Kuntilanak

Kuntilanak
Mengitari rumahnya


__ADS_3

Sekar menatap bu Hamiddeh yang tergeletak di lantai dengan keadaan tidak sadarkan diri, ia tidak peduli lagi padanya, ia melangkahkan kakinya meninggalkan bu Hamiddeh, Sekar masih tidak mau berhenti mengganggu warga-warga di desa ini.


"Hihihihihihihi"


"Hihihihihihihi"


"Hihihihihihihi"


Cekikikan kuntilanak terus menjadi-jadi, Sekar tampak bahagia di saat semua orang menderita, jika dulu dia menderita kini sudah waktunya dia bahagia.


Sekar akan membuat mereka semua merasakan penyesalan yang begitu dalam setelah berhasil bikin dia meninggal dunia.


"Hihihihihihihi"


"Hihihihihihihi"


"Hihihihihihihi"


Berulang kali tawa seram itu Sekar keluarkan, hatinya terasa bahagia ketika ada orang yang menderita.


"Hihihihihihihi"


Sekar terus berjalan dengan tenang, matanya celingukan mencari mangsa, ia kurang puas kalau cuman mengganggu bu Hamiddeh saja.


"Kemana semua orang, kenapa pada gak ada yang keluaran rumah kayak kemarin, apa mereka udah gak berani lagi keluar rumah?" pikir Sekar ketika melihat keadaan yang sepi dan sunyi.


"Kayaknya mereka memang gak berani lagi buat keluaran rumah, mereka kira kalau mereka sembunyi di dalam rumah akan membuat mereka aman, tentu saja tidak, aku akan datangin rumah kalian masing-masing, kalian akan hidup menderita dengan ulah ku ini hihihihihihihi" gembira Sekar di atas penderitaan warga kampung.


Sekar melihat semua pintu-pintu rumah warga yang tertutup rapat.


"Aku mulai dari rumah siapa ya?" kebingungan Sekar memilih siapa yang akan dia datangin malam ini.


"Coba deh aku datangin rumah yang itu" tunjuk Sekar ke arah rumah yang di depannya ada pohon besar dan tinggi.


Kaki Sekar melangkah mendekati rumah yang akan menjadi target utamanya malam ini.


"Hihihihihihihi"


"Hihihihihihihi"


"Hihihihihihihi"


Suara cekikikan Sekar semakin mengeraskan, kesenyapan desa semakin lama semakin terjadi.


"Hihihihihihihi"

__ADS_1


Tiba-tiba langkah kaki Sekar terhenti, ia mendengar suara tawa kuntilanak, tapi itu bukan dia, ia merasa ada seseorang yang mengikuti tindakannya.


"Kayak ada suara kuntilanak, siapa lagi yang jadi kuntilanak di sini?" heran Sekar karena selama ini ia tidak melihat makhluk yang sebangsa dengannya di sini.


Sekar melihat sekelilingnya, pandangannya jatuh pada seorang wanita berpakaian putih dan panjang sama sepertinya, wanita itu amat menyeramkan sebelas dua belas dengannya.


"Siapa kau, kenapa kamu ikutin aku!" maki Sekar yang tak suka hantu itu mengikutinya.


"Aku ingin bantu kamu bikin desa ini jadi angker, aku gak punya tujuan lain lagi, apa aku boleh bantu kamu?" kuntilanak itu minta izin terlebih dahulu pada Sekar, ia melakukan ini karena ia bosan, ia ingin berteman dengan Sekar yang sama sepertinya.


Sekar diam sejenak, ia mulai berpikir untuk mengambil keputusan yang tepat.


"Gimana ini, apa aku bolehin saja dia bantu aku bikin warga-warga desa ketakutan, lagian dia gak akan macem-macem, dia kan sudah meninggal, mana mungkin dia khianatin aku" batin Sekar menatap kuntilanak itu dari ujung rambut sampai ujung kaki.


"Gimana boleh gak aku bantu kamu?" kuntilanak itu ingin mendengar kata setuju dari mulut Sekar.


"Boleh, kamu boleh bantu aku, kita harus bikin desa ini jadi angker, pastikan semua orang ketakutan!"


"Baik, aku akan bikin desa ini jadi angker sampai-sampai orang-orang gak betah tinggal di sini" gembira kuntilanak itu ketika di izinkan oleh Sekar.


"Kamu kenapa ingin bikin desa ini jadi angker, apa masalah mu sebenarnya?" kuntilanak itu penasaran dengan tujuan Sekar.


