Kuntilanak

Kuntilanak
Tidak bisa lagi bersamanya


__ADS_3

Kegelapan malam berangsur-angsur menghilang, kini cahaya masih remang-remang karena matahari belum muncul secara sempurna.


Mata pak Anton terbuka, dia celingukan melihat sekelilingnya.


"Sekar, kamu ada di sini kan?" pak Anton merasakan keberadaan istrinya meskipun ia tidak bisa melihatnya.


Sekar mengangguk dengan air mata yang terus mengalir.


"Iya mas aku di sini, lihat aku ada di samping kamu" tangis Sekar yang begitu merindukan suaminya.


Pak Anton menunduk sedih, ia begitu merindukan istrinya yang sudah tiada, namun ia tidak bisa lagi bertemu dengannya.


"Sekar maafin aku, aku punya salah besar sama kamu, aku minta maaf yang sebesar-besarnya sama kamu, aku tau kamu ada di sini, aku yakin kamu dengar suara ku"


Sekar menahan air matanya, ia tidak mau melihat suaminya terus menerus bersedih, Sekar hanya terus mengelus rambut pak Anton, biasanya ketika bangun tidur hanya itu yang dia lakukan.


"Anton" panggil seseorang yang membuat pak Anton menoleh ke arahnya meski dengan rasa malas.


"Ada apa lagi?" dengan suara lemas pak Anton bertanya pada orang itu.


"Anton ini sudah pagi, kenapa kamu malah berada di sini, apa tadi malam kamu tidur di sini lagi!" marah Karan yang tak habis pikir dengan sahabatnya yang terus menerus menjaga kuburan Sekar yang jelas-jelas tidak akan hilang.


"Aku merindukannya dengan cara ini aku bisa membalaskan rindu ku"


"Anton Sekar sudah pasti beristirahat di alam sana dengan tenang, dia pasti sudah bahagia di sana, kamu harus bisa ikhlaskan kepergian dia"


"Tidak bisa Karan, selamanya aku tidak mau melupakan dia, dia istri ku selamanya akan selalu menjadi istri ku, tidak akan aku biarkan ada orang yang masuk dan menggantikan dirinya"

__ADS_1


Sekar tersenyum mendengar pernyataan itu, dia kini lega ketika tau kalau pak Anton tidak akan menikah lagi setelah kepergiannya.


"Terserah mu, Anton kamu sudah 2 hari tidak kembali ke desa anggrek, ayo sekarang kamu kembali ke sana bersama ku, juragan Doni dan bu Jamilah pasti sedang mencari kamu" ajak Karan.


"Aku tidak mau kembali ke sana dalam waktu dekat, aku masih ingin berada di sini, jika aku sudah bisa berkompromi dengan lingkungan ku, aku baru akan kembali ke desa itu lagi"


"Anton ini kesempatan emas bagi kamu untuk mengambil kepercayaan bu Jamilah, kau harus pepet wanita ular itu, jika kamu bisa mendapatkan kepercayaannya baru kamu bisa hancurkan dia perlahan-lahan!"


"Aku tau dan aku pasti akan melakukan itu, tapi tidak sekarang, aku masih belum siap bertemu dengan orang yang sudah membunuh istri ku, aku takut ketika aku bertemu dengannya aku malah melakukan hal yang tidak-tidak padanya, jadi untuk sekarang aku ingin menenangkan diri ku dulu, kamu kalau mau kembali ke sana silahkan, aku nanti akan kembali belakangan"


"Aku libur selama kurang lebih 1 bulan ini, aku sengaja mengambil libur panjang karena sudah 4 tahun aku tidak liburan sama sekali, waktunya aku menghabiskan hari ku dengan cara berdiam diri di desa tempat aku di lahirkan"


"Apa kamu akan kembali ke sana lagi?"


Karan menggeleng."Aku tidak mau kembali ke sana lagi, aku ingin mencari pekerjaan lain saja"


"Kenapa begitu Karan, kenapa kamu tiba-tiba ingin berhenti kerja!" kaget pak Anton.


"Kalau kamu pergi, aku juga akan pergi, kita kerja bareng, aku juga sudah tidak mau kembali ke sana lagi, aku takut tidak bisa menahan diri ku lagi untuk berbuat jahat"


"Anton kamu tidak bisa pergi, kalau kamu pergi kamu tidak akan bisa buat kedua pasangan suami istri itu di tangkap sama polisi, harapan satu-satunya ada sama kamu, hanya kamu seorang yang bisa melakukan itu semua, aku mohon kamu jangan pergi dulu dari sana, kamu boleh pergi asalkan kamu sudah berhasil buat orang yang sudah bunuh istri mu di tangkap sama polisi, kamu ingin balas dendam kan, kamu ingin buat mereka menderita kan!"


