Kuntilanak

Kuntilanak
Terkejut saat semuanya berubah


__ADS_3

Tiba-tiba sesuatu menarik perhatian pak Anton.


"Juragan Doni, itu juragan Doni" kaget pak Anton yang melihat juragan Doni tidur terlentang di dekat makam orang yang sudah mati.


"Mana mas Doni?" penasaran bu Jamilah.


"Itu bu, itu kayak juragan Doni" tunjuk pak Anton pada orang yang sangat mirip dengan juragan Doni yang terletak tak jauh dari posisi mereka.


Bu Jamilah juga tak kalah terkejut kala melihat sang suami yang tidur terlentang di sana sendirian dalam keadaan mata yang masih terpejam kuat.


Mereka berdua berlari menghampiri juragan Doni yang tidur terlentang di tanah.


"Mas, mas Doni bangun" bu Jamilah berusaha membangunkan suaminya yang malah tidur di kuburan.


Juragan Doni langsung terperanjat, ia dengan terkejut terjaga dari tidurnya.


"Di mana ini, kenapa aku bisa ada di sini" gelagapan juragan Doni menatap linglung sekitarnya.


"Mas kamu ngapain tidur di kuburan, di rumah kan bisa, kenapa harus di sini" heran bu Jamilah.


"Tidur? di kuburan?" juragan Doni masih belum sadar apa yang sudah terjadi, ia masih linglung dengan apa yang telah terjadi padanya.


"Oh iya tadi malam itu Sekar ganggu aku ma, dia datangin aku, dia ngejar aku sampai aku jatuh dan gak sadarkan diri, tapi pas bangun tiba-tiba semuanya berubah" juragan Doni teringat dengan kejadian yang tadi malam menimpanya.

__ADS_1


"Kamu di ganggu juga sama Sekar mas?" kaget bu Jamilah, ia pikir hanya dirinya saja yang di ganggu sama Sekar.


"Iya ma, tadi malam itu Sekar ganggu aku, awalnya aku ada di kantor, tiba-tiba kamu nelpon dan minta aku pulang, terpaksa deh aku keluar dari dalam kantor, seandainya aku gak keluar aku gak akan di ganggu sama Sekar, kamu sih pake minta aku pulang segala" juragan Doni menyalahkan istrinya atas insiden ini.


"Nelpon kamu, kapan aku nelpon kamu" sedikit kaget bu Jamilah dengan tudingan tersebut.


"Tadi malam kamu nelpon aku, kamu minta aku buat pulang mendadak, pake ngancem segala, terpaksa aku turutin eh pas di jalan aku malah di ganggu sama Sekar" jawab juragan Doni.


"Aku gak nelpon kamu, tadi malam aku langsung tidur dan terjaga di tengah malam, nah setelah itu baru deh gangguan datang menghampiri ku dan buat aku berada di sini, masalah orang yang nelpon kamu itu bukan aku, aku sama sekali gak nelpon kamu" bantah keras bu Jamilah, ia memang tidak menelpon juragan Doni, ia tidak mau juragan Doni melempar semua kesalahan padanya.


"Terus kalau bukan kamu siapa lagi yang nelpon aku?" penasaran juragan Doni dengan siapa yang berada di balik misteri ini.


"Pasti itu Sekar, dia yang pastinya berusaha buat kamu keluar dari dalam kantor agar bisa dia ganggu, dia memang kayak gitu, aku udah banyak dengar berita-berita tentang ulah Sekar yang ganggu warga sekitar, ada yang di buat pingsan, ada pula yang di celakain, pokoknya bermacam-macam deh, dia itu memang kejam, sudah sepatutnya dia mati" jengkel bu Jamilah.


"Jadi kedua pasangan suami istri yang sama-sama kejam ini telah di ganggu habis-habisan oleh Sekar, hahaha kasihan sekali mereka, mereka hidup ketakutan selama ini, syukurin itu, dulu Sekar yang sudah mereka buat menderita kini giliran kalian" batin pak Anton tertawa puas dengan apa yang barusan ia dengar.


