GADIS BERCADAR Bermata Hijau V DUDA BERANAK Kembar Empat.

GADIS BERCADAR Bermata Hijau V DUDA BERANAK Kembar Empat.
MENDISIPLINKAN.


__ADS_3

•⊷⊶⊷❉্᭄͜͡💚 Mutiara hikmah 💚❉্᭄͜͡⊶⊷⊷•


MANUSIA TIDAK LUPUT DARI UJIAN, BERSABARLAH!


Allah ﷻ berfirman,


“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 155)


Ujian kehidupan yang dirasakan banyak orang datang dalam bentuk yang berbeda-beda, Allah berikan ujian tersebut dengan berbagai macam tujuan diantaranya untuk mengangkat derajat hamba-hamba-Nya seperti yang dialami para nabi, sahabat, dan orang-orang shaleh, atau sebagai peringatan kepada seorang hamba agar kembali kepada syari’at agama, atau sebagai ujian kesabaran dalam menerima taqdir Allah.


Orang yang diberi taufik oleh Allah dengan kesabaran ketika terjadinya musibah, ia akan berusaha menahan diri dari perbuatan yang tercela seperti mencaci maki baik secara lisan maupun perbuatan. Ia hanya berharap pahala dari Allah atas ujian yang telah menimpa dirinya.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


••┈┈•┈┈••┈••✾•◆❀💚❀◆•✾••┈••┈┈•┈┈••


Hari-hari kian berlalu begitu cepat, kini sudah tiga bulan usia Baby Boy. Dan usia segitu adalah masa-masa menggemaskan bagi anak kecil. Apalagi saat ini tubuh Baby Boy, sedikit gembul, hal itu membuat quadruplets ingin selalu berada di dekat adik bungsu mereka.


Apalagi Yumna dan Yunda, yang paling senang ketika mereka telah memiliki seorang Adik. Jadi tak heran kalau mereka selalu mencari baby boy, setiap mereka pulang dari sekolah atau pun dari mengaji. Apalagi kalau sedang libur, mereka pasti tak akan pernah mau jauh dari si gembul. Itulah panggilan yang kerap kali mereka pakai bila memanggil Baby Boy.


"Mymah, Dede gembul mana kok nggak ada? Umna udah kangen berat nih," tanya Yumna, yang terlihat ia baru muncul dari luar bersama dengan Yunda. Bahkan ia masih berpakaian seragam sekolahnya.


"Ho'oh, Mymah, mana Dede Embulnya, kok nggak ada sih? Unda juga kangen banget nih," sambung Yunda yang terlihat ia juga sama seperti Yumna. Masih berpakaian lengkap seragam sekolahnya.


"Eeeeh.. kok datang-datang malah tanya Dede gembul sih? Bukannya ngucapin salam dulu sama Mymah?" tegur Naazwa, yang terlihat sedikit kaget. Pasalnya saat mereka datang sedang sedikit berlari-lari, dengan sepatu yang masih belum dibuka bahkan masih menggendong tas sekolahnya.


"Eh..! Hehehe..I'm sorry Mymah Umna lupa!" balas Yumna seraya ia menyengir malu. Begitu juga dengan Yunda.

__ADS_1


"Aah.. Maaf Mymah, Unda juga lupa," sambung Yunda, seraya ia menyatukan kedua ujung jari telunjuknya.


"Humm.. kalau begitu, kalian kembali ke pintu, buka sepatunya dulu! Baru masuk lagi dan harus mengucapkan salam, kalian paham hm?" ujar Naazwa terdengar lembut namun sedikit tegas.


"Paham Mymah!" balas Yunda dan Yumna secara bersamaan. Dan saat bersamaan..


"Assalammu'alaikum Mymah?" ucap dua bocah laki-laki, yang terlihat, keduanya sudah membuka sepatunya. Lalu keduanya juga langsung menyalami tangan Naazwa.


"Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatu. Nah ini baru anak-anak Mymah yang top markotop. Sudah tampan Sholeh lagi," balas Naazwa, seraya ia menyambut tangan Fanza dan Fasya, "Begini nih, yang Mymah mau! Apakah kalian tidak bisa meniru seperti kakak-kakak kalian hm?" tanyanya lagi pada Yumna, dan Yunda, yang terlihat masih berada di sana.


"Bisa kok Mymah, inikan mau di ulangin lagi," jawab Yumna, merasa bersalah.


"Ho'oh, kami mau balik lagi kok My, ayo Umna kita balik lagi ke luar," sambung Yunda, seraya ia menggandeng tangan Yumna. Dan akhirnya mereka melangkah menuju ke pintu dan keluar. Naazwa yang melihat itu pun tersenyum, setelah ia pun beralih kepada kedua bocah laki-lakinya. Yang terlihat keduanya masih terlihat bingung melihat kedua adik perempuannya pergi.


