
"Begini saja bu, ayo kita ke rumah pak RT aja, kita harus laporkan masalah ini sama pak RT, pak RT harus tanggung jawab, kita ini warganya, Sekar gak bisa di diamin begitu saja" ujar bu Hamiddeh.
"Iya ayo, ayo kita datangin pak RT, kita protes, dia benar-benar gak becus, hantu satu aja dia gak bisa handle, sekarang hantunya malah dua, ayo kita datangin pak RT, kita demo di sana" ajak bu Salamah yang akan membuat keributan di rumah pak RT.
Mereka semua setuju, mereka pun berangkat ke rumah pak RT, mereka akan melaporkan bencana yang terjadi di desa ini pada pak RT.
"Pak RT, pak RT" teriakan warga-warga dari kejauhan sudah terdengar di telinga pak RT.
"Pak RT"
Warga-warga berantusias, mereka datang dengan berbondong-bondong, mereka begitu kesal pada pak RT yang masih belum bisa mengusir Sekar dari desa ini.
Pak RT yang berada di luar bersama seseorang terkejut, apa yang dia takutkan saat ini benar-benar terjadi, ia begitu takut bahwa warga-warga akan demo, dan apa yang ia takutkan terjadi juga.
"Sialan, warga-warga demo kemari lagi, mau di tarok di mana muka aku kalau aku bilang kalau aku masih belum bisa usir Sekar, mereka pasti akan marah, mereka pasti akan bikin jabatan aku turun" batin pak RT yang gelisah tak menentu.
Warga-warga mengepung rumah pak RT, mereka berdiri dengan wajah yang nanar.
"Pak RT, kenapa hantu masih ada di desa ini, tadi malam hampir seluruh warga di ganggu sama hantu, kemarin kan kita udah lapor masalah ini sama pak RT, kenapa pak RT masih belum urus masalah ini" naik pitam bu Salamah dengan melototkan mata tajamnya ke arah pak RT.
Bu Salamah mengeluarkan semua unek-uneknya, ia begitu geram pada RT yang ia rasa sangat tidak berguna.
"Pak RT tau kan apa resiko yang akan pak RT terima jika pak RT gagal mengusir Sekar dari desa ini" bu Maimun mengingkatkan kembali dengan kesepakatan mereka kemarin biar pak RT tidak bersantai-santai saja.
__ADS_1
"Kalau pak RT memang gak bisa usir Sekar bilang, biar kami carikan RT baru yang bisa di andalkan, bukan malah diam aja kayak gini" tambah bu Nining yang ikutan geram.
"Ibu-ibu tenanglah, jangan marah-marah dulu, kita selesaikan masalah ini dengan kepala dingin" ujar pak RT berusaha untuk menenangkan warga-warga lainnya.
"Kami gak bisa tenang pak RT, hantu yang mengganggu desa ini makin jadi aja, kami gak bisa diam begitu saja, hantunya makin keterlaluan, kami mohon sekali sama pak RT tolong usir dia dari sini jika pak RT masih sayang dengan jabatan pak RT, jika pak RT sudah tidak mau jadi RT lagi, kami akan carikan RT baru untuk menggantikan pak RT, sungguh kami gak bisa diam aja pak RT, apa yang Sekar lakukan itu sudah tidak bisa di toleri lagi" teriak bu Hamiddeh yang sudah tak sanggup dengan gangguan yang terus menerus terjadi di desa ini.
Wajah pak RT memucat, ancaman warga-warga benar-benar mengguncang dunianya, untuk mencari pekerjaan di jaman sekarang sangat sulit, ia tidak mau kehilangan jabatannya hanya karena hal ini.
"Ibu-ibu tenanglah, bukannya saya gak mau desa ini kembali aman, kemarin itu saya memang gak berusaha ngusir Sekar" ujar pak RT
"Nah tuh kan pak RT memang gak bertindak, pantesan aja hantu makin jadi aja, orang pak RT masih diam aja, seharusnya kemarin itu pak RT langsung bertindak, jangan diam aja, kami itu udah tertekan" belum apa-apa bu Sinab membantah ucapan pak RT.
"Bukan begitu ibu-ibu, bukannya saya yang malas menindaklanjuti kasus ini, tapi kemarin itu saya gak ada di rumah, saya pergi ke pondok A yang terletak di kota B, saya datang ke sana, karena dulu saya mondok di sana, saya minta bantuan kyai saya tentang masalah yang melanda desa ini, saya minta tolong sama guru saya" jelas pak RT agar mereka tidak salah paham.
"Saya itu bawa salah satu ustadz yang mondok di sana, insyaAllah ustadz yang saya bawa bisa mengusir Sekar dari desa ini" jawab pak RT.
Rasanya hati para warga begitu lega, mereka sungguh bersyukur karena ada ustadz itu yang pak RT bawa kemari.
"Ibu-ibu gak usah khawatir, ustadz ini akan bisa menyelesaikan masalah yang terjadi di desa ini, kalian gak perlu khawatir, apa yang akan terjadi di desa ini akan segera selesai, saya mohon sama ibu-ibu tolong minta doanya agar desa ini kembali damai seperti sedia kala" titah pak RT.
"Owh itu pasti pak RT, kami pasti akan doakan yang terbaik agar desa ini kembali normal seperti dahulu kala, saya harap desa ini aman lagi kayak dulu" harapan besar bu Nining.
Pak RT merasa lega karena mereka mau menerima kedatangan ustadz yang ia bawa kemari.
__ADS_1
"Sini nak" panggil pak RT pada pemuda yang duduk di kursi yang ada di depan rumah pak RT.
Pemuda tampan ini mendekati pak RT.
"Ini namanya ustadz Hafidz, saya harap kalian bisa menerima kedatangannya di desa ini, tolong maklumi jika ada perbedaan yang terjadi antara ustadz Hafidz dengan kita, kalau ada kesalahan yang tidak di sengaja mohon bimbingannya" pak RT memperkenalkan ustadz Hafidz pada mereka semua.
Ustadz Hafidz hanya menyunggingkan senyuman manisnya, ia berharap dirinya di terima dengan baik di desa ini.
"Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengatasi masalah yang terjadi di desa ini ibu-ibu, saya mohon sama para warga lainnya untuk doakan langkah saya, saya akan berusaha untuk mengusir hantu yang tengah melanda desa ini" ujar ustadz Hafidz dengan ramah dan sopan.
"Pasti itu tadz, kami pasti akan doakan ustadz yang terbaik, kami mohon tadz buatlah dia pergi, kami tidak sanggup di ganggu terus menerus sama dia, dia begitu menyeramkan tadz, kami gak bisa tidur nyenyak beberapa hari ini" sahut bu Maimun.
"Kami harap dengan kedatangan ustadz, hantu yang ganggu kami selama ini bisa pergi, kami sudah tidak tahan dengan gangguan yang semakin lama semakin menjadi itu" tambah bu Salamah.
"Saya akan berusaha untuk usir dia bu" jawab ustadz Hafid.
"Sekarang ibu-ibu bisa pulang, ustadz Hafidz yang akan ngurusnya, ibu-ibu tidak perlu khawatir lagi" suruh pak RT, ia rasanya sesak melihat mereka semua yang mengepung rumahnya.
"Kami tunggu berita baiknya tadz, kami mohon bantuannya" tutur bu Nining.
Ustadz Hafidz hanya membalasnya dengan senyuman manis.
Para warga lainnya satu persatu membubarkan diri dari sana, mereka sedikit lega setelah kedatangan ustadz Hafidz.
__ADS_1