Kuntilanak

Kuntilanak
Terguncang hebat


__ADS_3

Di rumah bu Toya


Bu Toya mengintip dari jendela, wajahnya tampak risau berlebihan, ia tak tenang berada di dalam rumah, pikiran-pikiran buruk berdatangan tanpa henti, ia khawatir tanpa sebab.


"Mana ya bapak kok gak pulang-pulang, padahal ini sudah malam, dia katanya sebelum magrib akan tiba di sini, tapi kenapa sampai sekarang gak nyampe-nyampe!"


"Dia pergi kemana coba, kenapa sampai jam segini belum pulang juga, apa dia nyasar, tapi nyasar di mana, dia gak ke hutan, gak mungkin dia nyasar!" yakin bu Toya.


Bu Toya mondar-mandir ke sana kemari memikirkan suaminya yang masih belum pulang padahal jam sudah mulai larut.


"Aduh bapak ini pergi ke mana sebenarnya, gak biasanya dia belum pulang, padahal ini sudah mulai larut malam!" gelisah bu Toya yang tak bisa diam, ia tidak akan diam sebelum melihat dengan jelas suaminya, ia ingin memastikan langsung bahwa suaminya baik-baik saja.


"Tadi sore bilangnya sebentar, kenapa jam segini masih belum pulang" resah bu Toya memikirkan suaminya yang tak kunjung pulang.


Bu Toya tak tenang berada di dalam rumah, ia takut untuk keluar rumah, ia tidak berani keluar rumah untuk mencari suaminya yang masih belum pulang jam segini, ia memilih tetap berada di dalam rumah menunggu kedatangan suaminya yang tak kunjung pulang.


Bu Toya yang tidak tenang berulang kali meriksa jendela, ia tidak sabar menunggu kepulangan suaminya.


"Ayo pak pulanglah, jangan bikin ibu cemas" resah bu Toya mondar-mandir ke sana kemari memikirkan keadaan suaminya.


"Ibu, ibu ngapain di sana, siapa yang ibu tunggu" Salsa gadis berusia 6 tahun mendekati ibunya yang berada di dekat jendela.


"Ibu lagi nungguin bapak kamu, dia masih belum pulang-pulang juga, ibu khawatir ada apa-apa sama bapak kamu" jelas bu Toya yang tak bisa menyembunyikan kekhawatiran itu meskipun pada anaknya sendiri.


"Bapak pergi kemana emangnya bu, kenapa dari tadi gak pulang-pulang?" penasaran Salsa, saat bapaknya pergi dia lagi main dan tidak tau sama sekali kenapa bapaknya pergi.


"Bapak mu tadi pamit mau ke rumah temannya yang ada di desa Teratai, dia bilang cuman pergi sebentar, tapi sampai jam segini dia masih belum pulang juga, ibu risau sekali sama bapak kamu" kecemasan terus terpancar di wajah bu Toya, ia khawatir terjadi apa-apa sama suaminya.

__ADS_1


Kriiiing


Kriiiing


Kriiiing


Tiba-tiba suara telpon rumah berdering dengan sangat keras, bu Toya dengan cepat berlari mendekatinya.


"Halo siapa ini?" bu Toya amat penasaran pada siapa yang tengah menghubunginya.


"Apa ini benar dengan bu Toya istrinya pak Harun?" si penghubung ingin mendengar langsung jawaban bu Toya.


"Iya benar, ini saya, kamu siapa, kenapa kamu bawa-bawa nama suami saya, kamu siapanya?" semakin penasaran bu Toya, perasaannya mendadak tidak enak, suara dering telpon itu membuat jantungnya dag dig dug.


"Kami dari pihak rumah sakit, suami ibu atas nama pak Harun kecelakaan di jalan Cilandak, kondisi suami ibu parah, kami mohon ibu datang ke rumah sakit Medika, kami ingin meminta persetujuan ibu untuk melakukan tindakan operasi" seorang perawat wanita mengabarkan kondisi pak Harun dengan jelas tanpa di buat-buat.


