GADIS BERCADAR Bermata Hijau V DUDA BERANAK Kembar Empat.

GADIS BERCADAR Bermata Hijau V DUDA BERANAK Kembar Empat.
IBARAT SEBUAH KELAPA.


__ADS_3

•⊷⊶⊷❉্᭄͜͡💚 Mutiara hikmah 💚❉্᭄͜͡⊶⊷⊷•


TAWA DAN AIR MATA


Terkadang kita butuh air mata, agar kita tahu bahwa sesungguhnya hidup ini bukanlah sekedar tawa suka. Terkadang kita perlu tertawa agar kita tahu, mahalnya nilai air mata.


Ketika hati bersyukur ketika tersakiti, disinilah diri kita sedang belajar arti sebuah ketabahan....


Ketika hati bersyukur ketika diuji, disinilah diri kita belajar untuk berdiri tegar. Ketika hati bersyukur saat kehilangan, disinilah diri kita belajar untuk sabar dan ikhlas.


“Dan, sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan”. [An-Nahl : 96]


••┈┈•┈┈••┈••✾•◆❀💚❀◆•✾••┈••┈┈•┈┈••


Hari semakin larut, karena Naazwa tak kunjung juga sadar. Akhirnya Rio pun ketiduran disisi ranjang rawatnya Naazwa. Dengan posisi duduk di kursi, akan tetapi kepalanya yang berbantalkan lengan kirinya berada di ranjangnya Naazwa. asementara tangan kanannya menggenggam tangan istrinya, agar bila istrinya tersadar, ia akan tahu. Dan benar saja, tak berapa lama Rio terlelap, Naazwa membuka matanya. Pada awalnya Naazwa hanya melihat sekitarnya saja.


"Uhm..ini dimana?" gumam Naazwa lirih, seraya ia melirik ke sebuah tiang kecil yang diatasnya terdapat sebuah botol infus, "Apa ini dirumah sakit?" gumamnya lagi, seraya ia menggerakkan tangannya. Dan otomatis Rio langsung tersentak karena memang saat ini tangannya sedang menggenggam tangan istrinya.


"Sayang?!" sentak Rio seraya ia menegakkan kepalanya, "Alhamdulillah, akhirnya kamu sadar juga Sayang," katanya lagi, semabri ia bangkit, lalu ia pun mengecup lembut dahinya Naazwa.


"Kita ada dimana Bei?" tanya Naazwa masih terdengar begitu lemah.


"Kita berada di rumah sakit Sayang," balas Rio seraya ia mengelusin kapala istrinya dengan lembut.


"Emangnya Zwa kenapa Bei?" tanya Naazwa lagi.

__ADS_1


"Kamu nggak papa kok Sayang, kamu hanya butuh istirahat saja," jawab Rio dengan lembut.


Mendengar perkataan suaminya, mata Naazwa yang tanpa sengaja matanya mengarah keperutnya. Betapa terkejutnya ia tatkala melihat perutnya yang terlihat datar. Dan dengan spontan tangannya pun langsung meraba perutnya. Ia begitu terkejut tatkala ia merasakan perutnya menjadi rata.


"Eh, dimana anak kita Bei? Mengapa perut Zwa menjadi Rata?" sentak Naazwa, sembari ia bermaksud ingin bangun, namun tiba-tiba ia merasakan sakit pada bagian bawah perutnya.


"Aaakh!" pekiknya, membuat Rio terlihat begitu terkejut, karena melihat Naazwa yang tiba-tiba saja ingin bangun.


"Astaghfirullah Sayang! Kamu tidak boleh bangun dulu! Soalnya tadi siang kamu habis melakukan operasi Caesar Sayang!" ujar Rio yang terlihat panik.


"Apa? Operasi Caesar?" sentaknya. Tampak jelas sekali, Naazwa amat terkejut saat, suaminya mengatakan ia telah melakukan operasi Caesar. Dan otomatis bayangannya langssung, teringat pada buah hatinya. Karena setahunya kehamilannya baru beranjak tujuh bulan. Dan seketika ia pun teringat tatkala ia terjatuh, saat mengejar suaminya.


Mengingat hal itu, membuat Naazwa berpikiran buruk tentang Babynya. Dan tanpa terasa air ikut pun terjatuh, "Maafin Zwa Bei Hiks...hiks...apa anak kita.." tanya Naazwa namun untuk saat perkataannya dijedah,"Hiks hiks.. Apakah itu artinya anak kita telah per ." lanjutnya lagi. Namun belum selesai ia mengungkapkan pertanyaannya, jari telunjuknya Rio sudah mendarat kebibirnya.


