
"Bu Nilem" kaget mereka melihat bu Nilem yang terbaring dengan kepala yang di perban.
"Bu Nilem kamu kenapa, kenapa keadaan kamu separah ini" khawatir bu Toya saat melihat temannya yang terluka separah itu.
"Tadi malam saat saya pulang dari rumah bu Salamah saya ketemu sama Sekar, dia seram banget, dia yang buat saya seperti ini" jelas bu Nilem dengan tubuh yang bergetar hebat.
"Masa Sekar buat kamu seperti ini, kamu gak bohong kan!" bu Salamah meragukan penjelasan bu Nilem
Dengan cepat bu Nilem menggelengkan kepala."Enggak, saya gak bohong, tadi malam saya memang ketemu sama Sekar, dia serem banget, dia yang gangguin saya sampai saya pulang terbirit-birit ke rumah" begidik bu Nilem ketika teringat kejadian tadi malam.
"Wah ini gak bisa di biarkan si Sekar itu, nanti ya, kalau saya ketemu sama dia, tak becak-becak dia, biar dia tau rasa" geram bu Salamah.
"Bu Sekar itu seram banget, ibu berani ngelakuin itu ke Sekar" tampak tak percaya bu Nilem.
"Beranilah, cuman Sekar doang, dia itu lemah, dia gak akan mungkin berani sama saya, saya bisa hempaskan dia begitu saja, kamu tidak perlu khawatir, nanti malam akan menjadi hari terakhir bagi Sekar menginjakkan kakinya di desa ini, dia pasti akan takut sama saya dan gak bakal balik-balik ke sini lagi" yakin bu Salamah yang agak sedikit menyombongkan dirinya.
"Terserah ibu, tapi saran saya ibu jangan nantangin Sekar, saya takut Sekar buat ibu lebih parah dari pada saya, kita kan selama ini selalu ganggu, hina dan rendahin dia, yang saya takutkan dia itu punya dendam sama kita, saya sudah melihat dengan jelas seperti apa wajah Sekar, saya juga sudah di ganggu sama dia, saran saya ibu jangan macem-macem sama dia, kalau ibu gak mau di buat ketakutan setengah mati sama dia" wanti-wanti bu Nilem yang sudah merasakan pahitnya di ganggu sama Sekar.
"Enggak, saya gak akan mundur sedikitpun, saya mau ketemu sama dia, saya akan tetap usir dia dari sini, saya jamin dia gak akan berani sama saya, saat dia masih hidup saja dia sulit untuk lawan saya, apalagi dia sudah mati, pasti makin gak berani dia!" remeh bu Salamah.
"Terserah ibu, ibu hati-hati saat ngusir dia, dia itu sekarang bukan Sekar yang sama yang kita kenal dulu, ibu jangan sampai di celakain yang lebih parah lagi ketimbang saya, cukup saya saja yang di celakain sampai seperti sama dia" bu Nilem memperingati temannya agar tidak jatuh di lubang yang sama sepertinya.
__ADS_1
"Iya, saya pasti akan hati-hati, kalian tidak usah khawatir sama saya, semuanya akan aman, desa kita akan kembali seperti semula" berani jamin bu Salamah.
Tidak ada satupun orang yang meragukan bu Salamah, mereka percaya bahwa bu Salamah bisa mengusir Sekar dari desa ini.
"Kok bisa ya Sekar jadi hantu, padahal dia masih belum di makamin" heran bu Nining, dia ingat betul kalau jenazah Sekar masih berada di dalam sumur, satu orang pun tidak ada yang tau kalau Sekar sudah di makamkan di tempat yang layak.
"Iya, saya juga heran kenapa dia bisa gentayangan, semoga saja dia gak gentayangan lagi, saya ngeri dengar ceritanya apalagi ngalamin langsung" sahut bu Hamiddeh.
"Semoga saja begitu" harapan besar bu Nining.
"Saya masih heran kenapa Sekar gentayangan dan ganggu warga-warga, kenapa gak ganggu orang yang sudah bunuh dia saja!" heran bu Toya.
