Kuntilanak

Kuntilanak
Misteri suara minta tolong di jalanan suram


__ADS_3

Pak RT yang berada di dalam rumah sudah tidak tahan dengan suara teriakan itu, alhasil ia pun keluar dari dalam rumah dan terkaget-kaget melihat banyaknya ibu-ibu yang berdemo.


"Ada apa ini ibu-ibu, kenapa kalian semua datang kemari" kaget pak RT dengan aksi demo yang di lakukan ibu-ibu itu.


"Pak RT tolong usir Sekar dari sini, kami sudah tidak tahan dengan ulah Sekar yang terus menerus ganggu kami, kami mohon pak RT buatlah Sekar pergi, dia sudah meresahkan masyarakat akhir-akhir ini" titah bu Salamah.


"Jadi kalian datang kemari cuman karena hal itu?" memastikan pak RT.


Mereka semua mengangguk kompak, hanya hal itu yang bisa membawa mereka mendatangi rumah pak RT.


"Iya pak RT, kami ingin Sekar pergi dari sini, kami mohon pak RT buatlah dia pergi dari sini, kami sudah gak tahan dengan gangguannya yang setiap malam membuat kami ketakutan" titah bu Nining dengan harapan bahwa pak RT bisa menyelesaikan masalah yang di hadapi oleh semua orang.


"Kami mohon pak RT tolong usir Sekar pak, kami ingin suasana desa seperti dulu lagi, kami gak sanggup hidup dalam ketakutan kayak gini pak RT, kami mohon pak RT tolong singkirkan Sekar dari desa ini" tambah bu Rohani.


Pak RT diam, ia juga manusia biasa yang memiliki rasa takut, sekarang yang menjadi musuhnya adalah hantu yang hatinya penuh dengan dendam.


Bu Salamah melihat pak RT yang diam, ia merasa bahwa pak RT kelihatan sulit untuk melakukan apa yang rakyat mau.


"Kalau pak RT gak bisa usir Sekar dari kampung ini, kami akan demo minta ganti RT baru" bu Salamah yang melihat pak RT diam saja langsung mengeluarkan kata-kata mutiara yang berhasil membuat pak RT tersentak kaget.


"Iya betul itu, kalau pak RT gak bisa selesain masalah ini, jangan jadi pak RT lagi, kami akan cari pak RT baru" sambung bu Naima yang setuju dengan ucapan bu Salamah.


"Ibu-ibu tenang dulu, saya akan berusaha untuk ngembaliin desa ini seperti dulu lagi yang aman dan tentram, ibu-ibu tidak perlu khawatir, saya yang akan urus segalanya, saya akan cari cara bagaimana mengatasi masalah ini" ujar pak RT yang tak mau mereka semakin membuat keributan di depan rumahnya.


"Kami tunggu kebenaran dari ucapan pak RT, kalau pak RT ternyata gak bisa kami andalkan, mohon maaf kami akan mencari pak RT baru yang bisa bertanggung jawab dengan rakyatnya" tutur bu Salamah.


"Saya akan berusaha cari cara dulu bu, saya juga sudah mendengar banyak keluhan tentang teror yang sudah Sekar lakukan pada warga-warga, saya juga ingin membuatnya pergi dari desa ini bukan ibu saja" jawab pak RT.


"Jangan lama-lama pak RT, kami ingin bisa beraktivitas seperti dulu lagi, kami mohon pak RT bantuannya" mohon bu Naima.

__ADS_1


Pak RT membalas dengan anggukan."Saya akan berusaha ibu-ibu, sekarang ibu-ibu pulanglah, ibu-ibu tidak perlu risau, masalah ini akan segera di proses"


"Ayo ibu-ibu kita pulang, biar pak RT aja yang usir Sekar" ajak bu Salamah.


Mereka semua setuju, mereka kembali berjalan meninggalkan rumah pak RT setelah berhasil mengecam pak RT bahwasanya pangkatnya akan di turunkan jika pak RT tak bisa mengusir Sekar yang gentayangan dari desa ini.


Pak RT menatap punggung para ibu-ibu yang pelan-pelan meninggalkan rumahnya.


