Ikrar Cinta Rumi

Ikrar Cinta Rumi
guru cintanya Debby


__ADS_3

Malam harinya selepas isya, Rumi baru saja selesai membaca surat Al Mulk, bersama sang istri di kamarnya.


Debby tersenyum, ia senang bisa merasakan ini. Hal yang ia dulu pernah khayal-kan akhirnya benar-benar terjadi. Walaupun tak semulus yang ia pikir, hatinya tetap senang namun juga merasakan separuh jiwa yang kosong karena hubungan buruk dengan keluarganya itu.


"Kak."


"Ya?" Rumi mengangkat kepalanya menatap Debby, dengan tangan masih memegangi dua Al Qur'an yang ia baca tadi bersama sang istri.


"Aku boleh bertanya? Kenapa kitab dan agama bisa berbeda-beda, katanya kita sama. Padahal jika kita semua muslim pasti tidak akan ada perseteruan antar agama, 'kan?"


Rumi tersenyum. Ia beranjak Sejenak hanya untuk meletakkan Al Qur'an itu ke atas meja, lalu kembali duduk bersila di hadapan Debby. "Kamu tahu perbedaan Nabi dan Rosul?"


"Emmmm?" Menggeleng pelan.


"Nabi itu adalah manusia saleh pilihan Allah, karena keimanan serta kelebihannya maka mereka di utus untuk berdakwah. sementara Rosul levelnya lebih tinggi dari Nabi. Jadi Nabi itu akan mengikuti ajaran Rosul terdahulu sampai datang lagi Rosul yang baru sebagai penyempurna-nya." Jawab Rumi dengan lembut.


"Jadi, nggak semua Nabi mendakwahkan ajaran masing-masing?"


"Enggak dek... contohnya saja Nabi Zakaria. Terus Maryam, mereka kan mempelajari kitab taurat sebelumnya, karena masih mengikuti ajaran dari Nabi Musa as. Bahkan Maryam pun hafal kitab tersebut, beserta tafsirannya. Lalu hadir Isa as putranya yang ketika itu beliau menjadi Rosul sebagai pemegang kitab Injil. Maka mereka pun mempelajari Injil, karena setiap kitab suci itu pasti akan menjadi penyempurna kitab sebelumnya. Sampai tiba jaman Nabi Muhammad Saw sebagai Rosul terakhir dengan kitab Al Qur'an-nya, yang kita baca tadi." Rumi membelai kepala Debby yang masih tertutupi kain mukenah berwarna putih dengan lembut, lalu turun menyentuh pipinya mengusap-usap itu dengan ibu jarinya.

__ADS_1


"Nabi Zakaria as itu siapanya Nabi Isa?"


"Nabi Zakaria itu salah satu anggota keluarganya Imron ayahnya Maryam. Dan usianya terpaut sepuluh tahun dari Nabi Isa as."


"Oh...." Debby manggut-manggut.


"Nah penyebab perbedaan Agama itu kan muncul dari masing-masing orang. Jadi pada jaman dulu, tidak semua umat mudah untuk mengganti ajaran mereka. Bahkan tidak semua orang mempercayai yang namanya Agama. Akhirnya kita terbagi menjadi beberapa golongan. Tapi kalau di lihat dari sejarah yang pernah aku dengar? Para umat nabi terdahulu pun sudah menunggu-nunggu datangnya Nabi Muhammad Saw. Mereka berharap bisa menjadi umatnya Nabi Muhammad Saw. Seperti kita sekarang ini, makanya kita beruntung bisa menjadi salah satu umat Nabi Muhammad" sambung Rumi, Debby pun mengembangkan senyumnya.


"Kalau Islam itu sendiri, kenapa juga bisa berbeda-beda?" Tanya Debby, yang memang sudah penasaran sekali.


"Karena kita tetap terbagi dengan Mazhab masing-masing. Tapi intinya sama, menyembah satu Tuhan yaitu Allah SWT."


