Kuntilanak

Kuntilanak
Bersimbah darah


__ADS_3

"Tapi juragan Sekar memang benar-benar hamil anak juragan, dia tidak main api di belakang juragan" pak Anton berusaha membela Sekar, dia ingin juragan Doni mengakui keberadaan anaknya.


"Saya tidak percaya, kamu jangan bela dia lagi!" bantah juragan Doni yang hatinya begitu keras sehingga tak bisa menerima hal itu.


Pak Anton pun langsung diam, percuma dia berdebat sama juragan Doni karena itu semua tidak akan berguna.


"Kamu sekarang suruh karyawan buat kasih pupuk di setiap tanaman, saya mau semua tanaman-tanaman di sini subur!" perintah juragan Doni agar bisa mengalihkan pembicaraan, dia malas mendengar nama Sekar terus menerus.


"Baik juragan"


Pak Anton yang merupakan bawahan tidak bisa berbuat banyak, dia juga heran mengapa juragan Doni tidak percaya sama sekali dengan ucapannya.


"Kenapa juragan Doni tidak suka Sekar hamil dan dia malah menuduh Sekar yang bukan-bukan, ada apa dengan dirinya, apa dia memang tipikal orang yang tidak suka sama anak kecil?" pikir pak Anton.


"Ku rasa iya, ini bencana bagi Sekar, dia akan hidup menderita kalau juragan Doni memperlakukannya seperti ini"


"Tapi apa yang harus aku lakukan, meyakinkan juragan Doni kalau itu beneran anaknya, ataukah membiarkannya saja agar Sekar dan juragan Doni pisah"


Pak Anton di landa kebingungan, dia tidak tau harus melakukan apa, di sisi lain dia mau Sekar dan juragan Doni pisah, namun di sisi lain kasihan Sekar jika anak yang dia kandung tidak di akui oleh ayahnya.


"Aku biarkan saja hubungan mereka mulai retak, masalah anak yang ada di dalam kandungan Sekar, aku yang akan jaga, juragan Doni sudah menolak anak itu mentah-mentah, aku yang akan gantikan perannya, Sekar juga gak akan hidup tertekan lagi"


"Nanti aku akan temui Sekar, dia pasti sedih setelah tau kalau juragan Doni tidak mau menerima kebenaran anaknya, aku harus semangatin dia, kasihan dia"


Pak Anton kembali bekerja, dia mengurus pekebunan ini dengan baik, dia melakukan apa yang juragan Doni perintahkan.


Setelah waktunya pulang pak Anton langsung segera pulang ke rumah juragan Doni, sementara juragan Doni berada di kantor, dia bilang akan menginap di sana seperti pada biasanya.


Hari sudah mulai sore, pak Anton dengan terburu-buru pulang ke rumah juragan Doni, perasaannya tidak enak, dia takut ada sesuatu yang terjadi pada Sekar.


Setelah sampai di rumah itu pak Anton langsung mendekati kamar Sekar, dia ingin memastikan kalau Sekar baik-baik saja.

__ADS_1


"Sekar" pak Anton mengetuk pintu kamar itu agar Sekar keluar dari dalam.


"Sekar ini saya, kamu keluarlah" titah pak Anton dengan mengetuk pintu.


"Kok gak ada yang jawab ya" mulai curiga pak Anton, perasaannya semakin lama semakin bertambah tidak enak.


"Apa mungkin Sekar lagi tidur ya, tapi masa iya dia tidur di jam segini, gak pernah dia tidur jam segini, ini pasti ada yang gak beres, aku harus periksa kamar ini"


Pak Anton yang sedari tadi gelisah memikirkan Sekar membuka kamar itu, pak Anton bertambah terkejut saat melihat isi kamar itu.


"Kosong, kenapa kamar ini kosong, di mana Sekar, pergi kemana dia, apa dia pulang ke rumahnya, tapi tidak mungkin, keadaannya masih lemas, dia tidak mungkin pulang ke rumahnya dalam keadaannya yang lemas"


"Aku harus tanya sama art"


Dengan terburu-buru pak Anton mendekati art yang ada di dapur, dia ingin tau di mana Sekar sebenarnya.