"Mereka kok keluar lagi Mymah?" tanya Fasya, yang terlihat ia yang paling bingung.


"Itu karena mereka belum buka sepatu, dan lupa mengucapkan salam Dek," balas Fanza, yang ternyata ia paham, dengan apa yang terjadi.


"Baiklah Mymah," balas Fanza dan Fasya secara bersamaan. Setelah itu mereka pun langsung berjalan menuju ke anak tangga, karena kamar mereka berada dilantai dua. Setelah mereka pergi, tak berapa lama Yumna dan Yunda masuk kembali. Dan kini keduanya terlihat sudah membuka sepatu mereka.


"Assalamu'alaikum Mymah," ucap keduanya secara bersamaan. Lalu keduanya juga menyalami serta mencium tangannya Naazwa.


"Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatu, Nah gitu dong, itu baru putri-putri Mymah, yang paling cantik," ujar Naazwa sembari ia mengecup puncak kepala Yumna dan Yunda secara bergantian dengan penuh kasih sayang.


"Terima kasih Mymah," kata mereka, kembali secara bersamaan.


"Sama-sama Sayang, ya sudah, sekarang ganti pakaian kalian dulu, setelah itu kita akan makan sama-sama," kata Naazwa lagi.

__ADS_1


"Tapi Mymah, kami lagi kangen sama Dede Embul, bisa nggak makannya nanti saja?" tanya Yumna, yang ternyata ia masih penasaran pada adik bungsu itu.


"Tidak boleh! Kalian harus makan dulu!" balas Naazwa, terdengar tegas. Membuat wajah Yumna seketika berubah sedih. Melihat hal itu Naazwa pun merasa tidak enak, "Nak, adik kalian masih tidur, jadi sebaiknya kalian makan dulu oke? Nanti kalau Dedenya sudah bangun, baru deh kalian bisa main sama Dede ya?" lanjut Naazwa lagi.


"Baiklah Mymah..kalau begitu kami ke kamar dulu ya Mymah," ujar Yumna, yang kini wajahnya, terlihat seperti biasa lagi.


"Iya Sayang, pergilah," balas Naazwa, terlihat lega, karena putrinya tak lagi berwajah sedih. Setelah mendapatkan jawaban dari sang Ibu sambungnya, Yumna dan Yunda pun akhirnya melangkah menuju ke anak tangga, karena kamar mereka juga berada di sana.


Setelah kepergian mereka, Naazwa pun bermaksud ingin keruang makan. karena ia ingin menyiapkan makanan untuk quadruplets. Namun belum lagi ia mencapai pintu ruang makan tiba-tiba ia dikejutkan oleh tangan kekar Seseorang yang mendekapnya dari belakang. Dan otomatis ia langsung terpekik, saking terkejutnya.


"Kyaaaa..!!" pekiknya, dan dengan spontan ia pun langsung menoleh kebelakang.


"Bibei! Bikin kaget aja sih! Bukan salam dulu kek!" tegur Naazwa, dengan nada sedikit tinggi.


"Hehehe, maaf Sayang! Bibei emang sengaja ingin mengejutkan kamu loh," balas pemilik tangan kekar, yang tak lain adalah Rio.


"Huh! Sengaja? Tetap saja harus mengutamakan salam! Udah sepatunya tidak dibuka lagi! Padahal Zwa tadi baru mendisiplinkan anak-anak. Eeh ini malah bapaknya juga seperti itu sih!" protes Naazwa, seraya ia melipat kedua tangannya kedadanya.


"Aah, Maaf loh Sayang. Ya udah Bibei, salam deh.. Assa..." balas Rio, yang terlihat ia bermaksud mengucapkan salamnya. Namun langsung di sanggah oleh Naazwa.


"Eeeett... Sana balik ke pintu dulu! Buka sepatunya dulu, baru deh mengucapkan salam!" ujar Naazwa terdengar tegas.


"Haah...? Harus keluar lagi?" tanya Rio, terlihat bingung.


"Hu'um harus keluar!"


"Alamak...!" kata Rio, seraya menepuk dahinya.

__ADS_1


...┈••┈••✾•◆❀💚❀◆•✾••┈••...


Oh iya Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 😉🙏 Serta jangan lupa berikan 👉" ⭐⭐⭐⭐⭐ serta ulasan Oke 😉 Dan tak lupa juga Vote serta Hadiahnya ya 🤭 biar memicu Author update kembali oke guys 😉 Syukron 🥰.


__ADS_2