
Pak Anton berangkat kerja, dia meninggalkan Sekar sendirian di dalam rumahnya, dia sudah tidak khawatir karena tempat itu aman bagi Sekar.
Setelah seharian bekerja pak Anton pulang ke rumahnya, saat ada Sekar di dalam rumahnya, dia tidak mau menginap di rumah juragan Doni lagi, dia khawatir ada apa-apa sama Sekar kalau dia tinggal terlalu lama.
Setibanya di rumah, pak Anton melihat Sekar yang duduk di meja makan menunggunya, di atas meja makan itu sudah ada makanan yang telah Sekar siapkan.
"Pak Anton sudah pulang" Sekar menyambut kedatangan pak Anton dengan bahagia.
"Sudah" pak Anton mengambil duduk di kursi yang kosong.
"Apa ini semua kamu yang siapkan?"
"Iya, saya yang sudah masak semua makanan ini, pak Anton gak marah kan?" Sekar takut pak Anton memarahinya karena dia yang lancang melakukan itu semua tanpa meminta izin pada pak Anton terlebih dahulu.
"Tidak, saya gak marah, tapi dokter bilang kamu harus istirahat total, janin kamu lemah, jangan ngurus pekerjaan rumah dulu, saya takut ada apa-apa sama janin kamu"
"Enggak kok pak Anton, anak yang ada di dalam kandungan saya akan baik-baik saja, ini pekerjaan kecil, saya gak merasa capek kok"
"Ya sudah sekarang ayo kita makan" ajak pak Anton.
Sekar mengangguk setuju, dia dan pak Anton makan malam bersama, Sekar memang sejak tadi menunggu kedatangan pak Anton.
Di pertengahan makan malam yang hening itu pak Anton menatap ke arah Sekar dengan seksama.
"Sekar"
Sekar langsung berhentin makan, dia menatap ke arah pak Anton.
"Saya ingin halalin kamu"
Sontak Sekar langsung kaget, apa yang barusan keluar dari mulut pak Anton berhasil membuat jantungnya berhenti berdetak.
"P-pak Anton beneran, pak Anton gak lagi becanda kan?" Sekar merasa ragu dengan apa yang barusan dia dengar.
"Beneran, saya ingin halalin kamu, gak baik kita tinggal seatap tanpa adanya ikatan yang sah, saya berniat nikahi kamu, apa kamu mau menikah dengan saya?"
"Iya, saya mau menikah sama bapak"
__ADS_1
Pak Anton tersenyum bahagia, hari ini dia akan menjadikan Sekar sebagai istrinya.
"Besok kita ke KUA, kita nikah di sana, tapi maaf saya gak bisa ngadain resepsi pernikahan pada umumnya, kamu gak apa-apa kan nikah tanpa resepsi?"
"Gak apa-apa kok pak, saya tidak mikirin itu"
Pak Anton lega mendengar jawaban Sekar, dia tidak bisa mengadakan resepsi yang mewah karena keuangannya tengah memburuk.
"Sekarang kamu istirahat, besok jam 8 kita ke KUA"
Sekar mengangguk, dia kembali ke dalam kamarnya dengan senang, dia tidak pernah menyangka kalau pak Anton akan menjadikannya sebagai istrinya.
"Mimpi apa aku semalam, kenapa hari ini pak Anton malah minang aku, apa mungkin pak Anton adalah jawaban dari setiap doa-doa ku"
"Semoga saja setelah aku menikah dengan pak Anton, aku akan bisa hidup bahagia, bapak ibu tolong restui hubungan Sekar, doakan yang terbaik untuk Sekar
Keesokan harinya Sekar dan pak Anton berangkat ke KUA, mereka menikah di sana, sejak hari itu hidup Sekar yang duluan gelap dan suram menjadi berubah total, setelah menikah dengan pak Anton banyak cinta dan kebahagiaan yang Sekar terima.
