Kuntilanak

Kuntilanak
Semakin ngelunjak


__ADS_3

Sekar terus mengejar bu Maimun yang berlari dengan kencang, ia tidak akan membiarkan bu Maimun lolos begitu saja, ia sudah menghinanya habis-habisan, ia harus membalas apa yang sudah bu Maimun perbuat terhadapnya, ia tidak akan tinggal diam lagi.


"Toloooong"


"Tolooong aku, hantu jelek dan jahat itu mengejar ku, tolong buat dia mati lagi, biar dia tidak mengganggu ku"


Dalam keadaan yang seperti ini bu Maimun masih saja menghina Sekar, hatinya penuh dengan kebencian terhadap Sekar, ia tidak berbuat baik sama sekali terhadap Sekar.


"Kurang asem, dia benar-benar keterlaluan, makin ngelunjak aja dia, aku tidak akan biarkan dia lolos, akan aku buat kau menderita malam ini" geram Sekar menatap tajam punggung bu Maimun yang berlari tanpa henti.


"Hihihihihihihi"


"Hihihihihihihi"


"Hihihihihihihi"


Suara cekikikan kuntilanak itu terus saja terdengar di telinga bu Maimun yang berlari dalam hati yang berdebar-debar.


Di kejar oleh kuntilanak yang serem membuatnya kehilangan akal sehat, bu Maimun bingung harus melakukan apa agar terhindar dari Sekar yang jahat dan dendam padanya.


"Pergi, jangan kejar aku, berhentilah, aku mohon pergilah dari sini, jangan kejar aku lagi, biarkan aku hidup, kamu sudah mati aja masih suka ganggu orang, tidak bisakah kau pergi ke tempat lain dan ganggu orang lain saja!" teriak bu Maimun yang sudah muak dengan gangguan Sekar yang makin keterlaluan setiap harinya.


"Apa kau bilang, berhenti?" Sekar memastikan kembali apa yang barusan masuk ke dalam telinganya.


"Aku tidak akan pernah berhenti, aku tidak akan berhenti begitu saja, kau dan ibu-ibu yang tinggal di kawasan ini harus merasakan sakitnya penindasan, kalian telah menindas ku selama ini, sekarang waktunya bagin ku balas dendam" teriak Sekar dengan penuh penekanan.


"Kalian kira kalian saja yang bisa menindas, aku juga bisa!" kecam Sekar tak main-main.


Tubuh bu Maimun semakin gemetaran, ia salah mencari lawan, ia kira dengan ia berkata seperti itu Sekar akan takut dan memilih pergi sehingga tidak jadi mengganggunya, namun ia salah, ia malah semakin tertekan dengan tindakannya sendiri.


Sekar yang ia kenal dulu dan sekarang benar-benar berbeda, dulu ia bisa sesuka hati mengganggu Sekar namun sekarang Sekar yang telah mengganggunya.

__ADS_1


"Apa-apaan ini, kenapa Sekar semakin berani saja, ku kira dia akan takut pada ku, ternyata dia malah makin berani sekarang, kalau seperti ini aku dalam bahaya, aku harus bisa pergi dari tempat ini, aku tidak mau di ganggu habis-habisan olehnya, sekarang dia itu hantu bukan manusia yang dulunya selalu ku tindas" batin bu Maimun yang mengakui bahwa Sekar benar-benar bukan lawan yang tepat.


"Aku harus bisa pergi dari dia, aku harus cari cara agar dia melepaskan ku, aku tidak mau mati di tangannya" batin bu Maimun memutar akal.


"Pergi dari sini jangan kejar aku, biarkan aku pergi, jangan hentikan usaha ku" teriak bu Maimun dengan terus berlari tanpa henti.


"Toloooong"


"Toloooong aku dari dia, dia mengejar ku, dia ingin mencelakai ku, aku mohon tolong aku, aku mohon bantuan kalian, aku mohon bantulah aku darinya" teriak bu Maimun dengan sekeras mungkin agar ada orang yang mau membantunya.


Orang-orang yang rumahnya di lewati oleh bu Maimun memang mendengar suara teriakannya, namun mereka tidak ada yang berani keluar rumah, mereka juga takut, mereka mikir-mikir dulu untuk berurusan secara langsung dengan Sekar yang jadi-jadian.


"Pergi Sekar, jangan ikuti aku, pergi kau sana, balik kau ke neraka sana, jangan mengganggu ketenangan warga, sudah cukup kau membuat mereka resah, kau jangan membuat mereka semakin menderita lagi!" teriak bu Maimun berharap bahwa Sekar akan pergi.


