
Sementara itu.
Pak Anton yang sudah menyelesaikan pekerjaannya pulang kembali ke penginapan, ia malam ini menginap di salah satu tempat yang tidak jauh dari lokasi proyek.
Jam saat ini masih menunjukkan pukul 12 malam, meskipun hari sudah gelap pak Anton masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan tubuhnya yang lengket karena sudah seharian dia bekerja.
Setelah semuanya selesai pak Anton mengambil hpnya, betapa kagetnya ia ketika melihat banyak panggilan tak terjawab dari istri tercintanya, pak Anton mengheningkan hpnya sehingga tidak terdengar ada panggilan masuk.
"Sekar, ada apa ya sama dia, kenapa dia misscall sampai sebanyak ini" mulai gelisah pak Anton, dia takut ada apa-apa yang terjadi pada istri kecilnya.
Pak Anton menghubungi nomor Sekar, namun pemilik nomor itu tidak kunjung mengangkatnya, pak Anton langsung menjadi gelisah dan khawatir.
"Ayo angkat Sekar, aku ingin dengar kamu baik-baik saja atau tidak, jangan bikin aku cemas kayak gini" gelisah pak Anton mondar-mandir ke sana kemari, dia takut ada sesuatu yang terjadi pada istrinya di desa.
Pak Anton semakin khawatir berlebihan pada Sekar saat Sekar tidak kunjung mengangkat panggilannya meskipun dia menelponnya berulang-ulang kali.
"Kok Sekar gak angkat telpon aku, apa dia sudah tidur ya" pak Anton melirik ke arah jam yang melingkar di tangannya.
"Mau jam 11, pasti Sekar sudah tidur, aku jangan ganggu dia, dia butuh istirahat"
Pak Anton menyudahi menghubungi Sekar, meskipun pikirannya tidak tenang, perasaannya tidak enak, namun ia terus berprasangka baik.
Pak Anton yang lelah karena seharian bekerja merebahkan tubuhnya di kasur.
Mata pak Anton terasa berat namun entah kenapa matanya tak kunjung mau terpejam dengan sempurna, pikiran-pikiran buruk terus saja berputar-putar di benak pak Anton, dia menjadi khawatir berlebihan pada Sekar yang dia tinggal di dalam rumah sendirian.
Pak Anton berusaha sekeras mungkin untuk masuk ke dalam mimpi namun sayangnya usahanya tidak membuahkan hasil, dia tetap gagal, alhasil pak Anton bangun dari tidurnya, dia terus menghubungi Sekar, dia ingin mendengar suara lembut Sekar baru dia bisa tidur dengan nyenyak setelah memastikan Sekar baik-baik saja.
Pak Anton semakin gelisah, Sekar tidak kunjung mengangkat telponnya, ingin rasanya dia mendatangi Sekar malam ini juga namun situasi tidak mendukung.
"Ada apa sama Sekar, biasanya dia gak kayak gini, kenapa sekarang dia sudah banget untuk di hubungi, apa ada yang terjadi sama Sekar?" pikiran-pikiran buruk datang menghampiri pak Anton.
__ADS_1
"Gak mungkin, Sekar pasti baik-baik saja, dia tidak akan kenapa-napa" pak Anton membantah semua pikiran-pikiran kotor itu, ia yakin istrinya baik-baik saja.
"Kenapa perasaan aku gak enak banget, apa yang sudah terjadi sama Sekar, semoga saja dia baik-baik saja, aku ingin segera pulang, semoga saja matahari cepat terbit, aku ingin menemui istri dan anak ku" harapan pak Anton yang sudah tak sabar menantikan siang.
Pak Anton yang tidak tau apa-apa tentang Sekar hanya terus berdoa semoga Sekar baik-baik saja.
Pak Anton tidak bisa tidur semalam dia hanya terus menunggu matahari terbit, dia ingin segera pulang ke desa anggrek lagi, rasa cemas itu masih memenuhi wajah pak Anton, rasa gelisah yang bercampur adukan dengan rasa khawatir dan lainnya membuat pak Anton ingin segera bertemu dengan Sekar, pak Anton ingin melihat Sekar baik-baik saja dengan mata kepalanya sendiri.
