Kuntilanak

Kuntilanak
Ketakutan


__ADS_3

Sepanjang berlari Sekar terus mendengar teriakan bu Jamilah dan warga-warga lainnya yang akan membunuhnya, Sekar semakin panik, ia berlari dengan susah payah.


"Pak Anton tolong Sekar" tangis Sekar yang ketakutan, dalam keadaan seperti ini tidak ada satupun orang yang mau membantunya, mereka semua malah akan membunuhnya.


Sekar terus menangis, dia terus berlari, panik, tegang dan takut terus menyelimuti tubuh Sekar.


Sepanjang perjalanan Sekar terus menangis sambil sesekali menyebut nama pak Anton yang tidak ada di sini bersamanya.


Warga-warga terus mengejar Sekar, mereka terkena hasutan bu Jamilah sehingga mau ikut mengejar Sekar.


Dengan penuh perjuangan akhirnya Sekar sampai di rumahnya, dia langsung masuk ke dalam rumahnya dan mengunci pintu, Sekar bergegas masuk ke dalam kamarnya, dia mengurung dirinya di sana, ia takut keluar rumah.


"Pak Anton tolong Sekar, Sekar takut, mereka akan bunuh Sekar hiks hiks hiks" tangis Sekar yang begitu takut mereka melakukan hal yang tidak-tidak padanya.


Mereka semua hanya tau sepatah dua patah tentang dirinya, mereka tidak tau cerita aslinya.


Sekar terus berdoa memohon perlindungan, dia sangat takut, dia terus menangis sambil memegangi perutnya yang terasa sakit.


"Aduh sakit, perut aku sakit, pak Anton tolong aku, anak kita akan lahir pak hiks hiks hiks"


Dalam masa sulit seperti ini tidak ada satupun yang bisa Sekar mintai tolong, ia hanya terus menyebut nama pak Anton dengan harapan pak Anton bisa segera datang dan menolongnya.


"Pak Anton, pak pulanglah, tolongin Sekar, Sekar mohon hiks hiks hiks" tangis Sekar yang ketakutan hebat, dia menangis kejer di dalam kamarnya.


Suara riuh terus terdengar, banyak warga-warga baik laki-laki maupun perempuan yang berbondong-bondong mendatangi rumah Sekar, mereka berniat akan membunuh Sekar seperti ucapan bu Jamilah.


Mereka yakin kalau Sekar pulang ke rumahnya, mereka di hasut oleh bu Jamilah yang lagi marah besar ketika Sekar ketahuan selingkuh dengan juragan Doni.


Bu Salamah membesar-besarkan masalah, dia yang benci pada Sekar ikut mengompor-ngompori sehingga membuat masalah ini semakin bertambah besar.


"Bunuh dia, bunuh dia, jangan biarkan dia hidup, dia hanya akan membuat nama baik desa kita tercemar!" teriak warga-warga yang riuh.


Sekar di dalam kamar menangis histeris, dia mencoba menghubungi pak Anton, namun tak kunjung pak Anton angkat.


"Pak Anton tolong angkat, plis tolongin saya, saya mohon pak hiks hiks hiks" titah Sekar yang menangis histeris.

__ADS_1


Tangan Sekar bergetar hebat, dia ketakutan, ancaman mereka membuatnya sangat takut.


"Bapak ibu tolongin Sekar, mereka akan bunuh Sekar, tolong Sekar bu pak, Sekar takut hiks hiks hiks"


Seorang gadis yang tengah hamil besar di fitnah dengan kejam dan di ancam akan di bunuh, dalam keadaan yang pahit itu tidak ada satupun orang yang bisa menolong Sekar.


tok


tok


tok


Dengan sangat keras mereka semua mengetuk pintu rumah Sekar, di dalam Sekar semakin ketakutan.


"Sekar keluar, jangan lari dari kesalahan, keluar kamuuu!" teriak bu Jamilah yang marah besar, dia tidak peduli lagi Sekar mau hidup atau tidak yang penting dia ingin memberikan efek jera padanya yang sudah dengan tega berselingkuh di belakangnya dan hampir punya anak.


