Kuntilanak

Kuntilanak
Begitu kehilangan dia


__ADS_3

Sekar melihat ke sekeliling, sudah tidak ada mangsa yang bisa dia takut-takutin lagi, semua orang berada di rumah masing-masing, Sekar malas menemui mereka di dalam rumah.


"Aku kemana ya, aku udah bosen ada di sini, aku pulang aja ke desa pak Anton, aku ingin lihat dia, dia pasti lagi tidur"


Sekar menghilang dari sana dan dengan cepat muncul di dekat pak Anton yang lagi sedih, semenjak kepergian Sekar wajah pak terus masam, terlihat dia yang sangat kehilangan istri kecilnya.


Sekar terkejut ketika suaminya ada di kuburan tempat di mana dia di makamkan, terlihat pak Anton yang mengusap batu nisan Sekar dengan wajah yang sedih.


Sekar ikutan sedih ketika melihat suaminya bersedih, andai waktu bisa di putar kembali mungkin dia akan menghindari ini semua.


"Sayang kamu istirahat yang tenang di alam sana, kamu jangan khawatir aku akan balas dendam, aku tidak akan biarkan orang yang sudah bunuh kamu hidup tenang, maafkan aku ya, aku gak bisa nolongin kamu waktu kamu butuh bantuan aku, andai waktu itu aku bawa kamu ke sana juga, kejadian buruk itu tidak akan pernah kamu alami" dengan linangan air mata pak Anton mengusap batu nisan itu.


Pak Anton masih merasa bersalah sedalam lautan, padahal ini bukan 100% kesalahannya, dia tidak tau menahu tentang ini semua, tapi dia satu-satunya orang yang merasa bersalah di dalam hal ini.


"Sayang aku kangen banget sama kamu, kenapa mesti kamu yang harus pergi, lebih baik aku saja yang pergi, biarkan semua luka yang kamu rasakan di serahkan pada aku, aku rela asalkan kamu bahagia" pak Anton merasa bersalah, ia berpikir kematian Sekar adalah karena kesalahannya.


Sekar menangis kejer, ia begitu merindukan suaminya, ia ingin suaminya bisa melihatnya seperti dulu lagi, namun itu mustahil terjadi.


"Mas hiks hiks hiks" tangis Sekar yang histeris namun pak Anton tak bisa mendengarnya.


Pak Anton terus di selimuti kesedihan, ia begitu kehilangan sosok Sekar yang selama ini berada di dekatnya, biasanya Sekar selalu membuat hari-hari pak Anton di hiasi oleh senyuman, namun kini setelah Sekar pergi hari-hari pak Anton terlewati dengan suram.

__ADS_1


"Sekar seandainya kamu masih hidup, mungkin Alica sekarang sudah lahir, kita tidak akan kesepian lagi kalau ada dia, tapi kenapa kamu malah lebih dulu pergi bawa Alica, aku sudah mempersiapkan segalanya untuk menyambut kelahiran Alica, kita sudah berencana akan bahagiakan putri kita, tapi mengapa kamu malah bawa dia pergi"


Sekar menangis histeris, ia tidak tahan melihat suaminya yang terus menerus bersedih, Sekar memeluk erat tubuh suaminya, namun sayangnya pak Anton tidak menyadarinya.


"Sekar kamu baik-baik di alam sana, aku di sini akan balas semuanya, tidak akan aku biarkan orang yang sudah bunuh kamu hidup tenang begitu saja, aku akan balas mereka-mereka yang sudah bunuh kamu, akan aku buat mereka hidup menderita, aku tidak akan tinggal diam lagi, mereka sudah sangat keterlaluan, mereka harus merasakan pahitnya kehidupan" dendam pak Anton yang masih berkobar jelas.


