Kuntilanak

Kuntilanak
Akan memanfaatkan keadaan


__ADS_3

Waktu terus berputar, kini telah tiba di mana semua karyawan pulang ke rumah masing-masing setelah seharian bekerja, begitu pula dengan pak Anton, dia meninggalkan ladang setelah juragan Doni pulang dari rumah bu Erna.


Pak Anton mengemudikan mobil menuju rumah sakit yang ada di kota, dia ingin memberi tau Sekar kabar baik ini.


Sebelum tiba di rumah sakit pak Anton membeli makanan dulu, dia tau Sekar pasti lapar, pihak rumah sakit memang memberikan makanan untuk Sekar, tapi rasanya tidak enak.


Setibanya di rumah sakit pak Anton langsung masuk ke dalam kamar Sekar.


"Gimana udah mendingan belum?" pak Anton melihat Sekar yang merebahkan tubuhnya, wajahnya sudah tidak sepucat kemarin.


"Sudah pak, cuman luka di punggung saya yang masih belum kering, masih sakit juga, tapi tidak seberapa di bandingkan waktu itu" Sekar tersenyum senang meskipun keadaannya masih belum pulih total.


"Syukurlah kalau seperti itu, ini saya bawa makanan untuk kamu" pak Anton memberikan plastik hitam yang berisikan makanan untuk Sekar.


"Makasih pak sudah baik sekali sama saya" berhutang nyawa Sekar pada pak Anton yang kebaikannya tiada tanding.


"Sama-sama, ayo di makan, habiskan!" ajak pak Anton.


Sekar menyetujui, ia dan pak Anton makan bersama malam ini dengan lahap, Sekar menjadi tenang saat pak Anton kembali, dia sedari tadi risau takut ada apa-apa dengan pak Anton di jalan.


Sehabis makan Sekar meminum obat, dia ingin cepat sembuh agar keinginannya yang mau bercerai dengan juragan Doni segera tercapai.


"Sekar saya punya berita baik buat kamu" pak Anton membuka suara setelah sekian lama mereka berdua diam.


"Berita apa pak?" ingin dengar Sekar, sudah lama dia tidak mendengar berita baik.


"Tadi saya dengar kalau juragan Doni lagi butuh uang, ini kesempatan baik untuk kamu bayar semua hutang mu, sekalian kamu minta cerai sama dia, kalau dia tidak mau menceraikan kamu, kamu bisa sedikit mengancam juragan Doni untuk gak mau bayar hutang mu"


"Caranya gimana pak?"


"Kamu bilang aja gak jadi bayar hutang kalau juragan Doni gak mau ceraikan kamu, dia pasti mau ceraikan kamu!"

__ADS_1


"Emang itu bisa berhasil pak?" tampak ragu Sekar, karena setahunya juragan Doni adalah orang kaya, tidak pernah dia dengar kalau juragan Doni kekurangan uang.


"Tentu saja bisa, juragan Doni saat ini lagi butuh uang, dia tadi mau minjam uang sama saya, tapi saya gak lagi megang uang sama sekali, ini bisa kita gunakan untuk ancem juragan Doni kalau semisal dia gak mau ceraikan kamu"


"Kalau seperti itu ayo pak Anton kita ke sana, kita harus segera datang ke sana sebelum juragan Doni dapatin uang dengan cara lain" ajak Sekar yang sangat semangat, dia tidak mau terlambat sedikit saja.


"Jangan sekarang, besok saja, kamu bisa datang ke sana besok saja, malam ini kamu istirahat saja"


"Tapi pak saya maunya sekarang, saya ingin masalah ini segera selesai, saya ingin bebas, saya sudah cukup tertekan dengan hubungan ini" mohon Sekar yang tidak mau menunda-nunda waktu lagi.


"Baiklah kalau seperti itu ayo ikut saya ke sana, saya akan antarkan kamu ke sana, tapi kamu bisa jalan?"