"Bi di mana Sekar, kenapa tidak ada di dalam kamarnya?"


"Bi kenapa diam, jawab pertanyaan saya, di mana Sekar, apa dia kembali ke rumahnya?"


"T-tidak pak Anton, Sekar tidak kembali ke rumahnya, tapi dia ada di gudang"


"GUDANG? kenapa Sekar ada di sana!" kaget pak Anton tercekat.


"J-juragan Doni yang sudah kurung Sekar di sana, dia bilang sama saya untuk pastikan kalau Sekar jangan sampai lari dari sana, dia juga nyuruh saya untuk jangan ngasih Sekar makan" art itu terpaksa jujur, karena dia tidak tega sekali mati di dalam gudang itu.


Pak Anton langsung mengepal kuat tangannya, juragan Doni benar-benar telah gila mengurung Sekar yang lagi hamil di dalam gudang.


"Benar-benar keterlaluan, ini gak bisa di biarin, aku harus tolong Sekar"


Pak Anton dengan cepat berjalan mendekati gudang yang ada di rumah ini.

__ADS_1


"Eh pak Anton" teriak art yang ingin berusaha menghentikan pak Anton, namun tak jadi karena dia juga kasihan dengan Sekar.


Pak Anton sudah sampai di gudang, dia berusaha membuka pintu itu, namun tidak bisa, pintu gudang terkunci.


"Di kunci, pasti juragan Doni bawa kuncinya, aku harus cari cara agar bisa masuk ke dalam dan selamatin Sekar"


Dengan cepat pak Anton berjalan ke belakang rumah, pak Anton melihat ke arah bangunan gudang yang memang ada di paling pojok, pak Anton masuk ke dalam dengan melewati jendela.


"Sekar!" bertapa terkejutnya pak Anton saat melihat Sekar yang terkulai lemas dengan tubuh yang penuh dengan darah.


Pak Anton langsung mendekati Sekar yang memejamkan mata, dia tidak punya tenaga sama sekali karena tidak makan seharian.


"Sekar, kamu bangun, buka mata kamu" pak Anton berusah membangunkan Sekar, namun tubuh Sekar lemas, dia memang mendengar ucapan pak Anton namun dia sulit untuk menjawab.


"Sekar buka mata mu, jangan buat saya takut, tolong bangunlah" panik pak Anton saat tidak ada pergerakan sama sekali dari diri Sekar.


Tidak ada tanggapan sama sekali, Sekar tidak menjawab, pak Anton semakin risau, dia takut Sekar kenapa-napa.


"Apa ini?" pak Anton melihat tangannya yang basah setelah menyentuh punggung Sekar.


"Ini darah, aku harus bawa Sekar ke rumah sakit, dia harus segera di tolong"


Pak Anton menggendong Sekar ala bridal style, dia membawa Sekar keluar dari ruangan itu meskipun hal itu melanggar perintah juragan Doni, dia tidak peduli sama sekali yang penting Sekar baik-baik saja.


Sekar meneteskan air mata saat pak Anton membawanya keluar dari dalam gudang.


"Pak Anton jangan selamatkan saya, saya tidak ingin melihat dunia lagi" batin Sekar yang telah putus asa, dia berpikir kalau kehidupannya hanya akan di penuhi kekerasan, kekejaman dan juga air mata, dia rasanya tak kuat hidup menderita seperti itu.


"Sekar bertahanlah, aku akan selamatkan kamu"


Pak Anton yang panik memasukan Sekar ke dalam mobil juragan Doni yang berwarna putih, pak Anton semakin khawatir saat tangan Sekar berubah menjadi dingin, dia takut ada apa-apa dengan Sekar, dia tidak bisa membayangkan kejadian buruk yang akan menimpa Sekar.

__ADS_1


__ADS_2