Kuntilanak

Kuntilanak
Mendatangi rumah bu Salamah


__ADS_3

"Saya pasti gak akan lakuin itu bu, saya masih waras, saya gak mau nantangin si Sekar, saya gak mau cari mati, dengar ceritanya aja udah merinding setengah mati apalagi jumpa langsung sama dia, iiiih gak deh, saya milih mundur" jawab bu Hamiddeh yang tidak akan gila menantang hantu.


"Emang siapa yang berani nantangin hantu, kurang kerjaan banget dia nantangi hantu" sahut bu Rohani.


"Ada loh, di desa ini ada yang berani nantangin Sekar" ujar bu Nilem.


"Siapa, siapa yang berani nantangin Sekar?" penasaran bu Rohani, baru kali ini dia dengar kalau ada orang yang ingin menantang hantu di saat semua orang takut pada hantu.


"Bu Salamah, dia kemarin bilang kalau dia berani nantangin Sekar, saya sih udah wanti-wanti dia biar gak berurusan sama Sekar, tapi dia ngeyel, dia tetap aja lakuin itu semua" jawab bu Nilem.


"Iya ya, bu Salamah kemarin dengan sombongnya nantangin Sekar, gimana nasib dia ya, dia baik-baik aja gak ya" bu Naima memikirkan nasib bu Salamah yang kemarin sok jagoan.


"Dia pasti di ganggu sama Sekar, saya saja yang gak nantangin Sekar secara terang-terangan di ganggu habis-habisan sama dia" sahut bu Toya.


"Kalau seperti itu ayo kita ke rumahnya temui dia, kita samperin dia, kita lihat apakah dia beneran bisa usir si Sekar atau tidak" bu Hamiddeh menantang bu Salamah yang kemarin bilang kalau dirinya bisa mengusir Sekar.


Mereka semua setuju, mereka penasaran apakah bu Salamah bisa mengusir Sekar yang di rumorkan tengah gentayangan.


"Saya penasaran banget sama ucapan bu Salamah, dari kemarin saya meragukan ucapannya, masa iya ada orang yang bisa ngusir hantu dengan tangan kosong, kan gak wajar!" bu Nining ingin meminta bukti dari ucapan bu Salamah.


"Iya bu, dari kemarin saya juga mikir gitu, bu Salamah kan bilang kalau kita datangin dia pagi-pagi sekali, dia akan umumin kalau dia bisa usir Sekar, saya penasaran sekali apakah dia bisa apa enggak" sahut bu Sinab.


"Ayo buruan kita ke sana" tak sabaran bu Naima.


Mereka dengan terburu-buru berangkat ke sana, mereka ingin mendengar berita baik yang akan bu Salamah berikan.


Mereka mempercepat langkah, mereka ingin segera sampai di sana, tak lama dari itu akhirnya mereka sampai juga di rumah bu Salamah.


"Bu Salamah, ibu, bu keluar!" panggil warga-warga yang tak sabaran mendengar berita baik yang sudah bu Salamah janjikan.


"Bu Salamah, ibu keluar, jangan bersembunyi dari kami!" teriak warga-warga yang sudah tak sabaran, mereka terus berteriak di depan rumah bu Salamah.


"Ibu, jangan sembunyi dari kami, cepat keluar!"

__ADS_1


"Hei keluar kau pengecut, jangan lari dari tanggung jawab!"


"Iya, ibu harus keluar, jangan sembunyi!"


"Mana bu Salamah, kok gak keluar-keluar juga, apa dia takut nemuin kita karena gak bisa ngusir Sekar" pikir bu Sinab.


"Iya palingan, kemarin aja sok jagoan, eh pas hari H dia malah sembunyi" sahut bu Nining.


"Dasar pengecut dia memang!" tambah bu Hamiddeh.


"Kita harus bikin dia keluar, saya yakin dia pasti ada di dalam, mau tidak mau dia harus keluar!" ajak bu Toya.


Mereka semua mengangguk setuju, mereka ingin dengar langsung dari mulut bu Salamah.