Bu Toya mendadak menjadi linglung, ucapan perawat itu membuatnya gemetar hebat, sedari tadi ia merasa risau yang berlebihan dan sekarang ia tau alasan kenapa perasaannya tidak enak sejak tadi.


"Benar bu, suami ibu kecelakaan di jalan Cilandak, sekarang korban berada di rumah sakit"


Setetes air mata mengalir dengan deras di pipi bu Toya, berita pahit itu sampai di telinganya, sungguh berita itu berhasil mengguncang dunianya, bu Toya menjadi rapuh dengan berita itu.


"Suster bagaimana keadaan suami saya, dia baik-baik saja kan sus, gak ada apa-apa yang terjadi padanya bukan?" dengan air mata yang membanjiri wajahnya bu Toya bertanya pada suster yang berada di seberang telpon.


"Suami ibu kritis, pembuluh darahnya pecah, kami ingin meminta persetujuan ibu untuk melakukan tindakan operasi, pasien harus segera di operasi jika tidak, pasien tidak akan bisa di selamatkan" jelas suster itu yang semakin membuat bu Toya hancur tak tersisa.


"Suster lakukan yang terbaik saja, yang penting suami saya sembuh, saya mohon tolong selamatkan dia suster"

__ADS_1


"Baik bu, kami akan berusaha untuk menyelamatkan pasien, tapi saya mohon ibu datanglah ke rumah sakit Medika segera!"


"Baik suster saya akan ke sana, suster tunggulah saya di sana, saya mohon sus tolong selamatkan suami saya" bu Toya khawatir suaminya tak tertolong melihat kondisi sang suami terbilang sangat parah.


"Baik bu, kami akan melakukan yang terbaik, ibu segeralah datang kemari, pihak rumah sakit menunggu kedatangan bu" mohon suster itu sebab kondisi pak Harun begitu mengkhawatirkan.


Bu Toya mengangguk, ia memutuskan sambungan, pandangan bu Toya beralih menatap Salsa, tiba-tiba deraian air mata berjatuhan dengan deras.


"Ibu bapak kenapa, ada apa sama bapak, kenapa ibu nangis?" Salsa amat penasaran prihal apa yang terjadi sehingga ibunya menangis seperti itu.


"Salsa bapak kamu kecelakaan" jelas bu Toya dengan menahan sesak di dada.


Salsa langsung menangis kejer, bu Toya langsung memeluk erat anaknya yang pastinya terkejut mendengar berita ini.


"Ibu Salsa mau ketemu sama bapak, Salsa ingin lihat bapak, ayo kita ke bapak bu hiks hiks hiks" titah Salsa yang tidak mau tau, ingin ia segera berjumpa langsung dengan ayahnya.


"Iya ayo kita ke sana, kita bantu ibu siap-siap dulu, kita harus segera ke sana secepatnya" bu Toya menyeka air mata, ia tidak boleh terlihat sedih di depan anaknya.


Salsa mengangguk, ia dan bu Toya masuk ke dalam kamar, bu Toya mengambil hp, dompet dan lain-lain lalu memasukkannya ke dalam tas.


"Pak kamu kenapa bisa kecelakaan, apa yang sudah terjadi pada mu, sudah ku bilang jangan pergi kemana-mana, kenapa tetap saja pergi" batin bu Toya yang kacau, berita mengejutkan ini sungguh membuat dunianya berhenti berdetak.


"Ibu bapak kenapa bisa kecelakaan, bapak baik-baik aja kan?" khawatir Salsa yang menangis kejer.


"Ibu gak tau juga salsa, kita harus ke sana secepatnya"


Salsa diam, ia hanya menangis tanpa henti.

__ADS_1


"Ayo Salsa kita berangkat, kita harus lihat keadaan bapak kamu" bu Toya ingin melihat langsung dengan jelas keadaan suaminya yang di kabarkan parah.


Salsa mengangguk sambil air mata mengalir, kaki mereka melangkah untuk keluar dari rumah, mereka akan berangkat menuju rumah sakit.


__ADS_2