
•⊶⊷❉্᭄͜͡💚 Mutiara hikmah 💚❉্᭄͜͡⊶⊷•
Janganlah merasa aib kita lebih sedikit dibanding aib orang lain. Jangan sibuk mencari-cari aib orang lain tapi kita lupa aib kita sendiri
Belum tentu orang yang kita anggap buruk itu nantinya akan masuk neraka. Dan belum tentu yang sekarang kita anggap baik itu nantinya akan masuk syurga
Boleh jadi yang dulu kita anggap buruk itu bertaubat menjadi orang yang baik. Dan boleh jadi yang dulu kita anggap baik berubah menjadi tidak baik.
[Habib Novel Bin Jindan]
اَللّـٰــهُمَّ صَلِّ عَـلـٰى سَيَّـدِنَـا مُحَمَّدٍ وَعَـلـٰى أَلِ سَيِّـدِنَا مُحَمَّدٍ🥀
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💚❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷•
Disebuah gedung kosong yang terlihat begitu usang, tampak beberapa Pria bertubuh besar, terlihat sedang mondar-mandir disekitar perkarangan gedung tersebut. Sedangkan didalam gedung tersebut, disalah satu kamarnya tampak dua gadis kecil, dengan tangan dan kaki yang terikat di sudut ruangan. Sedangkan ditengah-tengah ruangan tersebut, nampak tiga orang pria yang terlihat sedang menikmati makanannya tanpa memperdulikan kedua gadis kecil tersebut.
"Kak Farah, sampai kapan kita akan disini? Soalnya Umna juga sudah lapar Kak," ujar si kecil Yumna, dengan tatapan mata yang mengarah kepada ketiga pria yang sedang makan itu. Dan terlihat juga ia sampai menelan silfanya, ketika para pria tersebut memasuki sesendok makanan kemulut mereka.
"Sabar ya dek Yumna, kita tunggu jemputan, Buyahku dan Ayah kamu dulu, baru deh kita pulang, oke," balas Farah dengan lembut. Ia terlihat lebih tenang dari pada Yumna.
"Tapi Kak, Umnah udah lapar banget," kata Yumna yang kini matanya sudah mulai berkaca-kaca.
"Iya Kakak tahu, Kitakan tadi nggak jadi makan, tapi sebentar coba Kakak, tanya sama Om itu, Adan nggak makanan untuk kita ya?" balas Farah, dan dibalas anggukan oleh Yumna, "Om penjaga.. kami juga laper, adakah makanan untuk kami?" tanya Farah lagi, pada ketiga pria yang sedang makan itu.
__ADS_1
"Tidak ada! Kami saja kekurangan, gimana mau ngasih kalian!" ujar salah satu dari pria tersebut, dengan nada sedikit membentak.
"Tapi Om, kami udah laper banget Om," rengek Yumna, berharap salah satu dari pria tersebut ada yang bermurah hati.
"Aah! Diam kalian! Berisik banget sih! ganggu orang makan saja!" bentak pria lainnya lagi. Membuat Yumna langsung terdiam dan seketika air mata yang tadi terbendung di pelupuk mata kini mulai jatuh. Namun ia tak berani mengeluarkan suaranya, hanya isakannya saja yang terdengar sesekali.
"Elo sih Bud! Udah gue bilang tadi beli makanannya jangan pas-pasankan? Soalnya tadi Boskan juga udah nyuruh kita ngasih mereka makan jugakan? Tapi Lo kok belinya malah sedikit!" tegur salah satu pria tersebut.
"Loh kok gue yang disalahin? Orang Agus kok yang nyuruh gue beli segitu," balas Pria, yang dipanggil Budi.
"Aah.. banyak bacot Lo pada! He Ali! Lo dengar ya! Bos ngasih uangnya pas-pasan tau! Gimana mau beliin makanan si bocah, kalau untuk kita aja kurang!" ujar Pria yang bernama Agus.
"Ah masa sih! Lo jangan bohong deh! Orang gue lihat kok, Bos ngasih lu duit lembaran merah yang lumayan banyakkan?" kata pria yang dipanggil Ali.
