Kuntilanak

Kuntilanak
Di tolak mentah-mentah


__ADS_3

"Sekar saya mau berangkat kerja dulu, kamu tunggu saya di sini, nanti saya akan kembali ke sini lagi jagain kamu"


Sekar mengangguk, pak Anton berangkat ke ladang, dia lega setelah memberikan uang itu pada Sekar.


Pak Anton membawa mobil juragan Doni dengan kecepatan yang tinggi, dia ingin segera sampai di ladang takut juragan Doni marah lagi.


Kala sampai di ladang pak Anton langsung mendatangi juragan Doni, para pekerja bilang kalau juragan Doni mencarinya, dia ingin tau alasan mengapa juragan Doni memanggilnya.


tok


tok


tok


Pak Anton mengetuk pintu kantor.


"Masuk!"


Pak Anton masuk ke dalam menemui juragan Doni yang tengah duduk di singgasana kebesarannya.


"Ada apa juragan, kenapa juragan manggil saya?"


"Duduklah, saya ingin bicara empat mata sama kamu!"


Pak Anton duduk di depan juragan Doni, dia penasaran apa yang ingin juragan Doni bicarakan karena sebelumnya juragan Doni tidak pernah melakukan ini semua.


"Apa yang ingin juragan bicarakan?"


"Anton proyek di luar kota mengalami krisis uang, apa kamu punya uang sekitar 20-30 juta, saya ingin pinjam dulu, proyek yang ada di sana lagi butuh sangat uang"


"Saya tidak punya uang sebanyak itu juragan, saya baru selesai merenovasi rumah saya yang ada di desa setelah sekitar 1 tahun pembangunan, itu pun masih belum selesai total, masih ada di depan yang belum selesai karena kurang dana"


Juragan Doni pun diam, dia kira pak Anton memiliki banyak uang agar bisa dia pinjam.


"Saya harus pinjam kemana ya Anton, saya sangat butuh uang itu, jika saya biarkan proyek itu begitu saja, proyek itu gak akan berjalan" bingung juragan Doni.


"Kenapa juragan gak pinjam dulu uang hasil kebun ini, itu kan banyak!" heran pak Anton.

__ADS_1


"Bagaimana saya bisa pinjam uang perkebunan, Erna akan tau kalau ada kendala dengan proyek yang ada di luar kota, saya tidak mau dia lapor pada kakaknya, urusannya akan tambah panjang"


Pak Anton bingung, kenapa juragan Doni tidak mau memberi tau bu Erna, jika dia memang sangat membutuhkan uang untuk proyek seharusnya juragan Doni beri tau bu Erna karena yang mengatur keuangan adalah bu Erna.


"Tunggu-tunggu bu Erna sebelumnya sudah ngasih uang pada juragan?"


"Iya, dia ngasih saya uang, tapi uang itu habis karena saya buat bayar hutang Sekar, saya itu butuh uang agar bisa ngasih gaji karyawan, kalau masalah material semuanya sudah ada, cuman upah karyawan saja yang tidak ada, saya mau pinjam ke siapa, Sekar tidak akan bisa melunasi hutang itu, dia sungguh wanita yang tidak tau diri, saya sudah baik hati membantunya dia malah berkhianat, saya lama-lama enek sama dia!"


Pak Anton tersenyum penuh kemenangan di dalam hatinya saat juragan Doni tidak lagi berusaha mengejar-ngejar Sekar.


"Ini kesempatan emas untuk ku membebaskan Sekar dari kandang harimau, aku harus beri tau Sekar nantinya, biar dia bisa minta cerai sekalian sama juragan Doni" batin pak Anton yang akan memanfaatkan situasi ini dengan sebaik mungkin.


"Juragan pinjam saja pada bu Sinab, dia pasti aku memberikan pinjaman, dia kan selama ini terkenalnya begitu"


"Tapi kalau saya pinjam sama bu Sinab uang itu akan berbunga, saya tidak mau hutang yang awalnya sedikit itu bisa bertambah banyak"


Pak Anton mengerti juragan Doni tidak mau hutangnya bertambah banyak kalau minjam pada bu Sinab.


