
Malam kembali datang, selepas Isya Debby yang tengah duduk di meja rias, menyisir rapi rambutnya yang panjang hampir sepinggang.
Sesekali ia membuang beberapa helai rambut yang nyangkut di sela-sela sisirnya.
"Rambut ku sudah panjang, pengen deh di cukur. Tapi cukurnya di mana ya? Habis semakin panjang malah rontok." Tuturnya berbicara sendiri sembari menatap ke arah cermin. Tak lama dering ponsel pun berbunyi, sebuah panggilan telepon dari Bibinya membuat senyumnya nampak merekah di bibir manis Debora, ia pun menekan tombol terima. "Assalamualaikum."
📞"Walaikumsalam warahmatullah. Apa kabar Deb?" Tanya Tante Maryam di sebrang.
"Alhamdulillah baik."
📞"Tante dengar, akhir-akhir ini kamu agak sering tidak enak badan ya?"
"Ahhh... Nggak juga kok Tante," jawab Debby.
📞"Benarkah? Tapi hari ini sehat kan?"
"Iya aku sehat, aku kurang sehat itu kalau selepas terapi. Hawanya pasti nggak enak, kalau sudah lewat beberapa hari ya sudah normal lagi."
📞"Alhamdulillah kalau begitu, Tante sempat khawatir sama kamu, Lebih-lebih soal masalah kamu yang itu." Maryam tak melanjutkan. Debby pun tersenyum paham.
"Aku sudah baik-baik saja. Kak Rumi memahami kok. Walaupun tidak tahu juga soal Abi."
📞"Tante yakin ayah mertua mu tidak akan menuntut sekali untuk mendapatkan cucu dengan segera dari kalian sih. Sepertinya beliau bukan tipe yang seperti itu."
"Iya Tante, Debby harap begitu," Kata Debby, keduanya terdiam sejenak. "oh iya... Tante, aku ingin potong rambut. Tapi sekarang kan Debby berhijab, kira-kira bagusnya potong rambut di mana ya? Yang kira-kira aman untuk membuka hijabnya."
📞"Besok ikut Tante saja, ke salon syar'i. Akan ada tirai penyekat kok di khususkan untuk yang berhijab."
"Begitu ya, boleh deh. Memang Tante tidak sibuk?"
📞"Sebenarnya Tante mau ke panti asuhan, tapi bisa agak sorean kok," jawab Maryam yang selalu mengagendakan diri, setiap akhir pekan di Minggu kedua Dia harus mendatangi panti milik temannya.
"Panti? Boleh Debby ikut?"
📞"Boleh, tapi izin dulu dengan suami mu ya."
"Pasti lah Tante."
Maryam tersenyum, suara Debby terdekat ceria seperti biasanya. Itu pertanda bahwa keponakannya memang sudah baik-baik saja.
📞"Ya sudah, pukul sepuluh pagi ya. Kamu jangan lupa konfirmasi Tante setelah mendapat izin dari Rumi."
"Iya... Iya..."
📞"Ya sudah, ku tutup. Assalamualaikum."
"Walaikumsalam Tante ku yang cantik." Debby menutup telfonnya.
"Sudah selesai?" Tanya Rumi yang sudah duduk di atas ranjang mereka.
"Ya Allah, kak Rumi kapan masuknya?"
__ADS_1
"Baru sih," jawab Rumi. Ia menepuk-nepuk pinggiran ranjang yang kosong di sebelahnya, meminta sang istri untuk duduk di tempat yang ia mau. Dengan semangat Debby beranjak, ia berjalan mendekati sang suami lalu duduk di sebelahnya, dan merebahkan kepalanya di pangkuan Rumi.
"Kak, besok aku ikut Tante pergi ya?"
"Emmm... Kemana?" Mengusap-usap bagian kening Debby.
"Ke salon, aku mau potong rambut."
"Aku suka rambut kamu yang panjang." Rumi menurunkan kepalanya lalu mengecup kening sang istri dengan lembut.
"Tapi rambut ku rontok. Aku pengen di potong se-bawah bahu ku."
"Panjangin lagi sedikit."
"Itu sudah panjang. Yang ku mau malah sampai se-bawah telinga."
