Kuntilanak

Kuntilanak
Terpaksa menerima


__ADS_3

Juragan Doni menyunggingkan senyuman licik saat Sekar diam, ia tau pasti Sekar bingung mau setuju atau tidak dengan tawarannya.


"Bagaimana, kamu setuju tidak, Sekar ingat hutang mu bukannya makin berkurang malah makin bertambah kalau kamu tidak kuning bayar, kamu tidak mau kan hutang kamu bertambah besar, nanti kamu akan bayar dengan apa kalau hutang kamu yang mula-mula 6 juta bisa naik menjadi 20 juta hmm?"


Sekar tidak berucap, ia bingung harus melakukan apa saat ini, tawaran juragan Doni membuatnya merasa harus mengorbankan harga dirinya untuk melunasi hutangnya, ia masih tidak mau melakukan hal yang sehina itu, tetapi keadaannya begitu sulit sehingga ia tidak bisa menolak.


"Juragan benar akan lunasi hutang Sekar?" Sekar kembali memastikan, ia ingin mendengar kembali tawaran yang sudah juragan Doni beri tau barusan.


"Iya, saya akan lunasi semua hutang kamu beserta akar-akarnya, asalkan kamu mau nurutin apa yang saya inginkan, kamu tau kan apa maksud saya?"


Sekar mengangguk, ia jelas tau apa yang menjadi keinginan juragan Doni.


"Bagaimana, kamu bersedia?" memastikan juragan Doni.


Sekar mengangguk dengan wajahnya yang pasrah, juragan Doni tersenyum penuh kemenangan saat Sekar kembali jatuh ke dalam pelukannya.


Sekar yang sedang terpuruk, mau tidak mau harus bersedia menjadi budak juragan Doni, ia tau kalau posisinya benar-benar hina, namun ia tidak punya cara apapun lagi, di sisi lain ibunya sedang sakit, untuk membiayai perawatan ibunya saja ia tidak mampu, apa lagi membayar hutang yang sebanyak itu, ia sungguh tidak bisa.


Alhasil Sekar mau menjadi seorang wanita yang rela menjual harga dirinya demi melunasi hutang-hutangnya yang semakin lama semakin bertambah banyak.


Sekar meneteskan air mata saat ia habis melakukan sesuatu bersama orang yang paling ia benci di dunia ini.


"Besok pagi saya akan lunasi semua hutang kamu, kamu tenang saja" bisik juragan Doni.


Sekar mengangguk, ia tidak punya cara lain lagi untuk bisa melunasi hutangnya itu selain melakukan perjanjian hina ini.


Juragan Doni tidur di samping Sekar, malam ini mereka berdua tidur bersama, Sekar sesekali menitihkan air mata, tak pernah ia bayangkan kalau dia akan berada di posisi yang sehina dan serendah ini.

__ADS_1


Semenjak kepergian bapaknya, Sekar harus berjuang sendiri untuk membiayai kebutuhan sehari-harinya, ia tidak bisa mengandalkan ibunya yang sedang sakit.


Keesokan harinya, sinar matahari masuk ke dalam kamar Sekar dari celah-celah dinding kamarnya yang hanya terbuat dari kayu.


Sekar menggeliatkan matanya, ia melihat ke arah juragan Doni yang ada di sampingnya.


"Juragan, juragan ini sudah pagi, juragan bangunlah" dengan suara pelan dan serak Sekar membangunkan juragan Doni yang terlelap dalam tidurnya.


Juragan Doni membuka matanya."Juragan ini sudah pagi, juragan sekarang pulanglah, jangan ada di sini, saya tidak mau ada orang yang melihat juragan di sini"


Juragan Doni enggan untuk bangun, ia malah mengeratkan pelukannya pada Sekar, Sekar tak nyaman di perlakukan seperti itu, ia berusaha melepaskan tangan juragan Doni yang memeluknya.


