GADIS BERCADAR Bermata Hijau V DUDA BERANAK Kembar Empat.

GADIS BERCADAR Bermata Hijau V DUDA BERANAK Kembar Empat.
BERBUAH MANIS.


__ADS_3

•⊶⊷❉্᭄͜͡💚 Mutiara Hikmah 💚❉্᭄͜͡⊶⊷•


Siapapun yang menjadikan Allah sebagai sandaran maka takkan mungkin ia kecewa, takkan mungkin sakit karena hanya ucapan manusia, dan takkan mengeluh karena ujian yang menimpa. Sebab yang dari Allah pasti baik, apapun bentuknya.


"Hasbunallah wa ni'mal wakil (cukuplah Allah sebagai penolong kami, dan Allah adalah sebaik-baik tempat bersandar)."


(QS Ali Imran [3]: Ayat 173).


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ*__


•⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💚❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷•


Daffin dan Meira akhirnya diperolehkan masuk oleh Rio, setelah ia meminta izin oleh Naazwa. Setelah mereka didalam nampak Yumna begitu senang melihat kedatangan sahabat Almarhum Ibunya.


"Assalamu'alaikum," ucap Meira dan Daffin secara bersamaan.


"Wa'alaikumus salam," balas Naazwa dan Yumna secara bersamaan juga.


"Yeee..Umah, dan Biyah datang! Umna kangen banget Sama Umah, sama Biyah juga?" sorak sekecil Yumna dengan wajah yang begitu senang.


"Oh ya? Kalau kangen peluk dong Biyahnya," kata Daffin sambil merentangkan kedua tangannya. Yumna yang terlihat baru dipakaikan baju olah Naazwa langsung berlari menuju Daffin yang masih berada didepan pintu. Dan Daffin pun langsung menyambutnya, bahkan ia langsung mengangkat tubuh kecil itu, dan memeluknya dalam gendongannya. Sedangkan Yumna langsung melingkarkan tangannya dileher Daffin.


"Aah, Biyah juga kangen sama gadis kecil ini," lanjut Daffin sambil menciumi pipi gembul Yumna.


"Oooh.. jadi kangennya cuma sama Biyah aja Nih? Emangnya sama Umah, nggak kangenkah?" tanya Meira, yang terlihat ia memasang wajah yang berpura-pura sedih.


"Eh, kangen juga kok! Umna kangen juga sama Umah. Kangen banget lagi," ujar Yumna, yang terlihat imut, membuat Meira yang melihatnya jadi gemas. Sehingga ia pun mengambil tubuh Yumna yang masih berada digendongan Daffin. Dan kini Meiralah yang menggendong Yumna.


"Sama dong Sayang. Umah juga kangen sama putri cantik ini! Makanya Umah datang kesini," balas Meira sembari ia berjalan dengan Yumna masih berada didalam gendongnya menuju ke tempat tidurnya. Sambil memeluk Yumna serta memberikan kecupan lembut pada kedua Pipinya gembul. Setelah itu Pandangan Meira beralih pada Naazwa.


"Ini Mama baru Yumna?" tanyanya lagi pada Yumna. Sambil meletakkan Yumna diatas ranjangnya.

__ADS_1


"Iya Umah, ini Mymah baru Umna," balas Yumna, sambil meraih tangan Ibu sambungnya yang kebetulan berada disisinya juga.


"Maa shaa Allah, pasti Mymah Yumna cantik ya?" tanya Meira sembari tersenyum lembut pada Naazwa, yang terlihat ia hanya berdiri terpaku, tak berapa jauh dari tempat tidurnya Yumna.


"Iya dong Umah. Mymah Umna cantik banget, kayak bidadari, lihat aja Umah, mata Mymah permata hijaukan?" balas Yumna, yang terlihat begitu bersemangat memamerkan Ibu sambungnya. Mendengar Meira bertanya tentang dirinya, Naazwa pun menghampirinya.


"Salam kenal Ukhty, Ana Naazwa," katanya pada Meira, sambil ia mengulurkan tangannya.


"salam kenal juga Naazwa, Ana Meira," sahut Meira sambil menyambut uluran tangannya Nazwa, lalu ia pun mendekati wajahnya, dan akhirnya mereka melakukan cipka dan cipki sebagai salam memperat tali silaturahmi, mereka.


