
Bu Toya membawa Salsa ke rumah pak Goni, rumah pak Goni terletak di depan rumah bu Toya, di sekitar rumah bu Toya hanya pak Goni tetangga yang paling dekat dengannya.
"Pak, pak Goni, pak tolong kami" teriak bu Toya dengan wajah yang cemas, ia khawatir hantu yang berada di ruang tamu mengikutinya.
"Pak, pak Goni, pak Goni tolong saya" titah bu Toya dengan terus menggedor-gedor pintu.
Bu Toya semakin gelisah sebab pak Goni tak kunjung membuka pintu, ia cemas tanpa sebab, bu Toya menatap ke belakang untuk berjaga-jaga.
"Pak Goni, tolong kami pak" teriak bu Toya mengeraskan suara.
Pintu rumah pak Goni terbuka, bu Toya langsung lega karena setelah sekian lama ia berteriak-teriak ada respon juga.
"Bu Toya, kenapa bu Toya malam-malam datang kemari?" pak Goni menangkap wajah bu Toya yang cemas dan gelisah.
"Pak Goni, pak Goni tolong anterin saya ke rumah sakit, suami saya kecelakaan, dia lagi di rawat di sana, saya mohon bantuan bapak" titah bu Toya, di dekat rumahnya hanya pak Goni satu-satunya orang yang memiliki mobil.
"Kecelakaan? kecelakaan di mana bu!" kaget pak Goni tercekat.
"Di jalan Cilandak pak, barusan saya di hubungi sama pihak rumah sakit, pak tolong anterin saya ke sana, saya mohon pak" titah bu Toya yang ingin melihat langsung keadaan suaminya.
"Baik bu, sebentar saya akan keluarin mobil dulu" bu Toya mengangguk, ia sungguh berterima kasih sekali karena pada masa sulit ini masih ada orang baik yang mau membantunya.
Pan Goni bergegas mengeluarkan mobil, bu Toya dan Salsa masuk ke dalam mobil, mobil tersebut melaju menuju rumah sakit.
Hati bu Toya amat lega karena kini ia sudah berada di dalam mobil, ia sudah tidak khawatir lagi bahwasanya hantu itu akan mengganggunya.
Bu Toya menatap ke belakang, wajahnya tercekat ketika melihat seorang wanita berpakaian putih dan panjang mengejar mobil.
"Hihihihihihihi"
"Pak Goni ada hantu yang buntutin mobil ini" panik bu Toya saat hantu itu terus mengejar mobil dari belakang.
"Gimana ini pak, dia akan menghambat perjalanan kita" gelisah bu Toya panas dingin, sedari tadi ia ingin berusaha menghindar darinya, kini dia malah mengejarnya tanpa henti.
__ADS_1
"Ibu tenanglah, saya tidak akan biarkan dia menghambat perjalanan kita" pak Goni tampak tenang, biasanya ia selalu pulang larut malam dari tempat kerja, ia sering melihat hantu-hantu di jalanan ketika akan pulang ke rumah, ia tidak gentar sama sekali saat ada rumor yang mengatakan bahwa desa ini lagi di teror oleh hantu, ia sudah terbiasa dengan makhluk tak kasat mata.
Bu Toya tetap saja takut, ia memeluk erat Salsa, ia tak berani lagi menoleh ke belakang karena jelas-jelas di sana ada hantu yang tadi sempat menyerupai suaminya.
"Hihihihihihihi"
Suara tawa kuntilanak itu terdengar nyaring, bagaimana tidak, kuntilanak itu mengejar mobil tanpa henti, ia belum puas mengganggu bu Toya.
Di dalam mobil bu Toya semakin ketakutan, mungkin hari ini adalah hari terakhir baginya keluaran rumah, ia sungguh kapok di kejar-kejar kuntilanak yang memang memiliki dendam pribadi padanya.
"Hihihihihihihi"
Tubuh bu Toya semakin di selimuti rasa takut karena Sekar tak kunjung berhenti mengganggunya.
"Pak Goni lebih cepat lagi pak, kuntilanak itu semakin mendekat, kita harus pergi dari sini secepatnya" titah bu Toya takut kuntilanak itu mencelakai mereka semua.
