Kuntilanak

Kuntilanak
Keanehan dari diri Salsa


__ADS_3

Bu Toya dengan tergesa-gesa membuka pintu rumah, betapa kagetnya ia ketika menatap seorang laki-laki berdiri tepat di depannya, segala cemas dan khawatir tiba-tiba langsung sirna.


"Bapak, bapak dari mana saja, kenapa bapak baru pulang sekarang!" kaget bu Toya melihat suaminya ada di depannya dalam keadaan baik-baik saja, tidak ada satupun luka yang terdapat di tubuhnya.


"Bapak tadi main ke rumah teman, maaf bapak baru pulang sekarang" jawab pak Harun.


Bu Toya masih diam, ia menatap suaminya dengan terkejut, apa yang barusan dia dengar dan dia lihat benar-benar dua hal yang bertolak belakang.


"Tadi suster itu bilang kalau bapak kecelakaan dan lagi berada di rumah sakit, tapi kenapa bapak ada di sini kalau memang benar bapak kecelakaan" batin bu Toya di buat bingung dengan situasi ini.


"Apa jangan-jangan suster itu bohong, tapi dari penyampaiannya semuanya benar, gak ada satupun yang salah, sebenarnya ini yang salah yang mana?" batin bu Toya semakin bingung dengan keadaan ini.


"Kenapa ibu diam, apa yang lagi ibu pikirin?" pak Harun heran mengapa tiba-tiba istrinya diam dan seperti terkejut melihatnya.


"Ah enggak kok pak, ayo pak masuk ke dalam, di luar dingin, lagi pula ini sudah malam" ajak bu Toya yang memilih percaya pada apa yang dia lihat ketimbang yang dia dengar.


Pak Harun masuk ke dalam rumah, bu Toya menutup pintu rapat-rapat, ia tidak jadi yang mau ke rumah sakit sebab sekarang suaminya ada di sisinya, ia menganggap bahwa suster itu salah orang, semua apa yang tadi suster itu bilang tak bu Toya percayai lagi.


Salsa terus menangis, meskipun ayahnya sudah kembali namun ia terus saja menangis, ia juga tidak mau berdekatan dengan pak Harun padahal tadi dia ingin segera menemui ayahnya.


"Salsa kamu jangan nangis, bapak sudah pulang, sana kamu sama bapak ibu mau buat kopi dulu" suruh bu Toya yang saat ini ada di dapur karena ingin membuat kopi untuk suaminya.


"Gak mau bu, aku gak mau, aku gak mau ke dia, dia bukan bapak aku" bu Toya mengerutkan alis, ucapan Salsa berhasil membuatnya tambah bingung.

__ADS_1


"Maksud kamu apa sa, itu jelas-jelas bapak kamu, kenapa kamu bilang dia bukan bapak mu" heran bu Toya padahal sudah jelas-jelas kalau yang ada di ruang tamu adalah pak Harun.


"Bukan bu, itu bukan bapak, dia orang lain" Salsa masih tetap dengan pendiriannya, ia masih terus menolak bahwa laki-laki yang lagi berada di ruang tamu itu bukan bapaknya.


"Apa yang Salsa maksud, kenapa dia bilang kalau yang ada di ruang tamu bukan bapaknya, padahal itu sudah jelas-jelas mas Harun, apa Salsa halusinasi sehingga mikir kalau itu bukan mas Harun" batin bu Toya yang semakin di buat bingung dengan keadaan ini.


"Suruh dia pergi bu, dia bukan bapak, jangan biarkan dia ada di sini, Salsa gak suka dia ada di sini" rengek Salsa dengan terus menangis.


Bu Toya semakin bingung, hal yang barusan terjadi ini benar-benar membuatnya bingung.


"Ada apa ini sebenarnya, kenapa Salsa bilang kalau mas Harun bukan bapaknya, terus kenapa suster itu bilang mas Harun kecelakaan, padahal dia baik-baik saja, gak ada luka sedikitpun" batin bu Toya yang masih belum mengerti apa yang terjadi padanya.