"Oh ya, selamat juga atas pernikahan Anti dan Bang Rio ya, semoga menjadi keluarga sakinah mawadah dan warahmah," ucapnya lagi, dengan tulus.


"Aamiin ya Allah, Syukron Yaa Ukhty," balas Naazwa begitu lembut. Terlihat sekali Naazwa terlihat begitu canggung dengan Meira. Karena ia telah mengetahui kalau Meira adalah teman akrabnya almarhum istri, suaminya itu.


Sedangkan Yumna yang sepertinya tahu, ia pun berusaha mencairkan suasananya tersebut


"Umah? Kakak Twins dan kakak-kakak triplets kok nggak ikut sih? Umnakan kangen juga Umah," tanyanya dengan nada manjanya.


"Kalau begitu Umna mau pulang sekarang? Ayah Umna ingin bertemu kakak-kakak semua, boleh nggak Umna pulang sekarang?" tanya si kecil pada Ayahnya, terlihat sekali ia begitu antusias, ingin pulang.


"Boleh, tapi tunggu Uncle Dokter, mengizinkannya dulu ya Nak," balas Rio.


"Uuh..Tapi uncle Dokternya belum datang! Kalau begitu, Ayah panggil dong uncle Dokternya! Yumna udah nggak sabar nih," pinta Yumna, yang terlihat begitu tidak sabaran. Dan disaat bersamaan.


"Assalamu'alaikum," ucap seorang pria berjas putih, yang terlihat baru saja masuk bersama seorang wanita yang berpakaian serba putih juga.


"Wa'alaikumus salam," balas mereka semua secara bersamaan.


"Sepertinya tadi ada yang mencari-cari Uncle Dokter deh? Apakah gadis kecil ini sedang kangen sama Uncle Dokter?" ujar pria berjas putih tersebut, sembari berjalan menghampiri ranjangnya Yumna.


"Huh! Siapa yang kangen sama Uncle Dokter! Umna tuh cari-cari Uncle Dokter, karena Umna kepingin pulang Uncle," balas Yumna, sembari memanyunkan bibirnya. Membuat wajahnya terlihat lucu.

__ADS_1


"Ooh, hmm.. Uncle jadi sedih deh, ternyata Uncle nggak dikangenin sana gadis kecil yang lucu ini," kata pria itu lagi, sambil menunjukkan wajah sedih, "Wah, nampaknya ada yang senang nih, karena dijenguk, sama siapa ini?" tanya pria, yang dipanggil Dokter oleh Yumna itu.


"Aaah iya! Dika kenalin, ini teman gue dari kota JK," ujar Rio, pada Pria itu, yang ternyata ia adalah Dika.


"Ooh, Hai, salam kenal, saya Dika," kata Dika, sambil mengulurkan tangannya pada Daffin. Dan langsung disambut oleh Daffin.


"Salam kenal juga, saya Daffin, dan itu istri saya," ujar Daffin, sambi menunjuk ke arah Meira, dan Meira hanya memberikan senyuman sambil mengatupkan kedua tangannya tanda, ia memberi salam, pada Dika.


"Iiih, Uncle Dokter! Kok Umna di abaikan sih? Umnakan mau tanya," protes Yumna, sambil melipatkan kedua tangannya dan meletakkannya di dadanya.


"Eeeh..Yumna kok begitu sih? Itu tandanya Umna, orang yang tidak sabar," tegur Meira, "Emangnya Yumna nggak tahu yaa? kalau sabar itu berbuah manis?" tanyanya lagi dan dibalas Yumna dengan gelengan kepalanya saja.


"Sayang kita harus Melatih kesabaran pada diri kita, memang berat dan terkadang pahit, namun buahnya sangat manis.


Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 153:


يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ


yā ayyuhallażīna āmanusta’īnụ biṣ-ṣabri waṣ-ṣalāh, innallāha ma’aṣ-ṣābirīn


Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.


Dalam ayat tersebut, disebutkan bahwa Allah bersama orang-orang yang sabar. Apa yang lebih indah… apa yang lebih manis dari kebersamaan dengan Allah.


Bahkan dalam surat Ali Imran ayat 136, Allah berfirman:


وَاللّٰهُ يُحِبُّ الصّٰبِرِيْنَ


Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.


" Tuh kan, bukankah sungguh manis jika kita dicintai oleh Allah, Sayang? Emangnya Yumna nggak ingin dicintai Allah?"

__ADS_1


...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...


__ADS_2