Jam-jam terus berputar, matahari masih belum terbit, namun waktu sudah menunjukkan pukul 5 pagi.
Pak Anton sholat subuh di sana terlebih dahulu baru berangkat untuk pulang ke desa anggrek, dia ingin menemui istrinya, dia tidak bisa menunggu lebih lama lagi, pak Anton pulang kembali ke desa anggrek dengan menggunakan mobil juragan Doni.
Pak Anton mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi, butuh waktu 7 jam untuknya bisa sampai di desa anggrek lagi.
Setelah jarak di tempuh, pak Anton akhirnya sampai di desa anggrek, dia langsung pulang ke rumahnya, dia tidak datang ladang, dia ingin memastikan dulu keadaan istrinya baik-baik saja atau tidak.
Pak Anton masuk ke dalam rumahnya.
"Sayang, sayang aku pulang, sayang kamu di mana, kemarilah aku bawa hadiah buat kamu, bukalah hadiah ini" teriak pak Anton memanggil Sekar yang amat dia rindukan.
"Coba deh aku cek"
Pak Anton membuka pintu kamarnya yang kosong.
"Mana Sekar, kenapa gak ada di kamar" mulai khawatir pak Anton ketika tak menemukan istrinya di sana.
"Sayang, kamu di mana"
Pak Anton berteriak-teriak mencari Sekar, ia memeriksa setiap ruangan yang ada di rumahnya namun tetap saja tidak ada Sekar di sana.
"Kemana Sekar, kenapa gak ada di rumah, apa dia pulang ke rumahnya, tapi apa dia bisa pulang ke sana dengan keadaan dia yang hamil besar?" merasa tak yakin pak Anton.
__ADS_1
"Aku coba ke sana saja, aku harus pastikan di sana ada Sekar atau tidak"
Pak Anton dengan terburu-buru berangkat ke rumah Sekar, dia semakin bertambah khawatir pada Sekar yang tidak di ketahui ada di mana, di hubungi sejak kemarin malam tidak ada yang ngangkat.
Setibanya di rumah Sekar pak Anton langsung terkejut ketika melihat pintu rumah Sekar yang roboh, dia dengan cepat masuk ke dalam rumah, firasatnya sudah tidak enak.
"Sekar kamu di mana?" pak Anton membuka pintu kamar Sekar.
Sekali lagi yang pak Anton temui hanyalah kamar kosong, tidak ada istri tercintanya di sana.
"Sekar pergi kemana ya, kenapa gak ada di sini, kemana lagi dia pergi?" mulai khawatir pak Anton, pak Anton takut Sekar kenapa-napa.
Pak Anton sekali lagi menghubungi Sekar, dia tidak akan berhenti mencari sebelum istrinya di temukan.
Drrt
Drrt
Drrt
Pak Anton mengernyitkan dahi saat mendengar ada hp yang berbunyi di dekatnya.
Pandangan pak Anton jatuh pada hp berwarna hitam yang berada di lantai.
Pak Anton mengambil hp itu."Ini hpnya Sekar, jadi artinya kemarin dia datang kemari, tapi kemana pemilik hp ini, kenapa hanya hpnya saja yang di temukan"
Pak Anton tambah khawatir, pikiran-pikiran buruk datang menghampirinya, dia semakin takut ada apa-apa yang terjadi pada Sekar.
Pak Anton memeriksa semua ruangan yang ada di dalam rumah ini namun sayangnya Sekar tetap tidak di temukan.
"Di mana Sekar, kenapa gak ada di sini, apa dia lagi ziarah ke makam bapak dan ibunya?" pikir pak Anton.
__ADS_1
"Aku harus ke sana, aku harus lihat apakah di sana ada Sekar atau tidak"
Pak Anton menyimpan np Sekar di kantongnya, dia berlari menuju pemakaman umum, dia sangat khawatir pada istrinya sejak kemarin malam.