"Baik bu" pak Goni menancap gas, di jalanan desa yang sepi ia bisa leluasa menguasai jalanan tanpa takut menabrak orang.
Sekar masih terus mengejar mereka tanpa henti, tawa mautnya terus terdengar seisi desa.
Bu Toya semakin mengeratkan pelukan."Kamu tenanglah nak, semuanya akan baik-baik saja, tidak akan ada yang terjadi"
Salsa mengangguk, ia diam meskipun ia sudah tidak tahan mendengar suara kuntilanak yang semakin menjadi-jadi.
Pak Goni tanpa henti mengemudikan mobil, ia tidak merasa takut sama sekali pada Sekar meskipun Sekar mengikuti mobilnya sejak tadi.
"Hihihihihihihi" Sekar tak ada henti-hentinya mengikuti mereka, ia duduk di atas atap mobil yang semakin membuat bu Toya gemetaran hebat.
"Pak Goni Sekar duduk di atas atap mobil, gimana ini pak, dia belum berhenti sama sekali, tolong lakuin sesuatu pak, saya gak mau dia ikutin kita sampai ke rumah sakit" ketakutan bu Toya, ia tidak mau berlarut-larut di ganggu habis-habisan sama Sekar.
"Ibu tenanglah, sebentar lagi dia akan pergi, ibu tidak perlu khawatir, serahkan segalanya pada saya, saya jamin cepat atau lambat dia pasti pergi juga" pak Goni yang sudah berpengalaman di ganggu oleh hantu sehingga ia tak merasa takut sama sekali, ia dengan fokus terus mengemudikan mobil menuju rumah sakit.
Bu Toya tak bisa diam, pikiran-pikiran buruk masih menghantuinya, ketakutan terus terpancar di wajahnya.
__ADS_1
"Hihihihihihihi"
"Hihihihihihihi"
"Hihihihihihihi"
Dengan hati yang teramat bahagia Sekar tertawa cekikikan tanpa henti, bu Toya yang ada di dalam mobil gemetaran hebat, ingin rasanya dia berlari dari Sekar.
Pak Goni mengemudikan mobil tanpa henti, Sekar tiba-tiba menghilang dari sana, bu Toya amat lega karena Sekar telah pergi.
"Pak Goni dia sudah pergi, dia sudah hilang" gembira bu Toya, telinganya terasa amat lega ketika Sekar berhenti tertawa maut.
"Apa saya bilang, dia pasti akan pergi juga" bu Toya mengangguk dengan senang, ia sungguh lega ketika Sekar tak mengganggunya lagi.
"Semoga Sekar pergi, biarkan aku sampai di tempat yang aku mau" batin bu Toya penuh harapan.
Mobil melaju tanpa henti, sepanjang perjalanan tak ada satupun orang yang terlihat di mata mereka, mereka semua memilih mengurung diri di dalam rumah.
"Pak Goni awaaasss!" pekik bu Toya.
Pak Goni mengerem mendadak, ia panik saat Sekar tiba-tiba menabrakkan dirinya ke mobil.
Becak darah memenuhi kaca mobil, pak Goni memegangi dadanya yang shock, hampir saja dia menabrak orang, untung Sekar bukan manusia kalau tidak pak Goni pasti akan kena masalah besar.
"Kenapa dia nabrakin dirinya ke mobil, apa dia sudah segila itu!" tak habis pikir pak Goni.
"Entahlah pak, ayo pak kita lanjut jalan lagi"
Pak Goni kembali melajukan mobil, Sekar sudah tidak tau ada di mana, dia menghilang setelah menabrakkan dirinya ke mobil, mereka tidak ada yang keluar dari mobil karena mereka tau yang mereka tabrak bukan manusia.
Sekar menatap mobil putih itu yang melaju meninggalkannya dengan tatapan tajam.
"Hari ini ku lepaskan kau, besok tidak ada lagi kesempatan bagi mu untuk selamat dari terkaman maut ku!" pertegas Sekar tak main-main.
__ADS_1
Sekar menghilang dari sana saat mangsanya lolos.