"Dasar mereka itu, seenaknya aja nyerahin masalah ini pada ku, padahal mereka sendiri yang sudah bikin Sekar kayak gitu, sekarang saat Sekar balas dendam mereka malah takut dan dengan seenaknya mereka minta aku buat usir Sekar dari sini, mereka kira aku siapa, aku memang RT di sini, tapi untuk berurusan dengan hantu aku juga harus mikir-mikir dulu"


Segala sesuatu yang terjadi di desa ini pada akhirnya harus di selesaikan oleh pak RT yang tak tau apapun dan tidak ikut-ikutan sama sekali, dia tidak pernah berbuat yang tidak-tidak pada Sekar, para warga yang selama ini membuat hidup Sekar kini hidup menderita.


"Apa yang harus aku lakukan untuk bisa ngembaliin desa kayak dulu lagi, aku harus minta bantuan sama siapa, aku tidak bisa berurusan langsung dengan Sekar, aku gak mau cari gara-gara sama dia, dia hantu aku manusia, kita berbeda" bingung pak RT yang sama-sama takut pada Sekar.


"Aku akan coba pikir-pikir dulu masalah ini" pak RT masuk ke dalam rumahnya kembali, ia akan mencoba mencari cara agar arwah Sekar yang gentayangan tidak mengganggu warga-warga terus menerus.


Pak Anton menatap kepergian Karan, hari ini Karan memutuskan kembali ke desa Cempaka lagi, pak Anton hanya terus menyakinkan dirinya bahwa dia bisa bertahan di tempat ini meskipun menyakitkan.


Setelah mobil putih itu berlalu dan sudah tak terlihat lagi pak Anton bersiap-siap untuk berangkat ke ladang, waktunya untuknya bekerja seperti biasa.


Habis bersiap-siap pak Anton langsung bergegas berangkat ke ladang yang lumayan jauh dari rumahnya.


Ketika sudah memasuki area perkampungan telinga pak Anton terus saja mendengar kalimat-kalimat yang menyebutkan bahwa istrinya gentayangan dan terus mengganggu warga-warga sekitar.


Pak Anton terus berjalan tak mempedulikan hal itu, ia masih sangat yakin bahwa istrinya tidak gentayangan.


Ketika memasuki jalanan suram tiba-tiba.


"Toloooong!" jeritan seseorang berhasil membuat langkah pak Anton terhenti.

__ADS_1


Pandangan pak Anton langsung menatap ke arah barat dan timur yang merupakan kuburan.


"Toloooong" sekali lagi suara orang yang meminta tolong terdengar dengan jelas di telinga pak Anton.


"Kok kayak ada suara orang minta tolong?"


"Tapi di sini kuburan, mana ada orang yang berada di kuburan" pak Anton menatap sekitarnya yang penuh dengan batu-batu nisan orang-orang yang telah meninggal.


"Toloooong, toloooong!" suara itu semakin lama semakin keras dan terdengar bahwa dirinya tengah ketakutan.


"Fixs ini kalau memang ada orang di sekitar sini, tapi di mana dia, di sini gak ada siapapun?" pak Anton mencari-cari pemilik suara orang yang meminta tolong tersebut.


"Aku merasa orang yang teriak-teriak minta tolong itu berada di sana" tatapan pak Anton tertuju ke sebelah barat.


"Aku harus lihat, aku harus pastikan siapa yang minta tolong itu" kaki pak Anton berjalan ke sebelah barat.


Banyak batu-batu nisan orang-orang yang berada di sekitarnya, pak Anton terus melihat dengan seksama sekitarnya dan berharap semoga bisa menemukan pemilik suara orang yang meminta tolong.


"Di mana dia, tadi suaranya sangat dekat, kenapa ketika aku berusaha cari dia tiba-tiba suaranya malah menghilang, apa ini cuman jebakan agar aku mau ke tengah-tengah kuburan kayak gini"


Pak Anton masih terus melangkah pergi dari sana meskipun hatinya merasa bahwa dia sedang di permainkan.


"Apa aku kembali saja dan berhenti cari dia?" bimbang pak Anton di tengah kuburan yang sepi dan hening.


Suasana di kuburan itu agak sedikit gelap karena tidak ada sinar matahari yang menyinari tempat itu lantaran daun-daun pepohonan menghalanginya.


"Ku rasa ini memang jebakan, aku memang sengaja di jebak agar mau kemari, tidak ada gunanya aku di sini, lebih baik aku berangkat kerja saja sebelum juragan Doni marah pada ku"


Pak Anton tak jadi mencari keberadaan pemilik suara orang yang berteriak-teriak sejak tadi, ia memutuskan untuk pergi dari sana dan akan kembali melakukan perjalanan ke ladang yang sudah dekat.

__ADS_1


__ADS_2