"Eh... Nggak, pokoknya potongnya sedikit saja."
"Ih..."
"Nggak nurut?"
"Tapi kan aku pengen rambut pendek."
"Aku maunya panjang. Rambut panjang itu anggun, Dek."
"Ya tapi, 'Kan?"
"Eh... Apa ini?" Terkekeh.
"Olahraga malam," jawab Rumi tersenyum, mulai meluncurkan kecupan beberapa kali di pipi.
"Kunci dulu pintunya," Debby menahan wajah Rumi sembari terkekeh.
"Sudah ku kunci. Aku mah gerak cepat orangnya."
"Hahaha... Ya Allah, kak Rumi." Debby sudah pasrah saja, ketika Rumi sudah menyentuh keningnya, membacakan doa sebelum berjima. Hingga cumbuan-cumbuan kecil pun di berikan, memulai sebuah aktivitas intim yang hanya berjalan beberapa menit namun mampu menambahkan kehangatan dalam hubungan sepasang suami-istri itu.
***
Pagi datang lagi...
Udara sejuk di pagi yang masih sedikit temaram itu sudah membawa Debby dan Rumi mengitari kawasan komplek tempat tinggal mereka. Melakukan jalan santai, walaupun tidak jauh, namun cukup lumayan.
Di sela-sela langkah kaki mereka, keduanya berpapasan dengan pasangan muda lainnya, yang sepertinya habis dari pasar.
Membawa keranjang berisikan sayuran serta lauk yang akan mereka olah.
"Assalamualaikum, mas Rumi." Sapa si pria.
"Walaikumsalam warahmatullah, Bang Fahrur." Rumi menjabat tangannya. "Segar sekali, pagi-pagi sudah selesai belanja?"
__ADS_1
"Iya, mumpung libur ini." Terkekeh.
"Jalan kaki? Memang tidak lelah?" Tanya Rumi.
"Lumayan sih, sambil jalan-jalan mah nggak kerasa. Mari... kami duluan ya Mas."
"Oh... Iya." Rumi dan Fahrur berjabat tangan lagi sebelum pasutri baru itu pergi.
"Kak, tadi aku liat kue pukis. Sepertinya enak," Kata Debby.
"Di mana?"
"Di tangan wanita yang bersama laki-laki tadi. Karena kantong kereseknya berwarna putih jadi kelihatan. Coklatnya banyak sekali. Aku mau itu."
"Emmm, itu sepertinya beli di pasar deh."
"Ya sudah kita ke pasar." usul Debby bersemangat.
"Jauh Dek. Kita pulang dulu saja ya, ambil motor."
"Nggak mau. Jalan aja ya."
"Tapi jauh Dek, lumayan jaraknya."
"Aaaa...ayo terus jalan."
"Astagfirullah al'azim, kamu ya? Kalau sudah mau sesuatu seapa-apanya nggak bisa di tunda."
"Kalau di tunda malah mending nggak jadi sekalian."
"Tuh kan, nanti tinggal manyunnya yang seharian." Rumi menekan kedua pipi Debby, gemas.
"Iiihhh ayo... Ayo jalan."
"Iya, ayo. Kalau lelah jangan minta gendong loh."
"Tergantung lah. Suami kan Kuat." Ledek Debby sembari tersenyum jail.
"Kuat sih kuat, tapi kalau dari pasar ke rumah ya? Engap juga."
"Hehehe... Kak Rumi nih," Debby memukul gemas bahu Rumi. Setelahnya kembali berjalan dengan tangan saling bertaut, menyusuri trotoar jalan, mengobrol kesana-kemari hingga tanpa terasa sampai lah mereka di sebuah kawasan yang lumayan ramai sesak, yaitu pasar pagi. Begitulah orang-orang menyebutnya, Karena pasar tersebut buka dari pukul dua dini hari, dan tutup pukul delapan pagi nanti.
bersambung...
###
.
.
sebenarnya author masih mau nambahin bab, dan di update besok. tapi karena kalian nggak mau kelamaan, jadi hari ini deh. intinya aku sedang tidak bisa update setiap hari. jadi mohon di mengerti ya. 🙏🙏🙏
__ADS_1