Sekar di sana ketakutan, dia terus memohon semoga mereka pulang kembali ke rumahnya, dia masih ingin hidup dan melahirkan anak yang ia tunggu-tunggu bersama pak Anton selama ini.


"Sekar buka pintunya, jangan kamu sembunyi, walaupun kamu sembunyi di lubang semut sekalipun akan saya cari!" teriak bu Jamilah.


Bu Jamilah di luar geram karena Sekar tidak kunjung membuka pintunya, ia yang sedang di selimuti emosi yang membara, kini berubah menjadi nenek sihir yang berniat menghabisi Sekar.


"Hei kau dobrak pintu ini!" teriak bu Jamilah pada warga-warga yang ada di sana.


Mereka menuruti apa yang bu Jamilah katakan, mereka berusaha mendobrak pintu rumah Sekar.


Di dalam Sekar menjadi panik saat mendengar mereka yang lagi berusaha mendobrak pintu.


"Gawat mereka akan masuk ke sini, aku harus pergi dari sini, aku harus selamatkan anak ku, dia gak boleh mereka bunuh, dia harus hidup"


Sekar di dalam menjadi panik, suara dobrakan itu terus saja terdengar, Sekar tidak memiliki ide apapun untuk bisa melarikan diri.


Sekar melihat ke arah jendela."Aku harus keluar melewati jendela itu, bagaimana pun caranya aku harus bisa selamat, aku harus bisa hidup"


Sekar dengan cepat menarik kursi, dia dengan susah payah berusaha keluar dari jendela kamarnya.

__ADS_1


Krieet


Pintu kamar Sekar terbuka dengan lebar, Sekar menatap ke arah mereka semua yang masuk ke dalam kamarnya


"Jangan pergi kamu!" teriak bu Jamilah dengan keras.


Sekar dengan cepat langsung melompat ke bawah, dia berlari dengan tertatih-tatih, dia akan berusaha sekeras apapun untuk menyelamatkan anak yang ada di dalam kandungannya.


Bu Jamilah berdecak kesal karena melihat Sekar yang berhasil lari, dia dengan terburu-buru keluar dari rumah Sekar dan berlari mengejar Sekar yang melarikan diri.


Sekar tanpa kenal lelah berlari, meskipun tak kencang namun dia masih tidak berhenti berlari, dia akan menyelamatkan anak yang ada di dalam kandungannya, bagaimanapun caranya Sekar akan berusaha menyelamatkan buah hatinya dari kekejaman mereka.


Air mata berjatuhan di pipi Sekar, di teriaki dan di kejar-kejar oleh orang banyak membuatnya ketakutan hebat.


"Aku harus bisa selamat, aku harus bisa menyelamatkan anak ku, aku tidak boleh biarkan mereka membunuh anak ku" batin Sekar berlari dengan ketakutan.


"Sekar berhenti!" teriak seseorang di belakang Sekar.


Sekar menoleh ke belakangnya, ia menjadi panik ketika di belakangnya ternyata bu Jamilah dan warga-warga lainnya yang lagi mengejarnya.


"Gawat mereka ngejar aku, aku harus bisa lari dari mereka, aku harus bisa selamatkan anak aku" panik Sekar.


Dengan gigih Sekar berlari, sakit di perutnya semakin terasa namun dia tak berhenti berlari walaupun sejenak.


"Kejar dia, jangan biarkan dia lolos, dia harus mati!" teriak bu Jamilah yang dendam pada Sekar, ia tidak akan membiarkan Sekar lolos begitu saja.


"Sekar berhenti!"


"Jangan lari kamu!"


"Sekar tolong berhentilah"


Teriak mereka semua, mereka mengejar Sekar yang semakin lama semakin menjauh.


"Aku harus bisa selamat, aku tidak boleh sampai di tangkap sama mereka, ayo Sekar pergilah dari sini, selamatkan putri mu, kamu harus bisa menyelamatkan dia" yakin Sekar dengan terus berusaha menjauh dari mereka yang lagi mengejarnya.

__ADS_1


"Sekar berhenti, jangan lari kamu, kamu harus mati!" teriak bu Jamilah, Sekar begidik ngeri dengan ancaman itu, Sekar terus berlari tanpa henti.


__ADS_2