Kuntilanak

Kuntilanak
Jatuh sakit


__ADS_3

Di rumah bu Jamilah, semua pekerja yang berkerja di rumah bu Jamilah kaget ketika mendapati bu Jamilah yang tergeletak di lantai dengan keadaan jatuh pingsan.


"Ibu, ibu bangun, ibu" teriak art yang bekerja di sana langsung heboh saat mendapati bosnya yang jatuh pingsan.


"Pak, tolong ibu, ibu pingsan" teriak art pada satpam yang melintas.


Pak satpam langsung mendekat, dia juga kaget ketika mendengar bu Jamilah jatuh pingsan.


"Tolong angkat pak, bawa ibu ke kamarnya" titah Mala.


Satpam itu membawa bu Jamilah yang pingsan ke dalam kamar, mereka semua tampak panik, mereka khawatir pada ibu bosnya.


Suhu tubuh bu Jamilah sangat tinggi, Mala mengompres majikannya yang lagi demam, wajahnya tampak pucat pasi.


"Ibu, bu bangun, buka mata ibu" Mala membangunkan bu Jamilah.


Bu Jamilah menggeliat, perlahan-lahan matanya terbuka, ia langsung terjaga dan menatap sekelilingnya dengan terkejut.


"Ada apa bu, kok kaget gitu?" Mala merasa heran saat bu Jamilah bangun-bangun terlihat seperti orang yang kaget dan takut.


"Di mana dia, pergi kemana dia?" gelagapan bu Jamilah dengan menatap takut sekelilingnya.


Mala mengerutkan alis, seingatnya tidak ada tamu yang menginap di rumah ini.


"Siapa yang ibu cari siapa, apa yang ibu maksud?"


"Sekar, tadi malam dia nampakin dirinya, dia menggerak-gerakkan tangannya seperti ini" bu Jamilah memperagakan bagaimana Sekar mengganggunya tadi malam, tangan Sekar seperti kupu-kupu yang akan terbang, itu membuat bu Jamilah susah untuk melupakannya.


"Yang benar aja bu, masa ibu di ganggu sama Sekar" terkejut Mala, soalnya telinganya hanya mendengar cerita-cerita dari warga kalau Sekar gentayangan.

__ADS_1


"Beneran, tadi malam dia datangin saya, dia nampakin wajahnya seramnya sampai saya jatuh pingsan" jelas bu Jamilah dengan ketakutan kala teringat kejadian mengerikan yang ia lewati.


"Bu Sekar itu memang lagi gentayangan, banyak warga yang sudah dia datangin, ibu jangan kaget kalau di ganggu lagi sama Sekar" tutur pak satpam, telinganya sudah banyak mendengar berita-berita tentang Sekar yang lagi gentayangan di desa ini.


"Apa maksud kamu, kamu mau nakut-nakutin saya!" hardik bu Jamilah sambil melototkan mata seramnya.


"B-bukan gitu bu, saya cuman minta ibu buat hati-hati, Sekar lagi ganggu warga-warga, saya dengar ada banyak warga yang sudah di teror bertubi-tubi sama Sekar, ada warga yang bilang kalau Sekar lagi mau balas dendam, sekarang dia itu berubah jadi kuntilanak" jelas pak satpam.


Bu Jamilah langsung diam, kali ini dia mengakui kalau Sekar memang berubah jadi hantu dan tengah nakut-nakutin dia dan warga desa.


"Tadi malam selain ibu ada warga juga yang di datangin sama Sekar, mereka juga sampai lari terbirit-birit gara-gara ketemu sama Sekar di jalan, saya yakin pasti nanti malam kagak akan ada yang berani keluaran rumah" tambah pak satpam yang membuat bu Jamilah semakin ketakutan.


Bu Jamilah semakin diam seribu bahasa, ia kini menyesal karena telah membunuh Sekar, hidupnya bukan menjadi damai dan tentram malah semakin kacau.


