Kuntilanak

Kuntilanak
Berbuat kasar


__ADS_3

"Lalu kenapa kamu nangis, tidak mungkinkan air mata itu jatuh tanpa sebab?"


"Saya menangis karena merindukan bapak saya, saya sebenernya ingin orang yang menjadi wali nikah saya itu adalah bapak saya juragan, tapi itu tidak mungkin, bapa suara sudah berpulang jauh sebelum saya nikah" Sekar terus terang, dia tidak mau berbohong karena itu semua tidak baik.


Juragan Doni melepaskan tangannya yang memegang dagu Sekar dengan kuat, dia tadi berpikir Sekar menangis karena menyesal menikah dengannya.


"Hentikan tangisan mu, jangan sedih di hari pernikahan kita"


Sekar langsung berhenti menangis, dia menyeka air mata yang mengalir di wajahnya, dia tidak mau membuat juragan Doni semakin marah padanya.


Juragan Doni memeluk tubuh Sekar dengan erat, Sekar tidak memberontak karena bagaimanapun juragan Doni adalah suaminya, dia harus menjadi istri yang baik meskipun dia terpaksa menikah dengannya.


Juragan Doni meminta Sekar melakukan kewajibannya, Sekar tidak bisa menolak, dia terpaksa menyetujuinya meskipun dia sangat tertekan.


Di luar pak Anton duduk di belakang rumah dengan pikiran yang kacau, pandangan pak Anton lurus ke depan, malam ini dia benar-benar kacau.


"Sekar, maafkan saya, saya tidak bisa menyelamatkan kamu, saya tidak bisa menghentikan mimpi buruk itu, saya tidak bisa, tolong maafkan saya" pak Anton mengatakan hal itu dengan tidak sadar.


Dia mengonsumsi minuman haram demi menenangkan pikirannya yang tengah berkecamuk.


"Sekar aku janji aku akan lepaskan kamu dari juragan Doni, kamu harus bersabar sedikit lagi, aku akan bebaskan kamu, kita akan hidup bersama setelah ini, tidak akan aku biarkan juragan kejam itu membuat mu tertekan lagi, sungguh aku tidak akan biarkan hal itu terjadi"


Dengan mengatakan hal itu pak Anton terus menerus menegak habis minuman haram itu, dia tidak peduli lagi dengan keadaannya yang semakin kacau.


Pikiran-pikiran buruk tentang Sekar terus berputar-putar di benak pak Anton, sesekali air mata mengalir karena tak terima Sekar menjadi milik orang lain.


Pak Anton tidak rela Sekar jatuh ke dalam pelukan orang yang tidak tepat, jika semisal Sekar di nikahi oleh laki-laki yang baik-baik, pak Anton pasti menerimanya dengan lapang dada.


Tempat itu sepi, pak Anton bebas mengatakan apa saja karena tidak ada yang akan mendengarnya, dia aman malam ini.


Para karyawan-karyawan yang ada di rumah juragan Doni tengah istirahat, tidak akan ada yang melihat pak Anton dalam keadaan yang sekacau itu karena kehilangan Sekar.


...•••...


Keesokan harinya, Sekar terbangun dalam keadaan tubuh yang polos dan hanya di tutupi selimut tebal.

__ADS_1


Sekar melirik ke sampingnya yang kosong, sudah tidak ada juragan Doni di sampingnya.


Sekar ketika teringat kejadian tadi malam langsung menangis histeris, ia sungguh tidak mau melakukan itu lagi bersama dengan orang yang paling dia benci.


"Ibu bapak dia jahat, Sekar benci padanya hiks hiks hiks"


Di tubuh Sekar terdapat lebam karena juragan Doni sesekali menyakiti Sekar karena Sekar yang tidak bisa menjadi apa yang juragan Doni inginkan.


tok


tok


tok


Suara ketukan pintu itu menghentikan tangisan Sekar, Sekar langsung menyeka air matanya, ia takut juragan Doni akan kembali memukulinya karena melihat dia yang kembali menangis, dia kini menjadi takut pada juragan Doni.


tok


tok


tok


Sekar dengan cepat memakai kembali bajunya, lalu mendekati pintu untuk membukanya.