Sekar diam, untuk melangkah dia masih merasa pusing, keadaannya masih belum pulih total, terkadang rasa ngeri di punggungnya masih terasa.


Pak Anton mengerti kalau pasti Sekar tidak bisa berjalan.


"Sebentar, saya akan ambil kursi roda dulu, kamu tunggu di sini saja, saya hanya pergi sebentar kok"


Setelah menemukan kursi roda, pak Anton masuk ke dalam kamar Sekar, pak Anton menggendong Sekar dan mendudukkannya di kursi roda itu.


Pak Anton mendorong kursi roda menuju mobil, dia meminjam kursi roda milik rumah sakit sebentar, pak Anton mengemudikan mobil menuju rumah juragan Doni yang jaraknya cukup jauh dari sini.


"Semoga saja dengan cara ini saya bisa bercerai sama juragan Doni" harapan Sekar yang sudah lama ingin hari ini terjadi.


"Amiiin, kamu berdoa saja semoga usaha kita kali ini bisa di permudah sama Allah"


"Pasti pak, saya pasti berdoa yang terbaik"


Pak Anton terus fokus menyetir mobil, Sekar diam dia sudah tidak sabar bertemu juragan Doni, karena hari ini akan menjadi hari terakhir dia menjadi istri juragan Doni yang kejam dan jahat itu.


"Semoga hari ini segala penderitaan ku sebelum-sebelumnya usai, ya Allah restuilah langkah Sekar, Sekar punya tujuan baik, tolong lancarkanlah" batin Sekar yang tak henti-hentinya berdoa agar segalanya yang terjadi nantinya sesuai dengan ekspektasinya.

__ADS_1


Pak Anton mengemudikan mobil dengan tenang, dia tidak terburu-buru karena takut memperburuk kondisi Sekar.


Sekitar 4 jam mereka sampai di rumah juragan Doni yang besar dan tinggi.


"Kok ke rumah juragan Doni pak, bukannya juragan Doni ada di ladang!" heran Sekar karena biasanya juragan Doni jarang berada di rumah.


"Juragan Doni memang ada di ladang, saya akan telpon dia buat datang kemari, dia pasti mau ke sini"


"Baiklah kalau seperti itu" Sekar masih menunggu di mobil, hanya pak Anton yang keluar dari dalam mobil, dia tidak keluar dari belum bisa jalan dengan baik.


Pak Anton menghubungi juragan Doni."Halo ada apa Anton, kenapa nelpon saya malam-malam?"


"Juragan saya sudah mendapatkan uang yang juragan minta"


"Bagaimana kamu bisa dapatin uang itu dalam hitungan jam, kamu dapat dari mana, apa kamu minjam ke bank?" kaget juragan Doni di seberang telpon ketika mendengar penuturan pak Anton.


"Enggak juragan, saya tidak minjam ke bank, kalau juragan memang membutuhkan uang, juragan pulanglah ke rumah, saya sedang berada di sana" titah pak Anton.


"Baiklah saya akan ke sana, tunggu saya" jawab juragan Doni.


"Baik juragan"


Pak Anton mematikan sambungan telpon, dia menyunggingkan senyuman, kali ini bos besarnya memang sedang membutuhkan uang, sebelum-sebelumnya juragan Doni tidak seperti ini.


"Gimana pak, apa juragan Doni mau datang kemari?" penasaran Sekar yang melihat pak Anton senyam-senyum sendiri.


"Iya, juragan Doni akan datang kemari, kita tunggu saja dia di sini sebentar, dia pasti akan datang"


Sekar mengangguk, dia sudah tidak sabar bertemu dengan juragan Doni, jika dulu dia berusaha menghindari juragan Doni maka sekarang dia malah ingin segera bertemu dengannya agar masalah yang dia hadapi saat ini cepat kelar.


Sekar menunggu dengan cemas, dia terus berdoa agar segalanya berjalan dengan lancar dan sesuai ekspektasinya.

__ADS_1


__ADS_2