"Juragan jangan seperti ini, ini sudah pagi, waktunya juragan kembali ke ladang, nanti orang-orang bisa curiga kalau ternyata juragan tidak ada di ladang" pelan Sekar dengan terus berusaha menyingkirkan tangan juragan Doni, ia sangat tidak suka pria itu semena-mena padanya.


"Biarin, saya tidak peduli sama mereka semua yang penting saat ini saya ingin menghabiskan waktu bersama kamu"


"Juragan jangan seperti ini, juragan jangan cari masalah, juragan itu seharusnya-


"Sekar, Sekar keluarlah nak" panggil Mirna dari luar dengan suara seraknya sambil mengetuk pintu.


Sekar langsung berubah menjadi panik saat mendengar panggilan suara yang berasal dari ibunya.


"Gawat, itu ibu, aku tidak boleh biarin ibu masuk ke sini, bisa-bisa aku akan kena masalah besar kalau sampai ibu tau kalau ada juragan Doni di kamar ini" batin Sekar yang kalang kabut.


"Juragan, juragan sekarang pergi dari sini, di luar ada ibu saya, kalau juragan tidak keluar dari sini, kita akan ketahuan, saya tidak mau semua orang tau kalau juragan nginap di sini tadi malam!"


"Saya tidak mau, saya masih tidak mau pergi, saya masih ingin di sini, tolong biarkan saya berada di sini" dengan mata yang masih tertutup rapat juragan Doni mengatakan hal itu.

__ADS_1


"Juragan jangan begini, tolong kali ini saja juragan mau di ajak berkompromi, di luar itu lagi ada ibu saya, kalau ibu lihat kita berduan di dalam kamar pasti akan menimbulkan fitnah, saya tidak mau fitnah merajalela, saya mohon juragan pergilah dari sini secepatnya sebelum ibu saya masuk ke sini" titah Sekar dengan penuh harapan, ia tidak ingin ada satupun orang yang tau perjanjiannya dengan juragan Doni, cukup ia dan juragan Doni saja yang tau.


Juragan Doni tidak bergerak, dia masih diam dengan terus memejamkan matanya.


"Sekar kamu keluarlah ndok, di luar ada bu Sinab, dia ingin ketemu sama kamu" panggil Mirna dengan mengetuk pintu.


"Juragan, tolong pergi dari sini, plis Sekar mohon juragan pergilah dari sini" mohon Sekar sampai ingin meneteskan air mata karena takut ketahuan.


"Baik saya akan pergi dari sini, tapi kamu harus masuk kerja, hari ini kamu sudah langsung masuk kerja, jangan libur terus!" syarat juragan ini.


"Iya, Sekar habis ini akan ke ladang, Sekar akan kerja kok, Sekar tidak akan bolos lagi yang penting juragan Doni sekarang pergi dari sini"


"Saya tunggu kamu di ladang, jangan sampai kamu telat, kalau kamu telat, saya akan hukum kamu!" ancam juragan Doni bangun dari tidurnya.


"Iya, saya gak akan telat, sekarang juragan pergi dari sini, sebelum ibu masuk ke sini" panik Sekar saat ibunya terus memanggil namanya dengan mengetuk pintu.


"Iya saya akan pergi" juragan Doni bangkit dari duduk, ia berjalan mendekati jendela di mana ia masuk ke dalam kamar Sekar.


Sekar membuka jendela itu lebar-lebar agar juragan Doni segera keluar dari kamarnya, ia sungguh tegang berada di titik ini.


"Ingat, kamu jangan sampai telat!" perintah juragan Doni sekali lagi.


"Iya, saya tidak akan telat, sekarang juragan pergi dari sini, buruan!" suruh Sekar yang panik.


Juragan Doni keluar dari dalam kamar Sekar melewati jendela, setelah juragan Doni keluar Sekar langsung menutup jendela itu rapat-rapat.


"Sekar buka pintunya ndok, ibu mau masuk" titah Mirna yang sudah tidak sabaran.

__ADS_1


"Iya sebentar bu" Sekar yang panik berlari mendekati pintu, ia dag-dig-dug saat hampir tertangkap basah seperti ini.


__ADS_2