"Ayo kita pulang, lama-lama berada di sini gak aman, kita jangan lama-lama berada di sini, kita harus pergi dari sini secepatnya sebelum ada hal yang gak di inginkan terjadi" ajak juragan Doni.


Mereka semua setuju, mereka melangkah meninggalkan kuburan yang semakin lama semakin tambah mencekam meskipun masih pagi.


"Mas kamu cobalah usir Sekar dari sini, aku mohon buatlah dia pergi, jangan biarkan dia terus menerus berada di sini, aku gak akan bisa tenang kalau kayak gini terus" titah bu Jamilah.


"Aku gak tau ma caranya, aku ini manusia biasa yang gak punya ilmu buat ngusir-ngusir begituan, lagi pula aku gak mau cari gara-gara sama Sekar, aku gak tau apa-apa aja di ganggu habis-habisan sama Sekar apalagi berusaha buat nantangin dia" tak mau juragan Doni menuruti permintaan bu Jamilah.

__ADS_1


"Gak tau apa-apa? ini semua terjadi itu gara-gara kamu, kalau kamu gak selingkuh sama Sekar, masalah ini gak mungkin terjadi, di sini itu yang pantes di salahkan memang jelas kamu, suruh siapa kamu gak bisa jaga hati dan malah kepincut sama wanita yang modelannya kayak Sekar" bu Jamilah mengingatkan kembali letak kesalahan juragan Doni.


"Ini bukan murni salah aku semua, kamu juga bersalah dalam hal ini, kalau kamu gak jalan-jalan terus aku gak akan mungkin selingkuh" juragan Doni tidak mau di sebut orang yang paling bersalah dalam hal ini.


"Terserah aku, aku yang punya uang, terserah aku, aku mau kemana aja, lagian uang buat apa kalau gak bisa bikin kita bahagia" ujar bu Jamilah.


Juragan Doni diam, ia malas meladeni istrinya yang pastinya tidak akan mau kalah meskipun itu sudah jelas-jelas salahnya.


"Sekarang kamu pulang aja sendiri, aku sama Anton mau langsung ke ladang" ujar juragan Doni setelah berhasil keluar dari kuburan massal itu.


"Mas aku gak mau pulang sendiri, aku takut, gimana kalau Sekar ganggu aku lagi, aku udah kapok di ganggu sama dia, aku gak tahan liat wajah dia yang seram banget itu" bu Jamilah masih trauma dengan semua teror yang sudah Sekar lakukan padanya.


"Ma ini masih siang, gak ada hantu di siang-siang bolong kayak gini, kamu gak perlu khawatir lagi, sana kamu pulang ke rumah sendiri, aku mau langsung ke ladang" suruh juragan Doni.


"Aku gak mau, aku mau ikut kalian aja, aku gak mau pulang ke rumah" jawab bu Jamilah.


Juragan Doni menghela nafas."Terserah kamu!"


Setelah mengatakan itu juragan Doni langsung melangkah menuju ladang yang sudah tak lama lagi bersama pak Anton, sementara bu Jamilah mengejarnya dari belakang.


Sekar keluar dari kuburan massal yang berada di arah timur, ia menatap mereka dengan senyuman puasnya.


"Ternyata kalian mudah sekali untuk di kalahkan, aku jamin kalian tidak akan bisa ngusir aku dari sini, kalian tidak akan sekuat itu" senyuman sinis terukir di wajah Sekar yang menatap dengan seksama mereka bertiga, khususnya juragan Doni dan bu Jamilah.

__ADS_1


Sekar mengikuti suaminya, ia akan menjaga suaminya ketika di siang hari, tapi kalau di malam hari ia tidak akan bisa menjaganya lantaran dia harus bertugas untuk mengganggu warga-warga sekitar.


__ADS_2