Kuntilanak

Kuntilanak
Kehebohan warga terkait hantu Sekar


__ADS_3

Sementara di desa anggrek.


Orang-orang tampak heboh karena di antara mereka tadi malam mendengar suara kuntilanak yang ketawa ketiwi di jalanan.


"Kok bisa ya ada kuntilanak di desa ini, padahal sebelum-sebelumnya desa kita aman-aman aja, gak ada gangguan apapun" heran bu Nining.


"Gak tau juga bu, kata suami saya tadi malam dia dengar suara kuntilanak yang ketawa-ketiwi, tapi dia gak datangin langsung kuntilanak itu karena takut" jawab bu Maimun.


Bu Naima keluar dari dalam rumahnya ketika mendengar suara riuh dari warga-warga yang heboh dengan berita kemunculan hantu seram.


"Ada apa ini pak bu kok pada ngumpul di sini" bu Naima menghampiri para warga yang berkumpul di tengah jalan tak atau apa yang mereka bincangkan.


"Ini bu, tadi malam bu Nilem di ganggu sama Sekar, bu Nilem bilang dia lihat Sekar yang berubah jadi hantu dan juga banyak warga dengar suara kuntilanak" jelas bu Nining.


"J-jadi Sekar memang beneran jadi hantu!" kaget bu Naima yang baru percaya kalau Sekar kini berubah menjadi hantu.


"Ibu tau dari mana kalau Sekar jadi hantu?" terkejut bu Hamiddeh yang sepertinya bu Naima sudah tau berita ini.


"Tadi malam saya itu lihat ada seorang wanita pakaiannya putih dan panjang lagi jalan sendirian di depan rumah, dia sesekali ketawa-ketawa serem"


"Itu palingan kuntilanak yang di maksud sama suaminya bu Maimun" ujar bu Toya.


"Mungkin aja, suami saya tadi malam memang dengar ada suara kuntilanak" sahut bu Nining.


"Terus-terus gimana bu kelanjutannya" warga-warga amat penasaran dengan kelanjutan cerita bu Naima.

__ADS_1


"Dia datangin saya, dia ganggu saya, kalau kalian gak percaya tanyain saja sama suami saya, dia tadi malam juga di ganggu sama hantu itu" jawab bu Naima.


"Jadi ibu juga sudah di ganggu sama Sekar" kaget bu Nurma yang baru tau kalau bu Naima di ganggu juga seperti bu Nilem.


"Iya bu, tadi malam saya yang di ganggu sama Sekar, saya pikir hanya saya seorang yang di ganggu ternyata bu Nilem juga" jawab bu Naima.


"Kayak apa bu hantunya Sekar, saya kok penasaran sama wajahnya" ingin tau bu Toya.


"Seram bu, seramnya nauzubillah, saya tadi malam sampai tidur dalam ketakutan setelah habis di ganggu sama Sekar, saya juga bingung kenapa dia ganggu saya, padahal saya gak ganggu dia" jawab bu Naima.


"Apa jangan-jangan Sekar dendam ya sama kita, kita kan yang ikut hakimi dia waktu itu" pikir bu Nining.


"Gak mungkin, gak mungkin Sekar gentayangan dan dendam sama kita, palingan hantu yang datangin kalian tadi malam itu bukan hantunya Sekar!" bantah bu Salamah, orang yang sangat benci sama Sekar, dia yakin Sekar tidak akan gentayangan dan gangguin dia maupun warga-warga lainnya.


"Enggak, saya gak percaya, saya tidak akan percaya kalau saya tidak lihat langsung Sekar jadi hantu!" bu Salamah masih yakin dengan pendiriannya.


"Kalau ibu ingin lihat dengan mata kepala ibu sendiri bagaimana seramnya hantu Sekar, ibu keluarlah nanti malam-malam, pasti ibu ketemu sama dia, yang saya lihat tadi malam itu dia lagi keliling kampung sambil ketawa-ketawa seram, saya kalau teringat sama dia gak akan mau makan seharian" bergidik bu Naima yang trauma dengan hantu Sekar.


"Selain kamu bu Nilem juga di ganggu sama Sekar sehabis pulang dari rumah bu Salamah, dia katanya lihat dengan jelas bagaimana wajah seram Sekar" tutur bu Nining.


"Gimana ini pak bu, saya kok jadi ngeri ya sama Sekar, kita gak bisa biarkan Sekar gitu aja, kalau dia di biarkan terus menerus, kita pasti akan hidup dalam ketakutan" mulai resah bu Naima kalau sampai teror ini terus berlanjut.


"Udah kamu gak usah takut, nanti malam saya yang akan temui Sekar, saya akan usir dia dari kampung ini, dia gak bakal balik lagi, dia kan selama ini takut sama saya, mana berani dia sama saya lagi!" percaya diri bu Salamah, dia masih belum melihat siapa lawannya saat ini.


Sekar yang berada di atas mereka tersenyum sinis."Oh ya, aku akan buat kau juga menderita wahai ibu Salamah yang terhormat, kau kira aku akan tinggal diam, tentu saja tidak, aku tidak akan tinggal diam lagi, aku akan bikin kau ketakutan hebat nanti malam, tunggu saja apa yang akan aku lakukan"

__ADS_1


Sekar menghilang dari sana, ia tidak mau berlama-lama berada di sana, ia lebih suka berada di dekat suaminya.


"Bu Salamah tolong usir Sekar, saya sudah gak mau ketemu sama dia lagi, sumpah cukup tadi malam saja saya di ganggu dan di teror sama Sekar, malam-malam berikutnya saya gak mau ketemu sama dia lagi" titah bu Naima yang punya harapan besar kalau bu Salamah bisa mengusir hantu Sekar dari desa ini.


"Baik bu, saya yang akan usir si Sekar dari sini, kalian tidak perlu takut, saya yang akan tanggung semuanya" dengan lantangnya bu Salamah berkata, dia punya keyakinan kalau dia bisa mengusir Sekar dari desa ini padahal dia masih belum melihat seperti apa Sekar saat ini.


Warga-warga tampak sedikit tenang karena mereka percaya kalau bu Salamah bisa membereskan masalah ini, mereka yakin bu Salamah bisa mengusir Sekar dari desa ini.


"Ibu-ibu ato kita ke rumah bu Nilem, kita harus lihat keadaannya, saya dengar-dengar keadaannya parah" ajak bu Toya.


Mereka semua setuju, mereka berangkat ke rumah bu Nilem yang lumayan jauh dari sana, mereka ingin tau bagaimana keadaan nu Nilem setelah habis di ganggu sama Sekar.


Sepanjang perjalanan ke sana warga-warga terus bergosib tentang hantu Sekar yang lagi tranding topik di desa ini.


Warga-warga berhenti tepat di depan rumah bu Nilem yang sederhana, di sana sudah ada banyak orang yang melihat keadaan bu Nilem.


"Mela" panggil bu Toya pada anak bu Nilem yang lagi nyiram tanaman.


"Ada apa bu, kenapa pada datang ke sini semua" terkejut Mela dengan kedatangan mereka semua.


"Ibu kamu ada?"


"Ada, ibu ada di dalam, kalau ibu-ibu mau ketemu sama ibu silahkan masuk ke dalam"


Mereka semua langsung masuk ke dalam rumah bu Nilem, mereka ingin tau separah apa keadaan bu Nilem.

__ADS_1


__ADS_2