"Ibu, ibu jangan diam, usir dia dari sini, aku gak mau dia ada di sini, suruh dia pergi hiks hiks hiks" titah Salsa terus merengek, ia tidak mau diam sama sekali.


"Salsa itu bapak kamu, masa ibu harus usir dia, ibu gak mungkin lakuin itu" bu Toya berusaha menenangkan Salsa yang tak kunjung berhenti merengek.


Bu Toya semakin di buat bingung, mana mungkin orang yang sudah jelas-jelas suaminya di sebut bukan suaminya oleh anaknya sendiri.


"Kenapa Salsa bilang kalau mas Harun bukan bapaknya, apa yang sudah terjadi, Salsa gak pernah gini, dia biasanya kalau bapaknya pulang pasti akan main sama dia, tapi kenapa sekarang tidak" batin bu Toya menatap Salsa yang terus menangis kejer.


"Ibu ayo kita pergi ke rumah sakit, kita lihat bapak di sana, Salsa ingin ketemu sama bapak, ayo ibu kita ke sana" ajak Salsa menarik-narik tangan bu Toya.


"Salsa, Salsa dengerin ibu, bapak kamu itu ada di sini, kenapa kita harus ke rumah sakit kalau bapak mu ada di sini" bu Toya berusaha menenangkan putrinya yang terus menangis.

__ADS_1


Salsa terus menggeleng."Dia bukan bapak, itu bukan bapak Salsa, ibu usir dia dari sini!"


"Salsa itu bapak kamu, dia jelas-jelas bapak kamu mana mungkin ibu usir dia!"


"Ibu dia bukan bapak Salsa, dia orang lain, ibu harus percaya sama Salsa!" Salsa terus meyakinkan ibunya bahwa orang yang lagi duduk di ruang tamu bukanlah orang yang mereka kenal.


"Salsa itu bapak kamu, ayo kita ke depan kalau kamu gak percaya, ibu akan buktiin kalau itu beneran bapak mu" ajak bu Toya biar Salsa yakin kalau yang duduk di depan adalah pak Harun.


Demi membuktikan pada ibunya bahwa yang tengah duduk di ruang tamu itu bukan ayahnya, Salsa mau ikut ke depan bersama ibunya.


Belum sempat mereka keluar dengan sempurna dari dapur, mereka sudah di kaget kan dengan seorang wanita berpakaian putih yang lagi duduk di ruang tamu.


Rambut wanita itu sangat panjang, ia menatap ke depan, ia belum sadar bahwa mereka berdua sudah melihatnya.


"K-kenapa bapak bisa berubah jadi dia" tercekat bu Toya menutup mulut tak menyangka bahwa orang yang dia ajak masuk ke dalam rumah bukan suaminya.


"Dia bukan bapak bu, dia hantu" tutur Salsa yang semakin membuat bu Toya gemetaran.


Bu Toya langsung menarik putrinya masuk ke dalam dapur kembali.


"Salsa kenapa bapak kamu bisa tiba-tiba berubah jadi hantu, padahal jelas-jelas yang tadi ibu bawa masuk ke dalam itu bapak kamu" tak habis pikir bu Toya dengan keanehan yang melandanya.


"Itu bukan bapak bu, dia hantu yang nyerupain bapak, ayo kita ke bapak, Salsa pengen ketemu sama bapak" bu Toya menganggukkan kepalanya, kini ia percaya pada apa yang Salsa katakan.

__ADS_1


"Ayo kita ke rumah sakit, kita keluar lewat pintu belakang, kita harus pergi dari sini secepatnya sebelum hantu itu mengikuti kita"


Salsa mengangguk, mereka berdua dengan terburu-buru keluar dari dalam rumah, rasa tegang dan panik menghantui mereka, mereka masih khawatir bahwa hantu yang lagi ada di ruang tamu sadar kalau mereka sudah tau jika dia bukan orang yang mereka kenal.


__ADS_2