
Assalamualaikum warahmatullahi wabbarokatuh.
Aku disini mau menjelaskan tentang hukum mencium istri ya. Di bab 47 Embun di sepertiga malam.
Begini, di bab itu kan ada scane Rumi mencium pipi Debby kan? Sebelum solat. Karena aku baru belajar jadi maaf jika ada kesalahan ya, makasih buat temen-temen yang pada ngingetin. Karena ini penting sih buat di bahas 🤭 soalnya yang ku tahu mencium pipi saja ataupun kening tidak membatalkan wudhu, pernah ada satu hadist yang bunyinya gini?
“Bahwasanya Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah mencium sebagian istrinya lalu beliau pergi shalat dan tidak wudhu’ lagi.” (HR. Ahmad)
Atau riwayat lain dari 'Aisyah bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah menciumnya dan berkata, "Sesungguhnya ciuman itu tidak batalkan wudhu"
__ADS_1
dikuatkan dengan hadits yang menerangkan tidurnya Aisyah Ra. yang melintang di tempat shalat Nabi SAW. Jika beliau akan sujud maka beliau geser kaki istri tercintanya itu. Karena dari setiap cerita yang ku dengar kamar Aisyah itu kecil, jadi kalau Nabi solat pasti kaki Aisyah Ra akan tidak sengaja menyentuh kaki Nabi Muhammad SAW.
Cuman, berbagai ulama itu mengalami perbedaan pendapat juga, tentang hal ini. Ada yang bilang tetap membatalkan wudhu, ada yang bilang nggak, asal tidak dengan syahwat. dan Karena kita kan muhrim, sementara hal yang membatalkan wudhu itu seperti ketika hilang akal, tidur, menyentuh ********, bersentuhan kulit dengan lawan jenis yang bukan muhrim tanpa alas kain, dan keluarnya cairan dari lubang ********, serta kaya buang gas dan sebagainya lah.
Sementara yang ku tahu suami istri kan mahram ya, jadi ku pikir hanya dengan mencium kening ataupun pipi sebagai tanda sayang aja tanpa syahwat nggak batal, soalnya suami ku juga suka gitu.
Tapi karena kita memang di bedakan dengan Madzhab masing-masing dan apabila ada keraguan batal nggak nya? jadi alangkah baiknya kita hindari aja. Untuk jaga-jaga, aku juga kayanya mau merubah itu hehehe... Ciumnya habis solat saja, lebih aman. (ada yang sempet tanya Mazhab ku apa? aku mah ngikut Mazhab yang paling banyak di sahihkan. karena untuk jaga-jaga saja. hehehe)
Intinya aku masih belajar, kekeliruan itu hal wajar ya nggak sih? Rosulullah Saw saja pernah keliru, ada beberapa ayat Al Qur'an yang turun sebagai teguran ke Rosulullah Saw, kalo aku bahas kepanjangan hehehe. (Jangan salah artikan ya? Rosulullah Saw itu tidak pernah berbuat dosa dan kesalahan. namun beliau juga pernah keliru. Karena itu manusiawi.)
__ADS_1
ya seperti yang ku bilang aku kan bukan ustadzah 😁. Belum dalam juga ilmunya, perlu banyak belajar lagi jadi mohon di maafkan ya teman-teman, kalo ada kesalahan dalam setiap adegan yang ku buat atau dalilnya.
Aku berterimakasih buat temen-temen yang mau mengingatkan, dan buat teman-teman yang bantu jawab juga 👍👍 kita sama2 belajar ya. Berbagi ilmu di sini sangat di perbolehkan yang pasti jelas sumbernya. tenang setiap komentar aku pasti baca kok. Dan kalo Nemu kekeliruan aku pasti langsung benerin. 🤗🤗
Segitu saja penjelasan dari ku, semoga puas ya. Boleh di tambahin bagi yang lebih paham, jujur aku malah jadi senang loh kalo di ingatkan begini. Hehehe
Dan lagi, aku belum bisa totalitas dalam adegan si Rumi dan Debby. Nggak tahu deh, mungkin terpengaruh yang kemarin. Aku sudah melukai Shafa huhuhu 🤭🤭 jadi berasa kaku aja. Tapi nggak papa lah, aku cuma mengikuti alur berdasarkan realita. Buat kalian yang masih mengikuti aku ucapkan terimakasih dan untuk yang memilih tidak membaca lagi karena kecewa aku cuma bisa bilang maaf serta menghargai keputusan kalian. Intinya disini aku menghibur, dan jujur aku nggak marah kok dengan setiap komentar kalian. Sementara konflik hanya bumbu agar cerita nggak ngebosenin. Manis terus kan pasti bakal ngebosenin hehehe...
Ku akhiri.... Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabbarokatuh.
__ADS_1