Ketika pintu itu terbuka orang yang pertama kali Sekar lihat adalah pak Anton.


"Iya ada apa pak?"


"Ini makanlah, sudah waktunya kamu makan" pak Anton memberikan nampan yang berisikan makanan itu pada Sekar.


"Terima kasih pak sudah repot-repot nganterin makanan ke sini segala" Sekar berusaha tetap terlihat tidak ada yang terjadi apa-apa pada pak Anton dan semoga saja pak Anton tidak curiga sama sekali padanya.


"Sekar apa juragan Doni menyakiti mu?"


Seketika Sekar langsung diam, ia tidak ingin bilang semuanya pada pak Anton atas perlakukan juragan Doni yang sangat kasar terhadapnya, ia ingin merahasiakan hal itu.

__ADS_1


"Tidak pak, juragan Doni tidak memukuli saya"


"Saya tidak bilang kalau juragan Doni memukuli mu, saya hanya bertanya apakah juragan Doni menyakiti mu atau tidak!"


Sekar sontak langsung diam, dia salah menjawab dan membuat apa yang akan dia sembunyikan ketahuan dengan mudah.


Kepala Sekar langsung menunduk, dia tidak berani menatap laki-laki yang ada di depannya.


"Katakan sekali lagi apakah juragan Doni menyakiti mu?"


Sekar langsung menangis, dia rasanya tidak kuat hidup bersama dengan laki-laki yang tempramen dan kejam melebihi firaun itu.


Pak Anton meletakan makanan yang dia bawa di kursi yang ada di sana, pak Anton kemudian membawa Sekar ke dalam pelukannya, rasanya hatinya hancur saat tau kalau juragan Doni setega itu pada Sekar.


"Pak dia menyakiti saya, dia terus memukul saya, saya tidak betah tinggal bersamanya, dia jahat pak hiks hiks hiks" Sekar mengadukan semuanya pada pak Anton, hanya oak Anton orang yang saat ini Sekar percayai.


Pak Anton menangkup wakah Sekar yang terus menangis.


"Sabarlah, saya akan berusaha sebisa saya untuk lepasin kamu dari juragan Doni, saya akan berusaha semampu saya, saat ini saya tengah mencari uang itu, kamu hanya tinggal sabar sebentar saja, saya mohon tunggulah saya sebentar lagi, baru saya akan bisa bawa kamu keluar dari penjara ini"


"Bapak janji?" Sekar menatap pak Anton dengan linangan air mata yang terus berjatuhan bagaikan air hujan.


"Iya saya janji, saya akan bawa kamu keluar dari sini, kamu tidak usah khawatir, saya yang akan menjadi tameng kamu, jika juragan Doni kasar lagi sama kamu, bilang sama saya, saya yang akan lindungi kamu"


Sekar mengangguk, hatinya terasa sedikit tenang karena ada orang baik seperti pak Anton yang aku melindunginya dari iblis jahanam seperti juragan Doni.


"Kamu jangan nangis lagi, saya tidak suka lihat kamu nangis" pak Anton menghapus air mata Sekar.


Sekar mengangguk, ia tidak akan bersedih lagi agar pak Anton tidak ikut sedih juga.


"Ini makanlah, habiskan makanan ini, saya ada di luar, kalau kamu butuh apa-apa, beri tau saya saja, saya akan berusaha penuhi semua apa yang kamu butuhkan"


"Terima kasih pak, terima kasih banyak bapak sudah baik sama saya"


"Sama-sama, sekarang kamu makanlah, saya keluar dulu"

__ADS_1


Sekar mengangguk, Sekar makan di dalam kamar itu dengan tidak berselera, rasa seleranya hilang, makanan yang enak itu terasa pahit di lidah Sekar, mungkin itu terjadi karena hidupnya yang sudah di penuhi rasa sakit sehingga membuat Sekar tidak merasakan yang namanya manis sama sekali.


__ADS_2