Ikrar Cinta Rumi

Ikrar Cinta Rumi
prolog


__ADS_3

Cinta tidak pernah bisa memilih pada siapa kita akan memberikannya, bukan pula karena rupa, ataupun bahkan karena kasta dan garis keturunannya. Namun hati akan memilih langsung, dimana tempat paling pas untuknya berlabuh.


- Rumi Al Fatih -



POV: Rumi Al Fatih...


Kisah ku di mulai di sini, dimana aku tumbuh dari keluarga yang bisa di bilang kental dalam urusan agama.


Aku terlahir dari pasangan suami istri Ustad Irsyad Fadillah dan Rahma Qurrata Aini. di mana Abi ku adalah putra dari seorang kyai, yang memiliki pondok pesantren di daerah Jawa tengah.


Beliau memang memiliki sikap yang tegas namun penyayang keluarga. itu lah Abi ku, Irsyad Fadillah pria paling ku jadikan panutan dalam hidup ku. serta pria yang paling aku hormati.


kenalkan juga wanita paling cantik di Dunia. Umma ku, Rahma... Dia ini dari golongan biasa, bukan anak seorang Gus atau kyai. Hanya putri dari keluarga biasa, namun dia tetap taat kok beribadah.


Satu lagi gadis cantik nomor dua dalam kehidupan ku, duh... Semoga si pecicilan itu tak mendengar aku bicara dia cantik ya... Dialah Nuha Qanita adik ku. Iya kami kembar.


Bersama saudara kembar ku, kami Sedari kecil di didik untuk taat serta disiplin. Seperti saat ini, saat di mana aku mendapatkan sabetan rotan di betis ku karena aku melalaikan kewajiban ku untuk solat berjamaah di masjid.


Dia tetap membantu ku, menyapuhkan obat di betis ku yang memar. Abi memang seperti itu kalau sudah menyangkut masalah Agama, beliau akan tegas. Tidak hanya aku, Nuha pun pernah namun tak sebanyak aku. Dia hanya mendapatkan sabetan satu kali... Kalau aku, sudah pasti lebih dari itu. Ya, tiga kali sih maksimal hehehe.


Dan hari ini, adalah hari ku di rumah, sebelum kembali ke Bandung esok hari. Benar... Aku kuliah di Institut teknologi Bandung. Mengambil S2 di sana... Kenapa aku memilih Bandung sedangkan banyak teman ku yang lebih memilih Kairo Mesir.

__ADS_1


Bukan aku tidak minat, namun aku salah satu anak yang mungkin bisa di bilang tidak bisa jauh terlalu lama dari seorang ibu.


Dan aku mudah sakit juga kalau terlalu lama jauh dari Umma... Hahaha kalian benar aku anak manja, melebihi adik ku Nuha. Namun aku tetap mandiri kok. Tenang saja, siapapun kau yang menjadi istri ku aku tetap akan memanjakan mu juga, jadi jangan khawatir ya.


Malam ini ada satu gadis yang cukup membuat ku gugup... Datang menemui adik ku. Sebenarnya kita bisa di bilang saudara, namun jauh. Karena ibunya hanya adik angkat dari Abi ku. Namanya Baitus Shafa. Gadis yang soleha? kalau kata aku sih.


baik hati, dan lemah lembut juga tutur katanya.


ya... dia menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam, dan sekarang mengajar sebagai guru madrasah.


Sifatnya yang halus dan pendiam memang membuatnya banyak di kagumi pria salih lainnya. Namun entahlah... Sampai saat ini belum ada pria yang ia terima niat baiknya. Kau ini menunggu siapa sih Shafa? Hehehe.


Ada lagi, gadis lain. Haruskah aku bercerita tentang gadis itu? Tapi baiklah....


Dialah Debby, atau nama lengkapnya Debora Aruan. Gadis itu non muslim, seorang katolik yang keluarganya sangat taat, terlebih-lebih ayahnya adalah seorang pendeta,Keturunan Chinese pula.


Namun tingkahnya... MashaAllah, membuat ku gemetaran. Sempat bingung aku, sebenarnya dia itu tipe wanita jenis apa? aku tidak tahu. Yang ku tahu, dia itu terang-terangan sekali mengungkapkan kekagumannya terhadap ku.


Dalam hati ku, apakah dia memang seperti itu? Atau mungkin hanya dengan ku. Hmmm (Rumi tersenyum.)


Ah... Sudah lah. yang pasti, cukup sampai di situ aku mendeskripsikan sedikit kisah ku.


Hingga sebuah pilihan di berikan, ketika Hatiku mulai merasa tertarik dengan salah satunya, namun perjodohan dengan salah satu yang lainnya seolah membuat ku tidak bisa menolak itu.

__ADS_1


Jujur aku tidak mau menyakiti salah satu dari mereka, terlebih saat aku tahu isi hati kedua wanita itu. Entah mana yang harus ku pilih...? Dan siapapun itu semoga saja, yang terbaik untuk ku.


🍓


🍓


🍓


Assalamualaikum warahmatullahi wabbarokatuh ❤️🤗...


akhirnya, Kembali dalam sekuel Ikrar cinta ya.


Kali ini Peran utamanya, yaitu anak sulung dari Ustadz Irsyad Fadilah. Rumi Al Fatih.


Sebelum itu, aku cuma mau bercerita sedikit. jujur ambil kisah beda agama itu sebenarnya aku takut...


Takutnya apa? Kadang pesan yang ku sampaikan tak sesuai dengan apa yang orang lain tangkap. Dan akhirnya menyebabkan sesuatu yang mengandung sebuah ujaran kebencian. Padahal aku nggak niat untuk melakukan itu. Apalagi ini karya fiktif ya, sama sekali tidak ada unsur-unsur menjelek-jelekkan suatu kaum ataupun golongan-golongan tertentu.


Jadi, aku si Picisan Imut mohon kebijakan serta kedewasaan kalian dalam membaca. Dan kalian boleh kok kasih tahu aku bagian mana yang seharusnya ku perbaiki, inshaAllah kalau itu nggak kasar aku nggak akan baper hehehe malah dengan senang hati langsung ku ubah.


Semoga konfliknya nggak nyesek ya, 😅 dan semoga nggak membosankan juga.


Udah gitu aja lah... Selamat membaca teman-teman.

__ADS_1


Wassalamualaikum warahmatullahi wabbarokatuh 🤗🤗


(Ku sarankan baca, Ikrar cinta Ustadz Irsyad bagian bab Rindunya saja, dan Ikrar cinta sang Hafizh Qur'an dulu ya buat yang baru baca. Tapi kalau nggak mau nggak papa sih... Hhhh)


__ADS_2