Pak Anton mengangguk, ia ingin melakukan itu semua, ia ingin istrinya mendapatkan keadilan, ia tidak terima istrinya di bunuh dengan cara yang sesadis itu sama warga-warga.


"Kalau kamu ingin keadilan untuk istri mu, maka kamu harus tetap berada di sana, tahan apapun yang terjadi kamu harus bisa menahannya, jika kamu gegabah dalam mengambil tindakan semuanya akan hancur, kamu harus bisa menjadi Anton yang seperti pada umumnya bukan Anton yang penuh dendam pada mereka berdua!"


"Karan itu sangat sulit untuk bisa ku lakukan, aku rasanya tak sanggup untuk kembali menjadi Anton yang dulu, mereka sudah bunuh istri ku, dapatkah aku hidup seperti dulu lagi saat orang yang aku cintai di dunia ini telah tewas di tangan mereka" dengan linangan air mata pak Anton menatap ke arah temannya yang sedang berusaha mendidiknya menjadi orang yang memiliki dua karakter.

__ADS_1


"Aku tau itu berat bagi mu Anton, tapi aku yakin kamu bisa, aku yakin kamu bisa buat dua pasangan suami istri yang kejam dan jahat itu masuk ke dalam penjara, itu kan yang kamu inginkan?"


Pak Anton menggeleng cepat, ia memang ingin meraka masuk ke dalam jeruji besi, namun susah untuknya bisa beradaptasi dengan lingkungan yang penuh dengan bawang, dendam, kemarahan dan juga kekesalan.


"Tidak Karan, aku tidak bisa melakukannya sendiri, sulit bagi ku untuk bisa melakukan itu semua, aku butuh kamu bersama ku di sana, aku butuh kamu"


"Aku tidak bisa membantu mu kali ini, bukannya aku tidak ingin menolong mu, aku melakukan ini semua agar kamu bisa lebih kuat menghadapi lika-liku kehidupan yang menyakikan, namun satu hal yang paling aku yakin kalau kamu bisa buat mereka menderita!"


"Apa kau tidak bisa membantu ku?"


Karan menggeleng, ia begitu prihatin melihat pak Anton yang lemah, namun ia harus lakukan ini semua agar pak Anton bisa lebih kuat menghadapi rintangan yang lebih berat lagi di depan.


"Aku tidak bisa Anton, aku serahkan semuanya pada mu, jika kamu memang mencintai istri mu kamu harus bisa buat orang yang sudah bunuh istri mu menderita, cari bukti tentang kematian Sekar, habis itu gunakan bukti itu untuk jebloskan iblis-iblis jahanam itu ke dalam penjara, biar dia membusuk di dalam sana!" pertegas Karan, ia sangat geram pada majikannya sendiri.


"Aku akan melakukan itu semua, aku tidak akan berhenti kerja sebelum mereka masuk ke dalam penjara, aku akan cari bukti sampai ke akar-akarnya, mereka harus bisa menanggung resiko karena sudah berani mengusik kehidupan ku!"


"Bagus, itu baru teman ku, bangunlah, jangan jadi laki-laki lemah, waktunya kamu balas dendam, jangan terus menerus jujur pada mereka berdua, kamu harus bisa jadi 2 orang untuk membalas dendam!"


Pak Anton mengangguk, setelah kepergian kedua orang tuanya yang tersisa di hidupnya hanya Karan, hanya dia yang terus berada di dekat pak Anton, pak Anton bisa menjalankan kehidupannya dengan baik berkat Karan.


Sekar yang mendengar semuanya hanya bisa tersenyum, ia juga akan membantu suaminya mendapatakan bukti atas kematiannya.


"Mas kamu tenanglah, aku juga akan bantu kamu, tidak akan aku biarkan kamu bekerja sendiri"


"Anton ayo kita pulang, jaga kesehatan mu, walaupun sekarang sudah tidak ada Sekar, kamu harus perhatian diri mu juga, jangan siksa diri mu sendiri"


"Banyak omong, ayo pergi dari sini, sudah cukup kau menceramahi ku, aku sudah bosan mendengarnya!" ajak pak Anton yang tidak mau mendengar lagi pidato Karan yang panjang kabar itu.

__ADS_1


"Iya-iya, ayo kita pulang"


Pak Anton dan Karan beranjak pulang dari sana, Sekar mengikuti mereka dari belakang, Sekar akan terus menjaga suaminya.


__ADS_2