Kuntilanak

Kuntilanak
Menghilang secara tiba-tiba


__ADS_3

"Yang benar aja Anton, masa warga-warga ada yang berani lapor pak RT prihal arwah gentayangan yang lagi meresahkan masyarakat?" terkejut juragan Doni yang masih tidak percaya dengan apa yang barusan ia dengar.


Juragan Doni berpikir bahwa masalah ini tidak akan pernah di laporkan pada pak RT maupun pada pejabat lainnya, namun ternyata warga lebih dulu bertindak, mereka yang sudah tidak tahan dengan keadaan ini terpaksa lapor pak RT.


"Beneran juragan, warga-warga udah pada melapor ke pak RT, saya yakin pak RT pasti tidak akan tinggal diam, dia pasti akan usir hantu itu dari desa ini, tidak mungkin pak RT biarkan hantu itu terus berkeliaran bebas di mari" jawab pak Anton dengan sangat meyakinkan.


Juragan Doni yang mendengar itu semua begitu sangat gembira, ia punya harapan besar bahwa pak RT bisa menyelesaikan masalah yang benar-benar parah dan membuat masyarakat resah.


"Wah bagus kalau seperti itu, saya juga sudah gak tahan dengan keadaan desa yang kacau balau seperti ini, saya harap pak RT bisa segera usir hantu itu dari desa ini, dan semua warga-warga sekitar bisa menjalankan aktivitasnya seperti biasanya tanpa harus takut lagi sama hantu" harapan besar juragan Doni.


Juragan Doni merasa senang, ia begitu gembira sekali, tidak ada sesuatu yan membuatnya gembira kecuali mendengar bahwa pak RT akan mengatasi serangan hantu yang sedang melanda desa anggrek.


"Iya juragan, saya yang dengar prihal hantu itu sudah muak, saya yakin pak RT bisa usir hantu itu, kalau dia gak bisa usir hantu itu maka jabatannya akan turun" tutur pak Anton.


Juragan Doni kembali terkesiap, ia tidak mengerti maksud dari ucapan pak Anton.


"Turun gimana?" juragan Doni terperangah, masa gara-gara tak berhasil mengembalikan keamanan desa jabatan seorang RT akan di turunkan begitu saja.


"Iya juragan, kalau pak RT gak bisa usir hantu itu dari kampung ini warga-warga ngacem akan minta ganti RT baru, saya yakin sekali pak RT tidak akan mau kehilangan jabatannya, untuk mendapatkan jabatan seorang RT itu sulit, saya yakin 100% pak RT gak akan lepasin jabatannya begitu saja" jelas pak Anton dengan penuh keyakinan.


"Makin bagus kalau seperti itu, pak RT pasti akan berusaha sekeras mungkin untuk usir hantu itu dari desa ini, saya yakin Anton cepat atau lambat hantu itu pasti akan pergi, tidak mungkin dia terus membuat onar di kampung ini, kasihan warga-warga kalau dia masih belum pergi, warga-warga akan hidup dalam ketakutan kalau seperti ini" timpal juragan Doni.

__ADS_1


"Sebenarnya ini salah warga-warga juga juragan, kalau mereka tidak berbuat jahat pada hantu itu, hantu itu tidak akan membuat onar seperti ini" tutur pak Anton.


Entah mengapa juragan Doni tiba-tiba menjadi pendiam, ia tidak mengeluarkan sepatah katapun, ia tau betul siapa pak Anton dan siapa hantu yang sedang mereka bicarakan saat ini.


"Warga-warga sudah membuat hidupnya terusik selama ini, jadi dia melakukan ini semua untuk membalas perbuatan mereka, kalau seandainya mereka baik pada hantu itu, hantu itu gak akan ganggu mereka habis-habisan, saya dengar orang-orang yang di ganggu sama hantu itu adalah orang yang udah mengusik hidupnya, orang-orang kampung yang gak pernah menghina dan mengganggunya tidak akan mungkin di ganggu sama hantu itu, intinya dia mengganggu orang-orang yang mengganggunya juga" tambah pak Anton.


Juragan Doni semakin bungkam, untuk mengeluarkan suara rasanya ia tidak bisa, dari kalimat yang keluar dari bibir pak Anton terdengar bahwa pak Anton memihak pada hantu itu.