"Bahaya ini, kalau Sekar datangin aku lagi gimana, aku gak mau lihat wajah dia, makin hari ku pantau wajahnya makin serem aja, aku gak akan kuat berada di desa ini kalau Sekar masih ada di sini" batin bu Jamilah ketar-ketir.


"Saya mengatakan yang sebenarnya bu, saya gak bohong, kalau ibu gak percaya ibu tanya saja sama warga-warga desa, mereka pasti akan bilang tentang situasi desa yang lagi kacau semenjak Sekar meninggal dunia" sambung pak satpam.


"B-baik bu"


Mala keluar dari sana untuk membelikan bubur ayam, ia segera pergi dari sana karena tidak mau di marahi oleh bu Jamilah.


Bu Nining berjalan ke ladang, dia ingin berangkat ke ladang sebelum juragan Doni satupun bu Jamilah marah karena dia yang telat sampai di sana.


"Duh ini sudah mau jam 7, aku akan kena omel sama bu Jamilah, matilah aku" panik bu Nining berjalan dengan cepat ke ladang.


"Ini gara-gara bu Salamah, kalau aku gak ikut datang ke rumahnya gak bakal telat masuk kerja!" bu Nining menyalahkan bu Salamah, drama singkat yang terjadi di pagi hari mampu membuatnya panas dingin saat ini.


Bu Nining berjalan di belakang rumah juragan Doni yang besar dan megah.

__ADS_1


"Mbk Mala" sapa bu Nining pada art yang keluar melewati pintu belakang.


"Eh ibu, mau kemana bu kok pagi-pagi udah rapih aja" balas Mala dengan senyuman manisnya.


"Mau kerja mbk, mbk mau kemana, kok keluar dari pintu belakang?"


"Saya mau beli bubur bu, di suruh nyonya, dia lagi sakit" jelas Mala.


"Kok bisa bu Jamilah sakit, kemarin dia baik-baik aja, sakit apa emangnya mbk?" merasa aneh bu Nining.


"Itu nyonya demam, tadi malam dia habis di datangin sama Sekar, paginya dia langsung demam, mangkanya saya ingin beli bubur di depan, soalnya nyonya pengen makan bubur" jelas Mala tentang kronologi singkat yang menyebabkan bu Jamilah jatuh sakit.


Mulut bu Nining langsung ternganga, dia sempat berpikir kalau bu Jamilah tidak akan di ganggu sama Sekar, namun ternyata semua tebakannya salah.


"Oh gitu mbk, tak kirain bu Jamilah gak di ganggu sama Sekar, saya pikir hanya warga-warga desa saja"


"Bu Jamilah dari kemarin di ganggu sama Sekar, ini adalah kali kedua bu Jamilah di ganggu, udah ya bu, saya mau beli bubur dulu, nanti nyonya besar marah"


"Iya silahkan mbk"


Mala berangkat ke rumah pak Wowo yang kebetulan menjual bubur di pagi hari, di desa ini hanya pak Wowo saja satu-satunya orang yang menjual bubur.


"Apa tadi kata mbk Mala, bu Jamilah sakit?"


"Wah ini berita besar, aku harus kasih tau semua warga kalau bu Jamilah jatuh sakit gara-gara di ganggu sama Sekar, mereka semua harus tau masalah ini, mereka semua pasti akan kaget juga"


"Sekarang aku harus kasih tau mereka, tapi gimana dengan ladang, aku cuti aja deh hari ini, gak akan ada yang marah, bu Jamilah kan sakit, juragan Doni gak mungkin marah-marah, gak kayak istri jahanamnya itu"


"Aku harus kasih tau semua warga-warga biasr mereka semua tau berita terbaru ini"

__ADS_1


Bu Nining berlari mencari warga untuk memberitahukan berita bagus yang pasti akan membuat mereka tercengang, ia tidak mau menyimpan berita ini sendiri, ia harus menyebarkannya.


__ADS_2