Kuntilanak

Kuntilanak
Menemaninya tidur


__ADS_3

Sepanjang perjalanan keringat-keringat dingin berjatuhan memabasahi wajah Shila, orang mana yang akan bisa terlihat santai saat yang dia bonceng adalah makhluk halus yang seremnya nauzubillah.


Ketika keluar dari jalanan suram Shila sedikit bernafas lega."Pocong itu masih ada gak ya, gimana kalau dia masih ada, aku gak mau bawa dia ke rumah, aku gak mau dia betah tinggal di rumah aku, aku akan tinggal di mana kalau dia suka sama rumah aku" batin Shila.


Shila mulai penasaran apakah pocong yang dia boceng masih tetap ada atau sudah pergi, namun ia masih belum berani untuk meriksanya.


"Aku harus periksa, aku harus pastiin dia udah pergi apa enggak, aku gak boleh bawa dia ke rumah, dia akan nambah masalah ku aja" batin Shila.


Shila yang penasaran apakah pocong itu tetap ada melirik ke arah spion dengan ragu-ragu.


Wajah Shila semakin bertambah pucat."Gimana ini, pocong itu masih belum pergi, apa yang harus aku lakukan, gimana caranya aku bikin dia pergi, apa aku hadapi aja dia, tapi dia bukan manusia, aku gak seberani itu buat nyuruh dia turun" batin Shila yang di ambang kebingungan.


Shila masih tetap melajukan motornya meskipun pocng itu masih belum pergi, ia memelankan laju motornya lantaran rumahnya sudah mulai dekat, ia tak ingin membawa pocong itu sampai ke rumahnya, cukup di jalan saja ia ganggu oleh pocong jangan di rumahnya juga.


"Ibu tolong aku, tolong singkirkan dia, aku gak mau dia ikutin aku terus, aku takut sama dia, aku gak bisa dia tetap diam gitu aja" batin Shila yang was-was.


Isi pikiran Shila berkecamuk, tapi ia tetap melajukan motornya tanpa henti.


"Tolong pergilah pak, saya ingin tidur dengan nyenyak malam ini, saya mohon jangan ikuti saya sampai ke rumah, saya gak akan ganggu bapak dan kawan-kawan bapak, bapak tidak perlu khawatir, saya tidak akan berkhianat" batin Shila berharap pocong seram itu mendengarnya.


Rumahnya sudah mulai dekat, tapi ia merasa pocong itu masih belum pergi, pocong itu masih keenakan di bonceng olehnya.


"Gimana ini, apa yang harus ku perbuat, aku harus lakuin apa agar dia mau pergi, apa yang akan aku gunakan" batin Shila kebingungan.


"Nyesel aku lewat jalanan itu, aku kira jalanan itu gak akan begini, tapi ternyata kejadian naas ini menimpa ku, sungguh aku nyesel, nyesel, nyesel" batin Shila yang menyesali segala perbuatannya.


Kurang beberapa meter lagi Shila akan sampai di rumahnya, ia memberanikan diri untuk melirik spion kembali.


"Huuuuuh pergi juga dia, aku bebas, aku bebas" teriak Shila yang kesenangan saat hantu seram itu kini sudah pergi.


Karena pocong itu sudah pergi Shila pun menancap gas agar bisa segera sampai di rumah, ia sudah tidak tahan berada di luar sendirian kayak gini.

__ADS_1


Kegirangan terpancar di wajah Shila, ia sungguh bahagia saat tak ada lagi hantu yang mengikutinya.


Pocong seram itu melompat-lompat kembali ke jalanan suram, tugasnya membuat Shila ketakutan telah berakhir, ia tak mau mengikuti Shila sampai ke rumahnya.


Shila menghentikan motornya di depan rumah.


"Loh kok pintu rumah ke buka, apa jangan-jangan ada maling" dengan panik Shila turun dan berlari memasuki rumahnya.