"Maaf juragan saya tidak bisa berbuat banyak, karena posisinya saat tidak punya uang, kalau saya punya uang saya pasti akan bantu juragan"


Juragan Doni menghela nafas."Anton kamu jaga ladang ini, saya mau ke rumah Erna dulu, saya ingin minta keuangan di pegang lagi sama saya"


"Saya pergi dulu, kamu jaga baik-baik ladang ini"


Pak Anton mengangguk, juragan Doni berangkat ke tempat bu Erna yang berada di desa sebelah.


Pak Anton menjalankan petintah dengan baik, dia menjaga ladang ini dengan sebaik mungkin, semua para pekerja terus saja bekerja dengan baik dan benar, tidak ada satupun para pekerja yang membuat masalah.


Juragan Doni mengemudikan mobil menuju rumah bu Erna.


Tak berselang lama dari itu juragan Doni sampai di rumah bu Erna, dia keluar dari dalam mobilnya dan mengetuk pintu rumah bu Erna.


tok


tok


tok

__ADS_1


Bu Erna membuka pintu, dia terkejut ketika melihat kalau yang datang ke rumahnya adalah juragan Doni.


"Kakak ipar, kenapa kakak ipar kemari?" heran bu Erna yang merasa aneh dengan kedatangan juragan Doni.


"Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan pada mu mangkanya aku datang kemari"


"Owh gitu, ayo masuk kakak ipar"


Bu Erna mempersilahkan juragan Doni masuk ke dalam rumahnya, juragan Doni masuk dan duduk di ruang tamu.


"Ada apa kakak ipar datang kemari?" bu Erna ingin tau alasan juragan Doni mendatangi rumahnya.


"Erna aku ingin keuangan di pegang lagi oleh ku, kamu serahkan keuangan pada ku lagi"


"Tidak bisa kakak ipar, aku tidak bisa menyerahkan keuangan pada mu lagi" tolak bu Erna yang tidak mau kejadian serupa terjadi lagi.


"Kenapa, kenapa kamu tidak mau melakukan itu semua!" mulai emosi juragan Doni.


"Aku dengar laporan kalau ada karyawan yang tidak di gaji oleh mu saat kamu megang keuangan, jadi demi menghindari kejadian serupa terjadi lagi, aku yang akan megang keuangan, kakak ipar kelola saja perkebunan masalah keuangan aku yang akan ngatur"


Juragan Doni mengepal kuat tangannya saat bu Erna menolak keinginannya.


"Erna itu semua palsu, semua karyawan baik di ladang maupun di luar kota selalu ku beri upah dengan baik, laporan yang kamu terima itu salah, kamu jangan percaya begitu saja"


"Maaf kakak ipar aku tetap tidak mau membiarkan keuangan di pegang lagi oleh mu"


"Erna percayalah pada ku, kamu jangan percaya pada Anton, dia itu salah besar!"


"Maaf kakak ipar kali ini aku tidak percaya pada mu, silahkan kamu pergi dari sini" usir bu Erna yang tidak mau berdebat terlalu lama dengan juragan Doni.


Juragan Doni dengan kesal pergi dari sana, dia begitu geram pada bu Erna yang menolaknya mentah-mentah.


"Aaaaah sial" juragan Doni memukul setir mobilnya dengan sangat kesal.


"Kenapa Erna tidak mau percaya lagi pada ku, ini semua gara-gara Anton, kalau Anton tidak lapor masalah ini ke Erna, keuangan pasti masih di pegang oleh ku" juragan Doni menyalahkan pak Anton.


"Aku harus pinjam uang kemana lagi ini, siapa yang bisa ku datangin" bingung juragan Doni.

__ADS_1


Juragan Doni terus melajukan mobilnya, wajahnya tampak bingung, dia sangat membutuhkan uang namun tidak ada satupun yang bisa dia mintai tolong.


__ADS_2