"Mazhab itu adalah fatwa atau pendapat seorang Imam Mujtahid tentang hukum suatu peristiwa, jaman dahulu. Jadi seperti metode untuk memahami serta menetapkan hukum suatu peristiwa yang di dasarkan kepada al-Qur'an dan Hadits. Tahu sendiri kan? bahasa Al Qur'an itu kiasan semua, kalau orang awam seperti kita itu tidak akan paham, jadi kita butuh ulama-ulama tafsir untuk menafsirkan... Itu saja kadang kita masih di persulit dengan tafsir yang berbeda-beda, makanya kita lebih memilih ambil jalan tengah ketika ada perbedaan antara boleh atau tidak bolehnya, lebih baik di hindari takutnya memang benar ada larangannya."


"Tapi kok? kalo aku melihat forum Islam, sekarang seperti banyak perdebatan yang menyebabkan perpecahan?" Debby bersikap lebih manja lagi dengan cara merubah posisinya, dia duduk di pangkuan Rumi sekarang, sehingga membuat Rumi tersenyum gemas, mencium kepala Istrinya seraya memeluknya dari belakang.


"Ya nggak usah di ikuti. Kan pernah, dulu di jaman Rosulullah Saw, ada dua sahabat yang sedang tilawah di masjid. Lalu mereka mulai berbincang tentang satu ayat dimana keduanya menuai perdebatan dengan pendapat masing-masing. Sampai akhirnya memicu konflik perdebatan yang sengit. Sampai-sampai Rosulullah Saw melempari mereka dengan debu. Kata beliau apa? 'janganlah kalian mempelajari suatu ayat yang akan menyebabkan sebuah perpecahan. Dan belajar lah untuk menghargai cara orang lain dalam mempelajarinya' intinya, setiap perbedaan pendapat antar manusia itu pasti ada, tapi jangan sampai kita mengkhafirkan orang lain dan merasa apa yang kita pelajari itu sudah paling benar."


"Berati pada jaman Rosulullah Islam itu tetap satu ya?"

__ADS_1


"Iya sayang. Dan perpecahan Islam pertama itu terjadi sejak jaman Ali bin Abi Thalib memimpin sebagai Khalifah, dimana kubu pendukung Aisyah istri Rosul yang menentang kepemimpinan Ali. Singkatnya begitu."


"MashaAllah... Aku kagum pada suami ku ini. Pinter." Debby menoleh, lalu mengecup pipi sang suami.


Rumi tersenyum, "jangan puji aku, karena aku juga masih belajar dek. Sejatinya Islam itu luas. Sebelum meyakinkan sesuatu kita harus mempelajari juga sejarahnya. Paling utama yaitu mentadaburi Al Qur'an, Seperti membaca, mencari tahu arti, serta kandungannya. Jadi jangan menelan mentah-mentah suatu ajaran dek. Kadang nggak pas, makannya kita tetep butuh guru ngaji, nggak cuma hanya berdasarkan mendengar ceramah saja."


"Guru ngaji ku kamu." Gumamnya manja, sembari mengusap-usap pipi Rumi.


"MashaAllah... jam berapa sih ini? AC kamar jadi mendadak mati gini ya?"


"Hah? Enggak kok. ACnya hidup." Debby terkekeh saat Rumi melepaskan mukenahnya lalu menciumi dia di area kepala hingga ke lekuk lehernya.


"Berati kamu yang sudah bikin hasrat ku naik jadi hawanya panas... Ayo tanggung jawab." Rumi beranjak sembari mengangkat tubuh Debby.


"Masih sore, kak? Kita kan mau makan malam dulu. Nggak enak sama Umma dan Abi."


"Mereka memahami kok, kita kan pengantin baru." Tersenyum gemas. Sembari meletakkan Debby ke atas ranjang mereka. Namun keduanya hanya bercumbu saja, tidak berjima. Rumi lebih suka berjima di pagi hari, karena baginya tubuh jauh lebih fresh dan lagi ia jadi bisa menghindari ketiduran dalam keadaan junub.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2