"Aku di bunuh sama orang-orang, aku ingin balas dendam sama mereka, maka dengan cara ini aku bisa balas dendam" Sekar menjelaskan semuanya dengan wajah masam, ia teringat bagaimana kekejaman warga-warga padanya selama ini.


"Kamu tidak usah sedih, kita bisa jadi teman, aku akan bantu kamu bikin desa ini angker, aku jamin warga-warga yang tinggal di desa ini akan hidup dalam ketakutan" kuntilanak itu berusaha memberikan semangat untuk Sekar yang lagi sedih.


"Siap, aku akan datangin mereka semua"


"Nanti setelah selesai kita ketemu di sini lagi!"


Kuntilanak itu mengangguk setuju, ia dengan cepat langsung terbang ke sebelah barat untuk mengganggu orang-orang yang tinggal di sana.


Sementara Sekar berjalan lurus ke sebelah selatan, itu ia lakukan agar orang-orang yang belum tidur takut mendengar suaranya yang menakutkan.


"Hihihihihihihi" kuntilanak yang membantu Sekar terbang bebas di atas rumah warga-warga dengan terus tertawa cekikikan.


"Hihihihihihihi" suara kuntilanak itu semakin keras dan menggelar dahsyat di sana.


"Hihihihihihihi"


Pak Kodir yang belum tidur celingukan mencari pemilik suara yang menyeramkan itu.


"Kayak suara kuntilanak, tapi kok bisa di desa ini ada kuntilanak, apa ada orang yang melakukan pesugihan" pikir pak Kodir.


"Hihihihihihihi"

__ADS_1


Suara kuntilanak itu mengganggu ketenangan pak Kodir, pak Kodir mencari keberadaannya, ia menatap ke atas, matanya melihat dengan jelas kuntilanak seram yang lagi terbang dan berhasil membuatnya gemetaran hebat, ia menjatuhkan kopi yang ia pegang dan membuatnya hancur berkeping-keping.


"Hihihihihihihi" kuntilanak itu semakin mengeraskan tawanya dan terbang mendekati pak Kodir.


"H-hantu" gemetaran pak Kodir yang melihat kuntilanak seram itu terbang mendekatinya.


"Hantuuuuuu!" teriak pak Kodir masuk ke dalam rumahnya, ia menutup pintu dengan serapat mungkin.


Pak Kodir tidak yakin sebelumnya kalau Sekar akan gentayangan, mangkanya dia masih sempat-sempatnya bersantai di teras rumah, tapi setelah mengalaminya langsung baru dia percaya dengan rumor tersebut.


"Hihihihihihihi"


"Hihihihihihihi"


"Hihihihihihihi"


"Hihihihihihihi"


"Hihihihihihihi"


Berulang kali kuntilanak itu tertawa terbahak-bahak dengan mengelilingi rumah pak Kodir, itu ia lakukan agar penghuni di dalam rumah tersebut ketakutan.


Pak Kodir dan keluarganya ketakutan di dalam rumah mendengar suara kuntilanak yang begitu menakutkan.


"Hihihihihihihi"


"Hihihihihihihi"


"Hihihihihihihi"


Kuntilanak itu terus terbang mengelilingi rumah pak Kodir, ia sangat suka mengganggu warga-warga, dengan cara ini ia bisa membantu membalaskan dendam Sekar.


"Pak ini gimana, ibu takut, bapak usir kuntilanak itu dari sini" titah bu Maryam yang ketakutan kala telinganya terus saja mendengar suara cekikikan kuntilanak yang mengitari rumahnya.


"Bapak gak berani usir dia bu, dia benar-benar serem, mangkanya bapak sampai lari masuk ke sini" begidik pak Kodir yang tak mau berurusan lagi dengan kuntilanak itu.


"Terus ini gimana pak?" gelisah bu Maryam.


"Kita diam saja, percuma kita keluar, kita gak akan bisa menyelesaikan masalah malah akan menambah masalah"


Bu Maryam pun diam, ia tak melakukan apa-apa dan tetap diam meskipun suara cekikikan kuntilanak terus terdengar di telinganya.


Kuntilanak itu terus mengelilingi rumah pak Kodir dengan tertawa cekikikan, setelah puas membuat penghuni di dalam rumah itu ketakutan, kuntilanak itu terbang mencari maksa lagi.


"Hihihihihihihi"

__ADS_1


"Hihihihihihihi"


Suara cekikikannya terus terdengar dengan jelas di desa ini, siapapun yang mendengar suara tawa itu tidak ada yang berani untuk keluar dari rumah.


__ADS_2