Kuntilanak

Kuntilanak
Di cambuk


__ADS_3

"Demi Allah juragan, ini anak juragan, saya tidak pernah selingkuh saat juragan pergi, juragan harus percaya sama saya!" Sekar membela dirinya, dia tidak mau di tuduh yang bukan-bukan, dia ingin anak yang ada di dalam kandungannya di akui.


Plakkk


Sekali lagi juragan Doni menampar keras pipi Sekar, Sekar langsung tersungkur ke bawah, Sekar meringis, ujung bibirnya luka dan mengeluarkan darah, pipinya terasa sakit, dia menitihkan air mata tak dapat menahan rasa sakit akibat tamparan keras itu.


"Katakan pada saya, siapa ayah anak itu!" teriak juragan Doni yang terus meninggi volume suaranya, dia tak sama sekali percaya kalau Sekar mengandung anaknya, dia yakin anak itu pasti anak orang lain.


"I-ini anak juragan" jawab Sekar dengan air mata yang berjatuhan, dia menjadi takut pada juragan Doni yang semakin lama semakin menunjukkan sikap keji dan jahatnya.


Juragan Doni tidak percaya sama sekali, dia yakin anak itu bukan anaknya, dia yang tengah emosi mengambil cambuk dan mencambuk tubuh Sekar dengan keras.


Bugh


Bugh


Bugh


Sekar berteriak, punggungnya terluka karena terus juragan Doni layangkan pukulan dengan keras.


"Hentikan juragan, sakit" teriak Sekar yang kesakitan.


"Jangan siksa saya hiks hiks hiks" tangis Sekar yang kesakitan, dia tidak dapat menahan rasa sakit itu lebih lama lagi.


"Katakan sekali lagi, siapa ayah dari anak itu!" emosi juragan Doni karena Sekar tidak mau mengaku.


"Ini anak juragan, saya mengandung anak juragan!" jawab Sekar dengan butiran-butiran bening yang keluar.


Bugh


Bugh


Juragan Doni terus memukuli Sekar, dia tidak percaya sama sekali dengan ucapan Sekar.


Sekar berteriak, dia menangis histeris, punggungnya sakit akibat di cambuk tanpa henti.


"Aaaaah sakit, hentikan!" teriak Sekar yang sudah tidak dapat menahan rasa sakit yang lebih dalam lagi.


"Sudah cukup, jangan cambuk aku lagi, aku sudah tidak kuat hiks hiks hiks" mohon Sekar yang tubuhnya terasa remuk.


Bugh


Bugh


Bugh

__ADS_1


"Sakit, sudah jangan lakukan lagi, sakit hiks hiks hiks"


Juragan Doni menatap wajah Sekar yang penuh air mata, rasa sakit di punggung Sekar mengalahkan rasa sakit manapun, Sekar merasa punggungnya terluka parah, dia juga merasakan ada cairan yang keluar dari sana tanpa henti.


"Kau memang wanita tidak tau diri, sudah ku tolong masih saja berkhianat, kalau bukan aku yang membantu mu dan keluarga mu, mungkin saat ini kau terlilit hutang!" juragan Doni mengingatkan kebaikannya yang telah dia berikan pada Sekar.


Di hardik seperti itu membuat Sekar menangis hebat, rasa sakit di punggungnya begitu terasa, sungguh rasa sakit itu begitu perih dan pedih.


Juragan Doni mencekal dagu Sekar dengan kuat."Aku mau uang itu kembali, aku tidak sudi menikahi orang yang tidak cukup 1 pria"


"T-tapi kan hutang itu sudah lunas" jawab Sekar dengan terbata-bata.


"Lunas? kapan hutang itu lunas, hutang itu masih belum lunas, saya mau uang itu kembali, sekarang hutang kamu menjadi 20 juta"


Sontak mata Sekar langsung melotot."Bagaimana mungkin, hutang itu kan cuman 6 juta, kenapa bisa naik jadi 20 juta!"


"Hei kau lupa dengan kematian ibu mu, siapa yang sudah bayar semuanya hah!"


Sekar langsung diam, dia tau kalau juragan Doni sudah bayar semua keperluan selama tahlilan ibunya.


