Membuat Naazwa terperangah, mendengar panggilan untuknya.
"Hah! Nyonya? Maaf, Umi siapa ya?" tanya Naazwa terlihat canggung.
"Panggil saja Bi Surti Nya," balas Wanita itu yang ternyata Bi surti, pembantunya Rio.
"Ooh, baiklah Bi! Oh iya jangan panggil saya seperti itu Bi. Panggil saja Naazwa ya Bi?" kata Nazwa lagi.
"Ooh...jadi kamu malu dipanggil Nyonya yaa?" sindir Rio, yang tiba-tiba saja muncul dari ruang keluarga. Membuat Naazwa, kaget melihatnya, apalagi saat mendengar sindirannya.
"Eh, bukan begitu Akhy, saya.." Naazwa bermaksud menjelaskan, mengapa ia tak ingin dipanggil Nyonya. Namun Rio, langsung memotong perkataannya.
"Akhy? Apakah aku saudara laki-lakimu, hm?" tanya Rio, terdengar dingin.
"Eh, bu-bukan! Ma-maaf, Sa-saya..." Naazwa menjadi gugup, karena secara tiba-tiba Rio, mendekati wajahnya ke wajah Naazwa.
"Aah, sudahlah! Sebaiknya sekarang kamu pergilah istirahat!" kata Rio, seraya menjauhkan wajahnya lagi, "Bi, antar Dia, ke kamarku!" lanjutnya sembari ia melangkahkan kakinya menuju pintu keluar.
"Ma-maaf tuan, bolehkah saya beristirahat dikamarnya Yumna dan Yunda?" pinta Naazwa, menghentikan langkah Rio, lalu ia pun membalikkan tubuhnya sembari melipatkan kedua tangannya di bawah dadanya.
"Ooh, apakah Nyonya merasa jijik tidur bersama suaminya sendiri, hm?" tanya Rio, yang kini bukan hanya suaranya saja yang dingin. Namun ia juga menunjukkan tatapan dinginnya, pada Naazwa.
"Eh, bu-bukan begitu Sa-saya ha..." Naazwa benar-benar merasa tersudut, ia terlihat kebingungan untuk menjelaskan bahwa dirinya belum terbiasa. Apalagi ia belum begitu mengenal Rio. Jadi rasanya aneh baginya yang harus satu kamar dengannya.
"Sudahlah! Terserah kamu saja!" pungkas Rio, lalu ia pun berlalu pergi dengan wajah kekesalannya. Membuat Naazwa, merasa bersalah, karena sudah membuat suaminya kesal.
Bagi Naazwa yang sudah mempelajari Adab atau etika dalam rumah tangga, pastilah akan merasa bersalah apabila ia telah mengecewakan suaminya. Apalagi sebelum menikah, ia pernah ditatar oleh Ustadz Khairul, tentang Adap seorang istri terhadap suaminya.
Naazwa pun teringat akan perkataan Ustadz Khairul. "Nak, kamu senantiasa dicintai Allah, senangkanlah suami kamu Nak. Karena ridho suami kamu adalah Ridhonya Allah. Jadi agar rumah tangga kamu mendapatkan berkah. Pelajarilah Adap-adapnya,
Dalam sebuah kitab berjudul Al-Adab fid Din dalam Majmu'ah Rasail al-Imam al-Ghazali (Kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah, halaman 442), beliau mengatakan bahwa ada beberapa hal terkait hal tersebut. Imam Al-Ghazali menjelaskan tentang beberapa adab istri terhadap suami.
__ADS_1
Selalu Merasa Malu. Meski bukan lagi pengantin baru istri hendaknya tetap mempertahankan rasa malu kepada suami. Tentunya rasa malu ini dalam arti positif, seperti malu saat bau badannya membuat suami tidak nyaman, malu saat berpenampilan tidak menarik, atau malu memiliki sifat yang buruk.
Tidak Banyak Mendebat
Saat memiliki masalah, utamakan diskusi untuk mendapatkan solusi yang terbaik. Hindari mendebat karena hanya akan menimbulkan konflik.
Senantiasa Taat Atas Perintahnya
Salah satu kewajiban istri adalah taap pada suami, selam tidak bertentangan dengan syariat. Saat hal tersebut terjadi, istri bisa mengajukan keberatan dengan sopan atau menolak dengan cara halus, dan mengajukan alternatif lain dari perintah suami.
Menjaga Kehormatan Ketika Suami Sedang Pergi. Memiliki perilaku yang baik saat ada atau tidak adanya suami merupakan adab istri terhadap suami. Ini dimaksudkan agar keduanya tetap memiliki martabat yang baik, dan menjaga kepercayaan suami. Selain itu, hal ini guna menghindari fitnah yang bisa saja terjadi saat tidak ada pengawasan suami.