Selama ini tidak ada yang berani mengusir Sekar secara terang-terangan, tapi kali ini bu Maimun akan memberanikan dirinya agar desa tempat tinggalnya kembali damai seperti dahulu kala.


"Tidaaaakkkkk!" jerit keras Sekar yang sangat kesal dan mampu membuat mulut bu Maimun terbungkam.


"Aku tidak akan pernah berhenti begitu saja, sampai kapanpun aku tidak akan pernah berhenti, walaupun kau mengusir ku, aku tidak akan pernah berhenti, kau kira diri ku siapa, aku tidak akan gentar dengan kalimat usir dari mulut mu!" pertegas Sekar dengan terus terbang mengejar bu Maimun yang berlari kencang.


Bu Maimun semakin bingung, ia harus apa, ia bingung ia harus pergi kemana, ia menyesal keluar rumah, ia kira ia tidak akan bertemu dengan hantu karena dirinya yang sudah melapor pada pak RT, namun siapa sangka bahwa hantu masih ada dan berkeliaran bebas di desa ini dan sekarang hantu itu tengah mengejarnya dari belakang.


"Sekar aku mohon berhentilah, kalau kamu tidak mau berhenti, aku akan memenggal kepala mu biar kau hidup tanpa kepala!" ancam bu Maimun.


"Hahahaha" tawa Sekar begitu menggelegar dahsyat, ia tak gentar sama sekali dengan kalimat ancaman yang barusan keluar dari bibir bu Maimun.


"Apa kata mu, kau mau memenggal kepala ku?" Sekar memastikan apa yang barusan terdengar oleh telinganya.


"Tidak akan bisa, kau tidak akan bisa melakukan itu, untuk mengusir ku dari desa ini saja kau tidak mampu, apalagi memenggal kepala ku!" penuh penekanan Sekar.


"Sial dia tidak takut sama sekali, aku harus apa ini, aku sudah lelah, aku harus pergi kemana lagi, dia terus mengejar ku, aku harus lari yang cepat biar bisa menghindar dari dia, pasti nanti akan ada orang yang bisa aku mintai tolong" batin bu Maimun.

__ADS_1


Bu Maimun yang panik berlari dengan kencang tanpa arah, sementara Sekar terus mengejarnya dari belakang, Sekar tidak akan berhenti begitu saja.


"Toloooong!"


"Toloooong"


"Toloooong aku dari dia, dia akan membunuh ku, tolooong"


"Tolooong aku, dia terus mengejar ku, aku mohon tolonglah aku!"


"Bapak-bapak ibu-ibu tolong aku, lepaskan aku dari dia, aku mohon, aku tidak mau dia membunuh ku"


Teriakan demi teriakan terus saja menggelegar di desa ini, bu Maimun yang panik hanya bisa berteriak dan meminta bantuan dengan harapan akan ada orang yang menolongnya.


"Walaupun anda berteriak dengan keras sekalipun, tidak akan ada orang yang bakal menolong anda, mereka itu takut pada ku, mereka tidak punya nyali untuk berurusan langsung dengan ku, anda jangan berharap lebih, karena tidak akan ada orang yang mau menolong anda yang jahat dan kejam itu hahaha!" petergas Sekar dengan menertawakan bu Maimun yang berteriak-teriak sejak tadi namun tak ada satupun orang yang membantunya.


"Toloooong!"


"Tolooong aku, dia terus mengejar ku, tolong kasihanilah aku, tolong, aku mohon tolonglah aku" teriak bu Maimun dengan menahan tangis, ia menyesal telah bermain-main dengan Sekar yang kini berubah menjadi kejam.


"Hihihihihihihi"


"Hihihihihihihi"


"Hihihihihihihi"


"Hihihihihihihi"


"Hihihihihihihi"


Untuk memperparah keadaan Sekar mengeluarkan suara khasnya.

__ADS_1


Bu Maimun yang mendengar suara cekikikan kuntilanak berulang-ulang kali semakin ketakutan, tubuhnya bergetar karena takut namun kakinya tak berhenti berlari meski apapun yang terjadi.


"Aku harus pergi dari hantu gila itu, aku harus bisa menghindarinya, aku tidak boleh diam aja, dia akan membunuh ku kalau aku terus menerus berada di sini" batin bu Maimun.


__ADS_2