"Aah..berisik banget sih Lo! Emangnya sementang Bos ngasih segitu hanya untuk dibeli makanan aja ya? Emangnya Lo pikir rokok yang Lo isap dari mana asalnya hah?! Itu minuman itu! Lo pikir ada orang yang ngasih secara cuma-cuma hah?! Semua cemilan ini Lo pikir ada orang yang ngasih gitu! Sadar woy di jaman sekarang kalau Lo hidup cuma lurus doang, dan hanya mengikuti apa yang diperintahkan, yang ada Lo hanya menjadi orang blangsak alias kere tau!" balas Agus dengan nada tinggi, sehingga terdengar jelas oleh Yumna maupun Farah.
"Apa Kau bilang? Masih kecil sudah Sok tahu aja Lo!" balas Agus, terdengar ketus.
"In shaa Allah tahu Om, itukan sudah tertulis dalam Alquran, disurah An-nisa ayat 58, yang bunyinya," kata Farah lalu ia pun langsung melantunkan surat yang dimaksudnya, serta membacakan artinya.
۞إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُكُمۡ أَن تُؤَدُّواْ ٱلۡأَمَٰنَٰتِ إِلَىٰٓ أَهۡلِهَا وَإِذَا حَكَمۡتُم بَيۡنَ ٱلنَّاسِ أَن تَحۡكُمُواْ بِٱلۡعَدۡلِۚ إِنَّ ٱللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُم بِهِۦٓۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ سَمِيعَۢا بَصِيرٗا ٥٨
" Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Q. S. An-Nisaa’: 58)
Namun tidak semua manusia mampu menjalankan amanah yang diberikan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Beberapa diantaranya justru kehilangan fungsi agama dalam kehidupan sehingga menjadi tidak amanah. Akhirnya muncul beberapa akibat bagi orang yang tidak amanah. Bahkan ia akan kehilangan iman, seperti yang dikatakan di dalam sebuah hadits.
__ADS_1
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidak ada iman bagi orang yang tidak Amanah dan tidak ada agama bagi orang yang tidak memegang janji.” (HR. Ahmad)
Bahkan ia termasuk dikategorikan ciri-ciri orang munafik, dan itu juga disebutkan di dalam sebuah hadits juga.
Rasulullah ﷺ bersabda:“Empat hal, barang siapa dalam dirinya ada empat hal tersebut, dia munafik murni, dan barang siapa yang ada sebagian dari sifat itu, dia memiliki sebagian sifat nifak hingga dia meninggalkannya. Yaitu: Jika dipercaya khianat, jika berbicara bohong, jika berjanji ingkar dan jika bermusuhan (berseteru) dia jahat”. (HR. Bukhari Muslim)
"Dan yang paling menakutkan Om, Allah akan menjadikan hati mereka sekeras batu, itu juga yang tertulis di dalam Alquran Om, Yang artinya," Farah pun langsung membaca arti Al-Qur'an surah Al-Maidah,
Artinya: “(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuki mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit diantara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”(Q.S. Al Maidah: 13)
Orang yang tidak Amanah, juga dikategorikan sebagai orang yang berkhianat. Itu juga terdapat di Al-Qur'an.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَخُونُواْ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ وَتَخُونُوٓاْ أَمَٰنَٰتِكُمۡ وَأَنتُمۡ تَعۡلَمُونَ ٢٧
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.”(Q.S. Al Anfaal: 27)
Dan hati-hatilh bagi orang yang berkhianat, Ia akan mendapatkan kebencian dari Allah. Dan itu juga yang dikatakan dalam Alquran.
Artinya: “Dan janganlah kamu berdebat (untuk membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat lagi bergelimang dosa,”(Q.S. An Nisa: 107)
Mendengar penjelasan dari Farah, ketiga pria bertubuh besar tersebut, seperti terkena hipnotis, oleh Farah. Sehingga ketiganya ternganga melihat, kecerdasan Farah, putri Ardiyan dan Anisah.
...⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💚❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶...
__ADS_1
Maaf ya guys, Ramanda lagi tidak Fit, jadi Author harap, para Readers Fillahku memakluminya 🙏