Pak Anton adalah laki-laki baik dan sangat menyayanginya, seumur hidupnya baru kali ini ada orang yang mencintainya melebihi apapun, Sekar tampak bahagia, meskipun rumah pak Anton jauh dari keramaian tetapi Sekar tidak merasakan kesepian sama sekali.
"Sayang aku mau berangkat kerja dulu, kamu di sini saja, jangan keluar rumah, di luar itu hutan, aku gak mau kamu kenapa-napa" suruh pak Anton pada Sekar yang kini perutnya sudah membesar.
"Iya, aku berangkat kerja dulu, kalau ada apa-apa telpon aku, aku akan langsung pulang"
Sekar mengangguk, pak Anton sudah membelikan Sekar hp biar Sekar bisa di hubungi jika dalam keadaan genting.
Pak Anton mengecup kening Sekar terlebih dahulu sebelum bersngkat kerja.
"Aku pergi dulu, kamu baik-baik di sini"
"Iya"
Sekar menatap kepergian suaminya, dia begitu bahagia, pak Anton orang yang baik, dia begitu nyaman berada di dekatnya.
Sekar menutup pintu kembali, dia menguncinya takut ada penjahat yang masuk ke dalam dan membunuhnya.
Sekar membersihkan rumah, dia melakukan pekerjaan yang ringan, tidak terlalu berat karena pak Anton sangat melarang Sekar kerja terlalu keras.
__ADS_1
Pak Anton berangkat ke ladang juragan Doni, semenjak menikah dengan Sekar pola makannya teratur, Sekar tidak membiarkan pak Anton telat makan walaupun sekali.
Pak Anton juga sering tersenyum, tak seperti dulu yang sangat dingin seperti es batu.
"Pak Anton, anda di panggil ke kantor sama juragan Doni" kang Supri langsung mendekati pak Anton yang baru datang.
"Kenapa juragan Doni manggil saya, apa ada masalah di perkebunan?"
"Saya kurang tau pak Anton, pak Anton temui saja juragan Doni, dia lagi nunggu pak Anton di kantor sejak tadi"
"Baik, saya akan ke sana, terima kasih sudah memberi tau saya"
"Sama-sama pak"
Pak Anton berjalan ke kantor dengan melewati pematang, dia penasaran apa yang akan juragan Doni katakan sehingga memanggilnya ke saja.
"Apa ya yang akan juragan Doni katakan, perasaan perkebunan baik-baik saja, gak ada masalah apapun, namun apa yang menjadi tujuan juragan Doni manggil aku, aku harus ke sana" batin pak Anton.
Pak Anton berjalan ke kantor, dia mengetuk pintu kantor terlebih dahulu.
"Masuk!"
Pak Anton masuk ke dalam kantor, dia mendekati juragan Doni yang tengah duduk di kursi kebesarannya.
"Duduklah"
Pak Anton duduk seperti yang juragan Doni inginkan.
"Ada apa juragan manggil saya?"
"Kenapa kamu menikahinya!"
Pak Anton langsung terdiam, pertanyaan itu membuatnya langsung mengerti maksud juragan Doni memanggilnya.
"Kenapa juragan Doni bisa tau kalau aku nikahin Sekar, siapa yang sudah bilang, aku tidak pernah bilang pada siapapun orang yang tinggal di desa ini, warga-warga juga gak ada yang tau kalau aku nikah, tapi kenapa juragan Doni bisa tau, pasti ada orang yang sudah ngasih tau dia" batin pak Anton.
"Jawab, kenapa kamu diam" juragan Doni tampak serius, masalah ini hal yang sepele, namun entah kenapa juragan Doni malah membesar-besarkannya.
__ADS_1
"Saya mencintainya juragan, saya ingin membahagiakan dia, mangkanya saya nikahin dia"
"Tapi Anton, di luaran sana masih banyak wanita yang lebih cantik dan sempurna, kenapa kamu malah menikahi dia, kenapa kamu gak cari yang lebih baik di atas dia" heran juragan Doni.