"Palingan Sekar itu pasti sudah ganggu bu Jamilah juga, saya yakin Sekar pasti nyimpan dendam sama bu Jamilah, seraya kan dia yang sudah bunuh dan nyiksa Sekar sampai meninggal dan yang lebih kejamnya lagi bu Jamilah memasukkan jenazah Sekar ke dalam sumur, di desa ini hanya ada satu orang yang seperti dia, gak ada orang lain yang setega itu sampai-sampai ngelakuin tindakan tak terpuji!" ujar bu Naima.
"Bu Jamilah memang benar-benar kejam, saya akui kalau dia benar-benar kejam, dia seperti orang yang hidup tanpa memiliki hati nurani, saya yang melihat Sekar meninggal di siksa habis-habisan padahal Sekar sudah minta maaf dan mohon-mohon untuk di hentikan sudah gak tega, tapi bu Jamilah malah nerusin tindakannya hingga Sekar menghembuskan nafas" bu Nining tak menyangka kalau ada orang yang setega itu di dunia ini.
"Udah-udah kita jangan bicara tentang bu Jamilah, kalau ada anak buahnya yang bilang bagaimana, kita pasti akan kena masalah, kalian gak mau kan di hukum sama bu Jamilah seperti Sekar" lerai bu Hamiddeh yang sedari tadi diam mendengarkan mereka semua yang terus berghibah.
"Ya enggaklah, mana mau kita di hukum sama bu Jamilah, lihat Sekar di hukum sampai mati kayak gitu udah buat kita gak punya nyali" jawab bu Toya.
"Ya sudah jangan bicara tentang bu Jamilah lagi, dia gak akan segan-segan bunuh kita kalau kita jelek-jelekin namanya" suruh bu Hamiddeh, dia melakukan ini semua agar mereka tidak terus menerus membahas tentang kematian Sekar.
__ADS_1
Mereka semua berhenti membicarakan bu Jamilah dan juga kematian Sekar, mereka berganti pada bu Nilem yang terluka parah akibat di ganggu sama hantu Sekar.
"Bu Nilem kami pulang dulu, kami akan ke sini nanti, urusan di rumah masih belum kelar, kami gak bisa lama-lama di sini" pamit bu Toya.
"Iya gak apa-apa, kalian pulanglah, saya juga sudah baik-baik saja, cuman tinggal luka kecil saja, luka ini gak seberapa kok, tapi saya peringatkan sama kalian semua jangan keluar rumah nanti malam, hantu Sekar sedang menjadi ancaman bagi desa ini" peringatan bu Nilem yang tak mau ada warga yang kena batunya.
"Iya, kalian jangan ada yang keluar rumah, biar saya yang akan keluar rumah, saya yang akan berhadapan langsung sama Sekar nanti malam, kalian besok pagi datangin rumah saya, akan saya laporkan berita baik untuk kalian semua" tambah bu Salamah yang tidak ada takut-takutnya sama sekali meskipun berurusan sama hantu.
"Baik bu, kami akan tunggu kabar baik dari ibu" mereka semua berharap bu Salamah bisa menyelesaikan perkara ini.
"Ayo kita pulang, kita biarkan bu Nilem istirahat, Mela kamu jaga ibu kamu, kalau ada apa-apa atau kamu butuh bantuan, panggil kami saja, kami akan langsung nolongin kamu" suruh bu Toya.
"Baik bu" jawab Mela sopan.
"Kami pamit pulang dulu, assalamualaikum" salam mereka.
"Wa'alaikum salam"
Mereka semua pulang ke rumah masing-masing, sesekali mereka membicarakan kejadian yang menimpa bu Nilem dan juga bu Naima yang di ganggu sama hantu Sekar tadi malam.
Kebayangkan di antara mereka penasaran pada hantu Sekar yang katanya sangat menakutkan, tapi sebagian besar mereka takut, mereka tidak mau mengambil resiko mencari hantu Sekar, mereka tidak segila itu.
__ADS_1