"Mau bagaimana lagi Anton, nasi sudah jadi bubur, apa yang telah terjadi tidak bisa di putar kembali, andai waktu bisa di putar kembali, kejadian buruk yang menimpa hantu itu bisa di hentikan, dan dia gak sampai meninggal dunia, saya yakin kok bahwa warga-warga yang selama ini udah pernah di ganggu sama hantu itu menyesal, mereka pasti menyesali perbuatan yang sudah mereka selama ini" celetuk juragan Doni.


"Walaupun mereka menyesal juragan, penyesalan mereka tidak akan bisa mengembalikan nyawa hantu itu, dia butuh nyawanya, dia ingin melahirkan anaknya, hanya 2 hal itu yang dia inginkan, namun warga sekitar tidak akan ada yang bisa menuruti keinginannya" penuh penekanan pak Anton.


"Ya secara logika gak ada yang bisa mengembalikan sukmah yang sudah terpisah dari raga, kematian itu sudah takdir, seharusnya dia terima dengan kematiannya walaupun sadis, manusia tidak akan bisa mengembalikan nyawanya walaupun dia berusaha untuk meneror warga-warga sekitar" bantah keras juragan Doni.


"Masa dia gak bisa ngertiin masalah itu, masa dia gak punya akal sehat, dia dulunya manusia bukan, dia pasti punya akal sehat, gak mungkin dia gak punya" yakin juragan Doni.


"Juragan Doni" panggil seseorang yang mengalihkan perhatian juragan Doni.


"Iya ada apa pak RT?" juragan Doni menatap pak RT yang berada di jalanan sebelah timur.


"Juragan Doni ngomong sama siapa?" pertanyaan yang pak RT ajukan membuat juragan Doni keheranan.

__ADS_1


Pertanyaan itu benar-benar tak masuk akal, juragan Doni sampai mengerutkan alis lantaran merasa sangat aneh.


"Sama Anton pak RT" jawab juragan Doni dengan menoleh ke belakangnya yang tadi ada pak Anton yang mengikutinya dari belakang.


"Loh kemana Anton, tadi dia ada di sini, dia tadi ngikutin aku, kemana sekarang dia pergi, apa dia sudah kembali lagi ke dalang, tapi masa secepat ini, tidak mungkin da pergi secepat ini" kaget juragan Doni kala tidak menemukan orang yang sedari tadi ia ajak bicara.


Juragan Doni melihat sekelilingnya mencari keberadaan pak Anton, namun benar tidak ada pak Anton sama sekali di dekatnya, ia heran kemana perginya pak Anton, padahal sejak tadi pak Anton mengikutinya dari belakang.


Juragan Doni kembali menatap ke tempat pak RT yang tadi menyapanya.


"Loh kemana pak RT, tadi dia ada di sini, pergi kemana dia, masa dia pergi secepat ini" sekali lagi juragan Doni terperangah saat tak menemukan pak RT yang ia cari-cari.


Juragan Doni merasa aneh, dua orang yang barusan ia ajak bicara tiba-tiba menghilang dengan secepat kilat, mana ada orang yang tidak terkejut dengan keanehan yang benar-benar mencolok ini.


"Tunggu-tunggu apa yang sebenarnya terjadi ini, Anton yang tadi aku ajak ngobrol sepanjang perjalanan menghilang secara tiba-tiba, lalu pak RT yang barusan ku temui juga ikutan menghilang" juragan Doni masih linglung dengan keadaan ini, ia masih belum sadar apa yang sudah terjadi.


"Ini sebenarnya mereka yang gaib atau aku yang gaib?"


Juragan Doni mikir keras, dua orang yang berada di dekatnya menghilang tak berbekas itu berhasil membuatnya bertanda tanya.


"Ada yang gak beres ini, aku harus cepat-cepat pergi dari sini, ku rasa ada sesuatu yang salah ini, aku akan coba koreksi ketika sampai di rumah"

__ADS_1


Juragan Doni kembali berjalan, ia tidak mau menjadi patung dan memikirkan kejanggalan itu di sana, sampai pagi pun juragan Doni tidak akan menemukan titik terangnya jika ia memikirkan keanehan-keanehan yang terjadi dalam waktu yang berdekatan.


__ADS_2