Dengan mengendap-endap Shila menatap penjuru ruangan yang kosong."Gak ada apapun, rumah ini kosong, tapi kenapa pintunya ke buka dengan lebar kayak gini, mana ibu, apa ibu lupa nutup pintu?"


"Aku harus tanya langsung sama dia!" Shila berjalan mendekati kamar ibunya.


"Ibu kenapa pintu rumah ke...." perkataan Shila terhenti, matanya terkejut saat tak menemukan siapapun di kamar ibunya.


"Mana ibu, kenapa gak ada di sini, pergi kemana dia, apa dia lagi ngerumpi sama kawan-kawannya, tapi gak mungkin, sekarang banyak hantu di luar rumah, gak mungkin ibu berani keluaran rumah"


Shila merasa aneh saat di rumahnya ia tak menemukan ibunya yang ia cari-cari.


Shila mengeluarkan hpnya, ia menghubungi nomor ibunya untuk bertanya ada di mana dia sebenarnya.


Sebuah hp yang terletak di kasur bergetar, Shila mengambil hp itu yang sangat ia kenali.


"Ini hpnya ibu, hpnya ada di sini, tapi kemana orangnya, gak biasanya ibu pergi tanpa bawa hp" Shila merasa janggal dengan hilangnya bu Salamah kali ini.


"Aku harus cari ibu di mana lagi kalau di rumah ini gak ada dia, apa mungkin ibu ada di luar, tapi untuk apa ibu ada di luar malam-malam begini"


Shila menghembuskan nafas berat."Udah ah aku malas nyari ibu, dia pasti akan pulang nanti, sekarang aku istirahat aja, capek banget di kejar-kejar pocong"


Shila membawa motornya masuk ke dalam rumah lalu menutup pintu dengan rapat-rapat agar tak ada maling yang masuk ke dalam rumahnya.


Shila yang sudah lelah merebahkan tubuhnya di kasur, tubuhnya terasa letih, melewati jalanan suram dengan membonceng pocong adalah sesuatu yang sangat melelahkan bagi Shila.

__ADS_1


Mata Shila tertutup dengan rapat, ia langsung masuk ke dalam alam mimpi.


Waktu terus berputar, kini malam sudah semakin larut.


Jendela kamar Shila tiba-tiba terbuka, angin kencang menerobos masuk ke dalam, Shila masih tak bergerak, ia memang merasa kedinginan namun ia enggan untuk menutupnya.


tap


tap


tap


Tiba-tiba suara derap kaki seseorang terdengar di telinga Shila, entah kenapa tubuh Shila malah menegang, ia menjadi panik namun ia masih tetap memejamkan mata seolah-olah tidak tau menahu tentang hal itu.


Suara langkah kaki itu semakin mendekati Shila, Shila merasakan ada seseorang yang tidur di sampingnya.


Tubuh Shila seketika menjadi kaku, ia susah untuk bergerak.


"Siapa yang tidur di sebelah ku, apa mungkin itu ibu yang baru pulang, tapi kalau memang ibu kenapa gak ada suara orang buka pintu" batin Shila yang ketar-ketir di dalam selimut tebalnya.


"Aku harus cek biar aku tau siapa yang tidur di samping aku" batin Shila yang penasaran berat.


Shila mengintip melihat siapa yang telah tidur di sampingnya, matanya langsung kembali terpejam saat melihat dengan jelas siapa yang sudah menemaninya tidur.


"Kenapa bisa ada hantu yang tidur di samping aku" batin Shila bergidik ngeri.


Seorang kuntilanak yang wajahnya seram menemani Shila tidur, Shila semakin tidak tenang, jantungnya berdegup kencang, kuntilanak itu benar-benar menakutkan.


Sosok kuntilanak itu menatap Shila yang ketakutan.


"Rasakan itu, kau dan ibu mu sama saja, saat aku masih hidup kau selalu mengganggu ku sekarang kau tau rasanya di ganggu bukan" batin Sekar merasa puas mengganggu Shila.

__ADS_1


Sekar enggan untuk pergi dari sana, ia melakukan itu biar Shila semakin ketakutan.


__ADS_2