Istri hendaknya tidak menuntut lebih dari apa yang mampu diberikan suami kepadanya, atau yang disebut dengan Qana’ah. Adab istri terhadap suami ini harus diwujudkan dengan rasa syukur. Meski begitu, istri juga tetap mendorong suami untuk terus berikhtiar mencari rezeki yang halal.
Menampakkan Rasa Cinta saat Berada di Dekat Suami. Istri hendaknya dapat menunjukkan rasa cinta kepada suami, terlebih saat berada di dekatnya. Bentuk perhatian sederhana seperti tetap bermuka manis dan atau memeluk bisa menjadi contoh. Sebab, salah satu tujuan berumahtangga adalah membentuk keluarga yang saling mencintai.
Melihat Kenyataan Suami sebagai Sebuah Keutamaan. Apapun keadaan suami, seorang istri hendaknya dapat menerimanya dengan baik. Jika suami memiliki keadaan yang baik, istri hendaknya mensyukurinya sebagai kenikmatan.
Jika sebaliknya, istri hendaknya bersikap sabar. Syukur dan sabar merupakan keutamaan dari Allah SWT dan kunci dari keharmonisan.
__ADS_1
Itulah beberapa Adap seorang istri terhadap suaminya, masih ada beberapa lagi yang harus, ditaati untuk seorang istri, apabila ia ingin mendapatkan surga dari Rabbnya.
...*****...
Melihat majikan barunya yang sedang termenung setelah kepergian Rio. Surti pun menyentuh bahunya Nazwa, "Neng? Jangan di ambil hati ya perkataan Den Brian. Sebenarnya Den Brian dulu tidak seperti itu. Dia orangnya hangat dan baik, tapi semenjak istrinya meninggal, beliau jadi berubah," jelasnya.
"Oh, iya Bi, saya paham kok," balas Naazwa, sambil meraih tangan Surti, yang berada di bahunya.
"Alhamdulillah, kalau begitu, mari Bibi antar, neng kekamarnya, Non Yumna dan Non Yunda,"
"Tidak Bi, antarkan saya ke kamar Suami saya saja," balas Naazwa, membuat Surti tersenyum senang, mendengar keputusan Naazwa yang memilih beristirahat di kamar Tuannya.
"Alhamdulillah, ya sudah mari Neng," Surti pun mengantar Najwa ke kamarnya Rio, yang berada di lantai dua. Setibanya di sana Naazwa terlihat tercengang melihat kamar Rio, yang terlihat begitu luasnya.
"Ya sudah Bibi permisi ya Neng, selamat Istirahat, nanti kalau Eneng membutuhkan sesuatu panggil Bibi saja ya," ujar Surti, menyadarkan Naazwa dari kekagumannya.
"Eh, iya Bi, terima kasih ya Bi," Setelah memberikan anggukan kepala, Surti pun meninggalkan Naazwa, seorang diri dikamar Rio. Karena sudah tidak ada siapapun, Nazwa pun membuka cadarnya.
"Hmm..sebelum Istirahat, sebaiknya Ana, mandi dulu deh, rasanya tubuh Ana lengket semua," gumam Naazwa, sembari ia melangkah ke kamar mandi, untuk membersihkan dirinya.
Tak berapa lama Naazwa masuk ke kamar mandi. Rio, pun memasuki kamarnya, "Kemana dia? Bukankah kata Bi Surti, dia..." gumam Rio, namun langsung tercengang saat melihat Naazwa keluar dari kamar mandinya.
"Cantik!"
...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...
Hai, guys, selagi menunggu Author update kembali yuk kepoin Novel temannya Author yuk.
Yang bernama Author 💖 Kirana Pramudya💖
*Dengan judul Karya
💖* RAHIM SEWAAN MR. CEO💖
Biar tambah penasaran author kasih sinopsisnya Yee, cekidot 😉👇
Sinopsis:
Kisah pilu berdampingan erat dengan sosok Sara Valeria. Nyaris menjadi korban pemerkosaan ketika dirinya hendak bekerja, hingga takdir membawanya bertemu Belva Agastya yang menolongnya, hingga akhirnya berniat menyewa rahimnya. Sedangkan Belva sendiri terpaksa menyewa tahun untuk melahirkan ahli waris karena istrinya, Anindiya mengidap Endometriosis dan Tokophobia sebuah fobia yang membuat wanita takut hamil dan melahirkan. Bagaimana kisah pelik ketiganya? Apakah Sara hanya sekadar menjadi wanita yang menyewakan rahimnya?
__ADS_1
...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...
Pasti penasarankan 🤭 cus Akh kepoin ya😉 dan jangan lupa sampaikan salam Ramanda buat Author Kirana Yee 😘 Syukron 🙏🥰