
•⊶⊷❉্᭄͜͡💚 Mutiara hikmah 💚❉্᭄͜͡⊶⊷•
Dear Readers ♥️
Jadilah insan yang selalu bersyukur dalam setiap keadaan. Karena ketahuilah, bahwa barangsiapa yang bersyukur, maka Allah akan menambah nikmat-Nya.
Jadilah yang tidak mudah mengeluh, saat menghadapi cobaan. Karena yakinlah, melalui cobaan itu, bisa saja membuat dirinya dekat dengan Allah dan menaikkan derajatnya.
Jadilah yang tetap semangat, meskipun ia sedang menanggung beban pikiran yang berat. Karena dia tau, bahwa Allah tidak membebaninya melebihi kemampuannya.
Jadilah yang tidak berlarut-larut dalam suatu kesedihan. Sebab bila kita berprasangka baik, bisa saja Allah selipkan kebahagiaan dibalik kesedihan itu.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💚❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷•
Mendengar celotehan anak yang baru barusia enam tahun, membuat kedua laki-laki bertubuh besar itu tampak tercengang. Apalagi ketika melihat Farah ketika melantunkan ayat-ayat suci Al-qur'an tanpa melihat Al-qur'an itu sendiri. Membuat keduanya, sedikit kagum. Tapi tidak bagi Agus, ia justru tampak tidak suka. Bahkan ia terlihat kesal, karena di nasehat oleh seorang anak kecil dan itu membuat ia merasa kehilangan harga dirinya.
__ADS_1
"Aakh..diam! Anak kecil tau apa sih! Sok ngasih nasehat lagi! Lo pikir gue akan percaya gitu hah?!" bentak Agus, terlihat kesal karena merasa harga dirinya dijatuhkan oleh anak kecil.
"Apaan sih Lo Gus! Mau dia anak kecil kalau yang dikatakan berdasarkan Al-Quran dan hadits, berati yang dikatakannya benar adanya! Kalau kamu menentang perkataannya, berarti kau menentang firman Allah!" tegur Ali, membuat Agus terlihat malah kesal pada temannya sendiri.
"Hooo..Lo membela anak kecil itu hah? Oke! Itu artinya Lo sudah menjadi pengkhianatan bagi kami!" kata Agus, dengan tatapan mata tajamnya mengarah ke Ali, "Budi, Ikat Dia dan gabung dia pada Anak kecil itu!" titahnya lagi pada Budi. Namun tampaknya Budi tak merespon titah dari Agus. Dan itu membuat Agus semakin marah, karena teman-temannya seperti telah memberontak padanya.
"Oh'hoo..! Tampak kalian berdua sudah termakan dengan perkataan anak kecil itu ya? Sehingga sekarang kalian ingin berontak sama gue hah?!" hardik Agus, seraya ia mengarahkan tangannya kebelakang seperti ia hendak mengambil sesuatu yang ia selipkan di celana bagian belakangnya. Ali yang melihat hal itu, dengan sigap ia juga mengambek sesuatu yang ia selipkan di celana bagian depannya.
"Jangan bergerak! Angkat tangan Lo keatas!" ujar Ali yang ternyata ia tadi mengambil pistolnya dan langsung ia arahkan ke kepalanya Agus, "Gue tahu kalau Lo mau mengambil pistol Lokan?" tanyanya lagi sambil menatap dingin pada Agus.
Agus yang kalah cepat dari Ali saat ingin mengambil senjatanya. Kini tak bisa berkutik lagi, dan ia hanya menyunggingkan senyuman sinisnya pada Ali, dan juga Budi,
"Heh.. kalau saja gue tahu pekerjaan yang Lo janjikan seperti ini, mungkin gue nggak pernah mau ikut! Emangnya kenapa kalau jadi gelandangan? Mungkin itu lebih baik dari pada harus, melakukan hal hina ini!" ujar Ali, seraya ia berjalan mundur kearah Farah dan Yumna. Namun tetap, ia masih terlihat menodongkan pistolnya kearah Agus, "Budi! Cepat bukakan tali pengikat mereka, dan keluarkan mereka dari jendela!" katanya lagi pada temannya itu.
"Oke Bro!" balas Budi, dan ia pun melakukan apa yang dititahkan oleh Ali, ia membuka ikatan Yumna dan Farah, setelah itu ia juga membantu mereka keluar dari jendela, "Anak-anak, kalian larilah kearah sana oke! Biar kalian tidak ketahuan, pada Om yang ada di depan, Oke?" kata Budi lagi mengasih pengarahan pada Kedua gadis kecil tersebut.
"Oke Paman! Terima kasih, semoga Allah melindungi Paman berdua, serta membalas kebaikan paman berdua, ya," ujar Yumna, setelah mereka sudah berada di luar jendela.
__ADS_1
"Aamiin, terima kasih! Sekarang larilah sekuatnya Oke!" kata Budi lagi terdengar tegas.
"Oke!" balas mereka secara bersamaan. Setelah itu Yumna dan Farah pun berlari sesuai yang diperintahkan oleh Budi.
"Apakah kalian berpikir mereka akan lolos hah? Dasar Bodoh! Lo pikir penjagaan hanya ada didepan saja hah? Heh..kalian seperti orang yang baru mengikuti misi saja ya? Padahal sebelum Lo menjadi kaki tangan gue, kalian pernah menjadi penjagakan? Tapi kenapa kalian sekarang amat Bodoh?" ujar Agus, yang terlihat ia tenang. Karena berpikir usaha para teman-teman akan sia-sia.
Mendengar perkataan Agus, dengan spontan Ali dan Budi saling bertatapan mata. Dan disaat seperti itu, Agus mendapatkan celah dan disaat itu juga ia pun menendang pistol Ali. Sehingga pistol tersebut terlempar jauh, dan kini Agus berbalik menodongkan pistolnya kearah mereka.
"Heh! Tamatlah riwayat kalian berdua!" kata Agus, ia pun mulai bersiap ingin menekan pelatuk pistolnya. Namun tiba-tiba saja, seseorang melempar kepalanya dengan batu. Sehingga Ali tak mau menyia-nyiakan kesempatan itu. Dan ia pun langsung menendang pistol Agus juga, lalu ia juga memberikan tendangan juga pada perutnya, hingga ia terpelanting ke belakang.
Budi yang melihat itu, langsung mengikat kedua tangannya serta kakinya juga. Setelah itu ia juga menutup mulutnya Agus. Agar ia tak bisa berteriak. Setelah merasa aman, keduanya langsung lari ke luar dari jendela. Saat mereka baru keluar dari jendela, ternyata Yumna dan Farah masih ada disana.
"Loh kalian kok masih disini? Kenapa tidak melarikan diri sih?" tegur Ali, pada Yumna dan Farah.
"Disana juga ada penjaganya Paman," balas Farah apa adanya.
"Ya sudah kalau begitu kalian ikut kami Ayoo," kata Ali, yang kemudian mereka mencari jalan keluar untuk melarikan diri.
__ADS_1
...⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💚❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶...
Jangan lupa Dukung author ya 😉 Berikan VOTE, LIKE, HADIAH, & KOMNTAR. Biar Author semangat UP Oke😉