"Jadi untuk saat ini kita, hanya bisa mendoakannya saja Sayang. Tapi In shaa Allah anak kita akan segera baik-baik saja," lanjut Rio sembari ia membelai rambut istri cantiknya itu dengan penuh kasih sayang.


"Aamiin ya Allah," ucap Naazwa lirih, ada perasaan lega juga setelah mendengar penjelasan dari Suaminya, "Hum.. boleh tidak Zwa melihatnya Bei?" tanyanya lagi, dengan wajah terlihat penuh pengharapan.


"Boleh dong Sayang, tapi besok pagi saja ya? Karena ini hari sudah sangat larut sekali Sayang. Jadi untuk sekarang sebaiknya kamu istirahat lagi ya? Biar besok pagi keadaan kamu semakin membaik, ya?" balas Rio, seraya ia membenarkan helaian rambutnya Naazwa, yang terlihat sedang menyasar diwajahnya Naazwa.


"Tapi Bei, Zwa sangat penasaran, Ingin melihat anak kita. Dan apa jenis kelaminnya Bei?" Naazwa terlihat begitu penasaran. Rasanya ia sudah tak sabar sekali, Ingin segera melihatnya.


"Sabar Ya Sayang? Nanti juga kamu pasti melihatnya kok Tapi tidak untuk malam ini, karena kondisi kamukan juga masih kemahkan?" balas Rio dengan lembut.


"Hum..ya sudah deh, terserah Bibei saja!" kata Naazwa terdengar pasrah. "Terus apa jenis kelaminnya anak kita Bei?" tanyanya lagi, tampak ia masih penasaran.

__ADS_1


"Alhamdulillah bayi kita laki-laki Sayang. Dan dia sangat tampan, mirip sekali dengan Ayahnya loh," balas Rio, seraya ia meletakkan jari telunjuk dan jari jempolnya di bawah dagunya.


"Dih, sok narsis Bibei deh! Emangnya Bibei tampan?" tanya Naazwa, dengan lirikkan mata yang tidak bisa di artikan. Membuat Rio langsung ternganga mendengar pertanyaan Naazwa yang tanpa ekspresi itu.


"Hah..? Jadi kamu tidak sadar kalau Suami kamu ini tampan Sayang?" tanya Rio balik, dengan wajah herannya.


"Hum..tampannya dimana Bei? Orang Zwa lihatnya Bibei biasa saja pun! Malahan Zwa lihatnya Bibei seperti Om-om gitu. Apalagi melihat kumis Bibei yang tebal itu, membuat Bibei terlihat tua tau!" kata Naazwa, dengan wajah masih tanpa ekspresi.


"Haiiis.. nyinggung kata tua lagi? Tahu banget kalau Suami kamu sudah tua yaa? Iya dah Bibei akui kalau Bibei sudah tua! Dan kamu masih sangat muda, udah puaskan? Sekarang sebaiknya kamu Istirahat ya?" kata Rio, dengan wajah yang terlihat datar. Naazwa pun langsung tersenyum melihatnya.


"Yaa.. Alhamdulilah, Zwa puas kok Bei. Ibarat sebuah kelapa semakin tua, maka semakin banyak santannya. Seperti itu juga dengan Bibei walaupun sudah tua, tapi semakin hum.." balas Naazwa seraya ia mengedipkan matanya. Membuat mata Rio langsung membulat.


"Sayang! Jangan menggoda Bibei! Ingat Bibei ini harus puasa, selama tiga bulan tau!" tegur Rio, karena sepertinya ia sudah merasa hal yang Aneh pada tubuhnya.


"Haiis..Gawat dah kalau seperti ini! Akh..ya sudah kamu Istirahat, Bibei mau kekamar mandi dulu ya?" kata Rio,


"Eh, mau ngapain Bei?" tanya Naazwa terlihat polos.


"Mau mengurusi si entong!" balas Rio, yang kemudian ia pun langsung bergegas ke kamar mandi.


"Haa?"


...⊶⊶⊶•❉্᭄͜͡💚❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶...


Jangan lupa Dukung author ya 😉 Berikan VOTE, LIKE, HADIAH, & KOMNTAR. Biar Author semangat UP Oke😉

__ADS_1


__ADS_2