"Mas kamu gak usah balas mereka, aku pasti akan balas mereka, aku juga gak akan tinggal diam, meskipun kamu gak balas dendam sama mereka, aku bisa balas dendam luka ku sendiri, yang aku mau cuman satu, aku ingin kamu bisa lihat aku lagi, sungguh aku gak mau pisah dari kamu, aku tertekan hidup seperti ini hiks hiks hiks"


Sekar menginginkan dirinya yang dulu, namun sekarang keinginannya sudah tidak akan mungkin bisa terjadi.


Sekar terus menangis di sana, ia menyesali semuanya, jika dia tidak keluar rumah hari itu mungkin sampai detik ini dia pasti masih hidup.


Berat rasanya bagi pak Anton mengalami musibah ini, sungguh ia sangat sulit untuk bisa menyesuaikan dirinya dengan lingkungan barunya.


Dulu dia memang lebih banyak sendiri, tapi untuk kembali seperti dirinya yang dulu sangatlah sulit.


"Apa yang sudah terjadi sama kamu Sekar, kenapa kamu bisa di perlakuan seperti itu sama mereka semua"


"Andai waktu itu aku ada di sana, pasti aku akan nolongin kamu, tidak akan biarkan mereka menyentuh kamu walaupun seujung kuku" pak Anton mengusap batu nisan Sekar terus menerus.


"Mas maafkan aku, aku begini karena kesalahan ku juga, aku minta maaf sama kamu, tapi aku janji, aku akan jaga kamu, aku akan balas kebaikan kamu selama ini dengan cara menjaga mu, tidak akan aku biarkan kamu terluka, aku janji itu"

__ADS_1


Sekar masih diam di sana, sementara pak Anton terus menangisi istrinya yang sudah tidak bisa dia peluk lagi.


Sekar terus menemani pak Anton sampai pak Anton terlelap dalam tidurnya, Sekar mengelus rambut pak Anton dengan lembut.


Dalam keadaan dirinya yang di selimuti kesedihan untuk pertama kalinya Sekar menyunggingkan senyuman saat melihat wajah pak Anton yang terlelap dalam tidurnya, wajah pak Anton sedikit membuat hati Sekar tenang.


"Mas aku beruntung bisa dapatin kamu, walaupun kisah kita singkat, aku sangat bahagia, hidup bersama kamu sudah sangat bahagia bagi ku, memang mungkin takdir hanya menyatukan kita sebentar, tapi aku sangat bahagia hidup sama kamu" dengan sedih Sekar menatap wajah suaminya yang tenang bagaikan lautan.


"Kenapa takdir malah misahin kita, apa aku terlalu jahat sehingga gak pantas buat kamu yang baik?"


Sekar hanya terus menangis, penyesalan begitu besar, ia menyesali semuanya namun semuanya sudah terjadi dan tidak bisa di putar kembali.


"Mas terima kasih sudah banyak bantu aku, kamu selama ini berjuang buat aku, kamu selalu jaga aku, kamu selalu bantu aku di keadaan ku yang sulit, di dunia ini hanya kamu seorang pria yang aku temui dan tulus membantu ku, kebayangkan orang-orang merendahkan ku karena aku terlahir dari keluarga yang kurang mampu, tapi tidak dengan mu, kamu malah berusaha untuk buat aku bahagia, terima kasih sudah melakukan itu semua, aku bahagia, sangat bahagia hidup bersama kamu, tapi maaf aku gak bisa lagi buat kamu tersenyum"


Setetes air mata mengalir di pipi Sekar, ia tak kuasa kala teringat bahwa dirinya sudah bukan manusia lagi.


"Takdir misahin kita dengan cara ini, meskipun kita sudah tidak bisa berkomunikasi lagi, aku masih tetap mencintai kamu, aku doakan semoga kamu bisa hidup dengan baik setelah ini"


Sekar terus menangis di sana, ia menemani pak Anton yang terlelap dalam tidurnya.


Pak Anton menjaga kuburan Sekar, sepanjang hari dia habiskan untuk menemani istrinya yang sudah tiada.

__ADS_1


__ADS_2