"Bu Salamah keluar!"


"Jangan sembunyi dari kami!"


"Ibu kami mohon keluar!"


Setelah sekian lama akhirnya pintu rumah bu Salamah terbuka.


"Ada apa ini ibu-ibu, kenapa kalian pada datang kemari?"


"Shila di mana ibu kamu, kami semua ingin ketemu sama dia" sudah tak sabaran bu Nilem mendengar berita baik yang sudah bu Salamah janjikan.


"Kamu jangan umpetin dia, ibu kamu itu punya janji sama kami, dia harus tepati janjinya!" tegas bu Nining.


"Nah itu masalahnya bu, ibu saya gak ada di rumah, dia hilang sejak kemarin, saya gak tau dia di mana sekarang" jelas Shila.


"HILANG? kok bisa ibu kamu hilang!" kaget warga-warga ketika mengetahui berita ini.


"Kok bisa dia hilang, gorila mana yang sudah culik dia!" kaget bu Nilem kala tau kalau teman sefrekunsinya di nyatakan hilang.

__ADS_1


"Wah gak mungkin bu Salamah hilang, saya gak percaya dia hilang!" tutur bu Naima.


"Iya, saya juga gak percaya, kamu pasti umpetin dia bukan, ngaku gak!" hardik bu Toya.


"Beneran ibu, ibu saya hilang, saya udah cari seisi rumah, tapi gak ketemu juga, saya pikir dia pergi belanja di rumahnya bu Sinab" jelas Shila.


"Kok bisa ibu kamu hilang, apa mungkin Sekar yang sudah culik dia" prediksi bu Sinab.


"Palingan memang Sekar yang culik dia, dari kemarin kan dia selalu nantangin Sekar, sekarang dia tau rasa tuh!" sahut bu Nining.


"Gimana ini ibu-ibu, saya mohon bantuannya, tolong temukan ibu saya, saya risau sekali sama dia" titah Shila.


"Iya Shila, kami akan coba cari ibu kamu, kalau kami ketemu sama dia, kami akan kasih tau kamu" jawab bu Nilem.


"Iya bu, makasih sudah mau bantu nyari ibu saya"


"Sama-sama"


"Ayo ibu-ibu kita pergi dari sini, bu Salamah juga gak ada di sini" ajak bu Nining.


Mereka semua satu persatu membubarkan diri dari sana, sebagian dari mereka tidak pulang ke rumah, mereka malah berkumpul di gazebo tempat biasa tongkrongan mereka.


Mereka masih membahas kemana perginya bu Salamah yang di kabarkan hilang dan kejadian mengerikan yang di alami oleh bu Maimun dan bu Toya.


"Kemana ya bu Salamah, masa iya dia di culik sama Sekar" masih tidak percaya bu Nilem.


"Pasti itu, dia kan memang dari kemarin nantangin Sekar, dia gak mikir apa kalau yang dia tantang itu hantu, saya saja yang gak nantangin Sekar malah di ganggu habis-habisan sama dia, apalagi dia, saya jamin dia pasti sudah di ganggu sama Sekar sampai di kabarkan hilang dari desa ini" yakin bu Toya.


"Saya juga ngerasa gitu bu, bu Salamah pasti udah di ganggu sama Sekar, dia selama ini kan selalu ganggu Sekar, Sekar pasti dendam berat sama dia, saya yakin itu" jawab bu Nilem.


"Sekarang dia rasain itu, suruh siapa dia jahat banget sama Sekar, saya cuman ikut-ikutan aja Sekar masih dendam sama saya, apalagi yang sudah jelas-jelas ngusik hidupnya selama ini, pasti Sekar akan balas bertubi-tubi!" sahut bu Toya.


"Betul itu, pasti Sekar akan bikin hidup bu Salamah bagaikan di neraka!" tambah bu Maimun.

__ADS_1


Mereka terus bergosib di sana, mereka terus membicarakan tentang bu Salamah yang tidak di ketahui keberadaannya.


__ADS_2