"Saya yang sudah bayar semuanya, saya mau uang itu kembali!"


"Tapi kesepakatan awal tidak seperti ini juragan, juragan bilang kalau saya nikah sama juragan hutang saya akan lunas, tapi kenapa sekarang berubah jadi seperti ini" tidak terima Sekar.


"Itu kesepakatan pertama, tapi sekarang beda, kamu harus bayar semua hutang itu, selama 1 bulan hutang mu akan bertambah 5 juta jika kamu tidak kunjung bayar"


"Enggak bisa gitu juragan, juragan gak bisa seenaknya naikin gitu, di awal kita sudah sepakat, tapi kenapa juragan ngubah semua kesepakatan itu!" tak terima Sekar.


Plakkk!


"Kamu masih tidak terima hah, di sini itu saya yang berkuasa, kamu harus mau menuruti apa yang sama inginkan, kalau kamu berontak, saya akan naikkan hutang kamu menjadi 30 juta"


Sontak Sekar diam, dia hanya menangis, mengapa semuanya menjadi sekacau ini semenjak dia di kabarkan hamil.


"Katakan pada saya, siapa ayah dari anak itu, kalau kamu mengatakannya, seluruh hutang mu lunas!"


Sekar menangis histeris, bagaimana dia bisa menjelaskannya pada juragan Doni kalau anak yang dia kandung memang anaknya.


"Juragan, ini beneran anak juragan, saya tidak berbohong, saya memang mengandung anak juragan" dengan air mata yang terus mengalir sekali lagi Sekar menjelaskan semuanya.


Dengan keras juragan Doni mencekal dagu Sekar.


"JAWAB JUJUR, saya tidak suka kamu berbohong, katakan siapa ayah dari anak itu!" teriak juragan Doni.


Sekar menangis, dia berusaha melepaskan tangan juragan Doni yang seperti akan menghabisinya.

__ADS_1


"Itu memang benar anak juragan, saya tidak berbohong" dengan sangat susah Sekar menjawab pertanyaan juragan Doni.


Bugh


Bugh


Bugh


Berkali-kali juragan Doni mencambuk Sekar, tidak ada rasa prihatin sama sekali yang terbesit di hatinya.


"Aaah sakit, sakit tolong jangan hentikan hiks hiks hiks" teriak Sekar yang kesakitan.


Juragan Doni tuli, dia terus menghukum Sekar, dia tak menyangka kalau Sekar akan mengkhianatinya saat dia pergi, dia kira Sekar adalah wanita baik-baik yang akan setia menunggu kepulangannya.


"Katakan pada saya, siapa ayah anak itu!" teriak juragan Doni yang tubuhnya di selimuti emosi.


Sekar tidak menjawab, dia hanya menangis, percuma dia menjawab, karena juragan Doni tidak akan mempercayainya.


"Apa kamu tuli, jawab!"


Sekar tak ingin menjawab, dia hanya mengeraskan tangisannya, di siksa seperti ini adalah kali pertama yang ia dapatkan di seumur hidupnya.


Bugh


Bugh


Bugh


Sekar menangis, juragan Doni tidak peduli meskipun Sekar memohon untuk di hentikan.


"Sakit juragan, tolong hentikan hiks hiks hiks" tangis Sekar yang merasakan perih dan pedih di punggungnya.


Juragan Doni mengangkat kembali cambuk itu, dalam hitungan detik cambuk itu akan melayang di punggung Sekar tiba-tiba.


Krieet


Pintu kamar itu terbuka, juragan Doni melihat siapa yang datang.


"Mau apa kamu?" sinisnya yang masih emosi pada Sekar.


"S-saya hanya mau nganterin makanan buat istri juragan" jawab art dengan gemetaran.


"Tidak usah kasih dia makan, biarkan dia kelaparan!"


"Tapi juragan-

__ADS_1


"Sudah dengarin apa kata saya, sana kamu pergi kalau kamu tidak mau saya pecat" usir juragan Doni.


Art itu dengan cepat menutup pintu itu kembali, dia sangat takut saat juragan Doni marah-marah seperti itu.


__ADS_2